Yusril: Tesis Habib Rizieq Tak Bisa Dipidanakan

 

JAKARTA (AQLNEWS) – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra siap menjadi saksi kasus dugaan penghinaan Pancasila yang menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Yusril mengaku punya pengetahuan cukup kuat terkait sejarah ketatanegaraan dan Pancasila. Seharusnya Habib Rizieq tidak bisa dipidanakan terkait tesisnya tentang Pancasila di Universitas Kebangsaan Malaysia. Karenanya, dia berharap keterangannya nanti bisa menjadi acuan bagi penyidik.

“Dulu saya mengajar mata kuliah sejarah ketatanegaraan, pahamlah masalah ini. Maka dari itu, saya bisa menjernihkan persoalan terkait masalah kebebasan mimbar akademik,” kata Yusril di Jakarta, Sabtu, (25/2/2017).

Menurut dia, Habib Rizieq menulis tesis untuk gelar master di Universitas Kebangsaan Malaysia. Isi tesisnya menyangkut Pancasila. Kalau ada yang keberatan dengan isi tesisnya, seharusnya dijawab atau disanggah juga lewat tesis. “Jadi dia punya pendapat kesimpulan di situ. Itu nggak bisa dipidanakan ya. Kalau orang nulis tesis keberatan, ya tulis tesis juga untuk membantah dalilnya itu, bukan terus mau dipidanakan. Apalagi kalau dia menulis tesis di Malaysia kemudian ditulis dalam bahasa Melayu dipertahankan di Malaysia, locus delicti-nya ada di mana, ini masalah juga. Jadi saya akan berikan keterangan yang mudah-mudahan, kalau sudah memberikan, ini kan atas laporan si Sukma (Sukmawati Soekarnoputri). Jadi saya pikir kalau saya sudah memberikan keterangan, mudah-mudahan menjadi bahan bagi polisi untuk gelar perkara kasus ini,” katanya seperti dirilis detik.com.

Yusril belum mengetahui kapan dipanggil pihak Polda Jawa Barat untuk memberikan keterangan sebagai saksi ahli. Yang pasti, Yusril akan membela Habib Rizieq sesuai kemampuan ilmu yang diperolehnya terkait hukum dan ketatanegaraan. “Karena ilmu saya tentang rumusan dasar negara, baik tentang Pancasila Juni 1945, maupun Pancasila Agustus 1945,” katanya.

Yusril juga menilai sosok Habib Rizieq adalah sosok yang punya pemikiran lurus dan tidak mempunyai pemikiran menyimpang mengenai Pancasila. Karenanya, kalau tidak cukup bukti, kasusnya harus dihentikan.

Dia berharap, keterangan yang akan diberikannya nanti dapat dijadikan sebagai alat bukti oleh penyidik. Dalam gelar perkara, keterangan tersebut dapat menjadi pertimbangan memutuskan kasus tersebut layak untuk dilimpahkan ke pengadilan atau tidak. “Siapa tahu dengan keterangan saya nanti, kasus yang menimpa Habib Rizieq ini dapat dihentikan dan diterbitkan SP3,” katanya pada kesempatan yang lain. *azh

 

Sebarkan Kebaikan!