Wapres: Tuduhan kepada KH Bachtiar Nasir Tidak Logis

JAKARTA (AQLNEWS) – Tuduhan kepada Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir datang bertubi-tubi. Namun, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla meragukan tuduhan yang dilancarkan kepada guru Tadabbur Al-Qur’an asal Bone, Sulsel itu. JK yang juga berdarah Bugis Bone itu menilai tuduhan kepada alumni Ponpes Modern Gontor itu terkait bantuan dana kepada ISIS di Suriah tidak logis alias tidak masuk akal.

Dikabarkan dari berbagai media massa hari ini dan kemarin, (Sabtu, 25 Februari), Jusuf Kalla menyatakan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian soal dana sumbangan masyarakat melalui rekening Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ke Turki tidak logis. Apalagi, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR menyebut masih menyelidiki adanya aliran dana dari Bachtiar Nasir ke Turki. Kepolisian hanya mengantongi bukti slip transfer yang dikirim ke Turki. “Sangat tidak logis bantu ISIS. ISIS organisasi yang paling kaya. Ngapain dibantu-bantu, dia punya sumber minyak,” kata Kalla dalam keterangan pers di Istana Wakil Presiden, Jumat (24/2), dikutip dari portal Islam dakwahmedia.com.

Wapres menjelaskan tidak logisnya Indonesia membantu ISIS secara finansial karena ISIS sesungguhnya sudah terlampau kaya. Hal itu terlihat dari ditemukannya gudang minyak serta gudang uang mereka yang sudah dihancurkan. “Saya yakin tidak ada gunanya membantu ISIS. Buat apa?” ujar Jusuf Kalla sambil terkekeh. Ia yakin, ISIS lebih kaya dari orang yang ingin membantu, demikian berita yang dirilis tempo.co.

Seperti diketahui, pada aksi jutaan umat muslim pada 2 Desember 2012, atau 212 lalu sejumlah masyarakat ikut menyumbang. GNPF yang diketuai Ustaz Bachtiar Nasir, menggunakan rekening Yayasan Keadilan untuk Semua agar menampung sumbangan itu.

Menurut JK, pemberian dana ke ISIS itu sangat tidak masuk akal. Dia lebih yakin, kalau uang itu digunakan untuk kemanusiaan seperti pengungsi yang juga banyak di sana. “Mereka (ISIS) lebih kaya daripada yang nyumbang.”

Perkara kasus dugaan pencucian uang ini berawal dari adanya ajakan untuk berdonasi dalam aksi Bela Islam 4 November 2016 (411) dan 2 Desember 2016 (212) yang digagas oleh GNPF MUI. Pengusutan perkara ini terkait adanya laporan polisi nomor LP/123/II/2017/Bareskrim tanggal 6 Februari 2017, kemudian surat perintah penyidikan nomor SP.sidik/109/II/2017/Dit Tipideksus pada tanggal 6 Februari 2017. Terkait kasus ini, polisi juga sudah dua kali memeriksa Ketua GNPF MUI, Bachtiar Nasir.

Pengacara KH Bachtiar Nasir, Kapitra Ampera, membenarkan adanya aliran uang ke Suriah yang dikirimkan Turki. Namun, uang tersebut tak ada kaitannya dengan GNPF atau donasi ummat Islam untuk Aksi Bela Islam. “Itu orang menyumbang untuk pengungsi Suriah ke NGO terbuka. Ada bukti slipnya,” kata Kapitra. Dana tersebut dikirim pada Juni 2016.

Yayasan Keadilan Untuk Semua baru menyerahkan rekeningnya ke GNPF-MUI untuk menampung donasi aksi bela Islam dilakukan pada Oktober 2016. Dengan demikian, uang ke Suriah itu dikirimkan sebelum adanya peminjaman rekening yayasan ke GNPF. Namun, dari berbagai pemberitaan mem-framing bahwa uang yang dikirim ke Suriah seolah-olah donasi ummat lewat GNPF. Penjelasan Kapolri juga tidak memberikan titik terang mengenai temuannya yang tengah diselidiki sehingga sangat mungkin menimbulkan pemberitaan yang tidak akurat, bahkan mengarah pada fitnah kepada KH Bachtiar Nasir.

Seperti kata Kapolri, “Ini yang kami dalami. Yang ke Turki ini untuk apa kegiatannya? Apa hubungannya bisa sampai ke Suriah?”. Seharusnya, jika Polri belum menemukan jawaban mengenai pengiriman dana itu, berita yang disampaikan ke publik rawan disalahartikan. Dampaknya, pihak tertuduh khususnya KH Bachtiar Nasir sangat dirugikan.

KH Bachtiar Nasir awalnya tidak tertarik menanggapi tuduhan itu. Dia juga tidak menggelar jumpa pers untuk menyampaikan klarifikasi. Dia hanya diwakili kuasa hukumnya untuk menyampaikan klarifikasi ke publik. Barulah dalam sebuah pengajian, KH Bachtiar menyampaikan kepada jamaah perihal tuduhan itu. “Tadi siang KompasTV (memberitakan): ‘uang satu miliar dimasukkan oleh Bachtiar Nasir ke Yayasan GNPF kemudian dikirim ke Suriah’. Ini ngarangnya kelewatan,” katanya.

KH Bachtiar Nasir menyadari tuduhan itu sangat kejam. Meski begtiu, dia tidak berniat menggugat atau melayangkan somasi terhadap pihak yang menyebarkan informasi sesat. Semuanya dihadapi dengan hati yang tenang, dengan doa dan zikir, serta bertawakkal kepada Allah SWT. “Saya tanya hati terlebih dulu, betul nggak kamu melakukan itu. Kata hati saya tidak, ya tenanglah saya. Dosa itu kalau dilakukan dan terungkap keluar, orangnya menjadi tidak tenang dan gusar. Kalau tidak berbuat, santai saja,” katanya. *azh

 

Sebarkan Kebaikan!