UBN: Tidak Ada Larangan Minum Urin Unta, Tapi Bukan Pula Untuk Konsumsi Rutin

JAKARTA (AQLNEWS)– KH Bachtiar Nasir minum campuran susu dengan sedikit urin unta saat berkunjung ke Arab Saudi beberapa hari lalu. Bachtiar minum campuran tersebut juga dengan merujuk hasil riset yang dilakukan Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid. Faten merupakan staf Universitas King Abdul Aziz yang juga staf Presiden Tissues Culture Unit Pusat Penelitian Medis King Fahd.

KH Bachtiar minum urin unta juga dengan merujuk hasil riset yang dilakukan Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid. Faten merupakan staf Universitas King Abdul Aziz yang juga staf Presiden Tissues Culture Unit Pusat Penelitian Medis King Fahd.

Pada laman baitulmaqdis.com disebutkan, riset dilakukan Faten dengan menggunakan urin unta, sel kanker yang diambil dari paru-paru pasien serta tikus yang disuntikkan sel kanker leukimia dan urin unta. Hasilnya, Faten menemukan partikel nano dalam urin unta dapat melawan sel kanker dengan baik.

“Membuktikan itu. Jadi bukan cuma menyembuhkan dari sel-sel kanker tapi juga menyehatkan sel yang tidak terserang,” kata Bachtiar.

“Mengandung zat obat di situ. Kalau dibilang halal, ya halal dalam pengertian untuk pengobatan,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya, urin unta tidak berbau. Hal itu terjadi karena menurutnya, unta ditakdirkan memakan makanan yang baik. Berbeda dengan urin hewan pada umumnya.

Meski demikian, dia tidak menganjurkan urin unta dijadikan minuman rutin yang dikonsumsi sehari-hari. Menurutnya, tidak ada anjuran untuk melakukan hal itu walaupun dia sendiri tidak mengetahui dampak buruknya.

Di samping itu, kata Bachtiar, urin unta sebaiknya dikonsumsi ketika sakit. Namun, Bachtiar menyangkal urin unta haram dikonsumsi jika tidak dalam keadaan sakit.

“Bukan tidak halal. Jadi kalau tidak sakit, ya untuk penjagaan kesehatan sekali-kali ya boleh saja,” ujar Bachtiar.

sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180105164038-20-267028/bachtiar-nasir-minum-air-kencing-unta-dan-ajak-muslim-mencoba

Sebarkan Kebaikan!