Ustadz Farid Okbah: Umat Islam Jangan Terpancing Provokasi Musuh Islam!

JAKARTA (AQLNEWS) – KONDISI umat Islam dewasa ini cukup memprihatinkan. Musuh dari dalam dan luar bekerja terus-menerus untuk menggoyang dan memporak-porandakan umat Islam dengan berbagai cara. Baru-baru ini misalnya marak terjadi pembubaran pengajian. Fenomena ini jelas-jelas tidak mencerminkan sifat orang beriman yang dicirikan al-Qur`an sebagai orang yang giat dalam ber-amar makruf dan mencegah kemungkaran. Justru sebaliknya, perbuatan semacam itu -berdasarkan dengan keterangan At-Taubah [9], ayat 67- adalah ciri khas orang-orang munafik.

Melihat kondisi demikian, dalam khutbahnya di Masjid Ar-Rahman AQL Islamic Center Jakarta, Ustadz Farid Ahmad Okbah menandaskan, “Umat Islam jangan terpancing dengan situasi demikian!” Kondisi yang menimpa umat Islam Indonesia saat ini, menurut hemat Pakar Syi’ah ini, persis seperti yang sudah disebutkan nabi dalam haditsnya:

« يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ»

“Hampir saja para umat mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud, Ahmad).

Pada realitanya memang demikian. Umat Islam menjadi sasaran empuk para musuhnya. Ibarat makanan di meja hidangan, umat Islam tidak berdaya dijadikan mangsa. Jumlah umat Islam yang mayoritas, rupanya tidak banyak membantu mengatasi bencana ini. Dari luar mereka diserang oleh orang kafir dengan berbagai muslihatnya. Umat Islam tentu masih ingat dengan penyerangan terhadap Afganistan, Irak dan negeri muslim lainnya. Sedangkan dari dalam, umat Islam dilemahkan oleh orang-orang munafik serta aliran-aliran sesat yang menggerus Islam dari dalam. Kualitas umat Islam yang seperti sampah atau buih ini, akibat penyakit kronis yang disebut “wahn” (cinta dunia dan takut mati).

Dalam khutbahnya, ulama jebolan LIPIA Jakarta ini juga mengingatkan, di samping jangan sampai umat Islam terpancing dengan situasi yang sedang santer seperti saat ini, beliau juga mengingatkan agar umat Islam meneguhkan persatuan dan mendukung para ulama. Siapakah ulama sejati yang perlu didukung? Berdasarkan Surah Al-Hujurat ayat 15, ulama sejati adalah yang bercirikan: Pertama, memiliki iman atau akidah yang kuat (tidak menyimpang). Kedua, tidak ragu-ragu atau sangat yakin dengan keimanannya. Ketiga, berjihad dengan harta dan jiwanya. Ulama seperti inilah yang harus didukung perjuangannya.

Di samping itu, umat Islam seyogyanya belajar dari sejarah Islam di Spanyol. Pada saat itu, jumlah umat Islam mayoritas. Mereka bisa menguasai Spanyol dalam tempo sekitar delapan abad. Ironisnya, berdasarkan konspirasi antara musuh Islam –baik dari dalam maupun luar- akhirnya mereka bershasil ditumbangkan. Sungguh menyakitkan, saat itu mereka diberi tiga pilihan: murtad, hengkang dari Spanyol, atau akan dibunuh dengan cara sadis yang dikenal dengan inkuisisi. Jangan sampai, apa yang melanda umat Islam di Spanyol juga mendera umat Islam di Indonesia.”

Musuh-musuh Islam pasti tidak akan rida sampai umat Islam murtad dari agamanya (sebagaimana yang terdapat dalam Al-Baqarah [2]: 120). Karena itulah, sejak sekarang perlu kiranya menyiapkan generasi kuat yang bisa mengatasi serangan-serangan musuh Islam. Generasi seperti Abdurrahman Ad-Dakhil yang mampu menyebarkan Islam hingga membentuk peradaban cemerlang sehingga mencahayai Eropa dan sekitarnya dari kegelapannya.

Apa yang perlu ditanamkan kepada generasi umat Islam agar menjadi generasi kuat? Berdasarkan Surah Al-Qashah [28] ayat 77, ada beberapa poin: Pertama, hidup di dunia dalam rangka membangun akhirat atau berorientasi akhirat bukan sebaliknya. Kedua, menikmati bagian dunia yang (dengan, secara) halal dan sekadarnya. Ketiga, berbuat baik untuk diri sendiri dan orang lain. Keempat, tidak membuat kerusakan di bumi. Insya Allah dengan begitu, akan lahir generasi kuat yang akan mengatasi serangan-serangan musuh Islam baik internal maupun eksternal. Wallahu a’lam.

*Amoe Hirata

Sebarkan Kebaikan!