Tiga Kekuatan Umat Islam yang Tak Tertandingi

JAKARTA (AQLNEWS) – Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir menyebutkan, ada tiga kekuatan yang dimiliki orang Islam dan tidak dimiliki oleh kelompok lain. Dengan kekuatan yang tak tertandingi itu, umat Islam dimenangkan oleh Allah SWT. Ketiganya adalah kekuatan tauhid, al-Qur’an, dan al-Hadits. Umat Islam hanya menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya. Dengan nilai tauhid, umat Islam hanya tunduk, takut, berharap, dan berserah diri kepada Allah SWT, sehingga apa pun yang dihadapi di dunia, umat Islam tidak perlu takut.
Kekuatan kedua adalah al-Qur’an al-Karim. Ini adalah kekuatan umat Islam yang kedua karena kesucian dan keasliannya telah dijamin oleh Allah SWT dan pasti tidak ada distorsi di dalamnya. Al-Qur’an adalah jalan hidup, penyelamat kehidupan, dan jalan yang lurus. Dengannya, umat Islam punya pandangan lurus ke depan, visioner, dan berorientasi akhirat. Terakhir adalah kekuatan hadits, yaitu berittiba’ (mengikuti) sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. “Islam mengakui Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah utusan Allah SWT. Dalam Islam tidak ada distorsi yang mengkultuskan seorang Nabi hingga mengakuinya sebagai titisan dewa. Umat Islam melihat Muhammad sebagai manusia biasa yang diberi amanah yaitu kenabian atau penyampai risalah kepada umat manusia. Muhammad hanya dibaiat sebagai panutan dan umat Islam tetap menyembah Allah dan mengesakan-Nya,” ungkap KH Bachtiar Nasir di sebuah Kajian Tadabbur al-Qur’an di AQL Islamic Center, Jakarta.
Umar bin Khattab berkata, “Kita semua telah dimuliakan oleh Allah dengan Islam dan jika mencari kemuliaan di luar Islam maka kita akan menjadi orang hina.” Karenanya, dalam beberapa gerakan umat Islam beberapa waktu terakhir ini menuai pujian karena dilakukan dengan cara damai, tertib, bersih, dan aman. Namun, masih ada juga kelompok yang tidak ingin umat Islam menjadi panutan dengan menyebarkan isu dan fitnah dengan tuduhan anti-NKRI, anti-Pancasila, dan anti-UUD. Umat Islam menyalurkan aspirasi dalam bentuk aksi damai secara konstitusional, tapi dituduh radikal, intoleran, dan makar. “Kita lihat siapa anti-kebhinnekaan yang sesungguhnya, siapa yang anti-NKRI sesungguhnya, dan kita lihat sekarang siapa yang rasis dan radikal sesungguhnya. Jika ingin berpikir jernih, aparat dan pemerintah seharusnya berterima kasih kepada umat Islam. Karena, besarnya toleransi yang ditampilkan oleh umat Islam sehingga negara aman,” katanya.
Mengenai tuduhan kepada Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab, KH Bachtiar Nasir menilai, itu hanyalah sejarah yang berulang. Ketika orang kafir kalah dalam perang Bani Mustaliq, mereka menuduh keluarga Nabi berselingkuh yaitu ibunda Aisyah dengan Safwan bin Mu’attal as-Sulami. Serangan fitnah itu karena mereka tidak berani melawan. Di Indonesia, hukum harus berkeadilan dan bermartabat. “Dengan melihat peta persoalan yang dihadapi umat Islam , kita yakin bahwa Allah sedang menurunkan keadilan-Nya di Indonesia dan roda keadilan sedang berjalan sehingga kita yakin bahwa Allah pasti memenangkan agama-Nya. Allah pasti membantu semua tentara-tentara-Nya untuk memerangi semua musuh-musuh Islam,” tegas Sekjen MIUMI Pusat ini.
Kepada umat Islam, dia berpesan, tetaplah berada dalam roda keadilan yang sedang berjalan di Indonesia. Tidak usah mencari panggung sendiri karena pasti akan tergilas dengan roda keadilan Allah SWT. Jangan emosi karena kamu akan terbakar jika bersinggungan dengan roda keadilan-Nya, jangan terprovokasi karena Islam masuk di Indonsia sejak awal bukan dengan pedang tapi dengan damai. “Jangan sok menjadi pejuang dalam kondisi seperti ini dan jangan sok jagoan. Tetaplah berada di belakang roda keadilan dan bergeraklah secara konstitusional. Jangan terpancing dengan provokasi-provokasi yang menginginkan kekuasaan sesaat karena umat Islam akan dikorbankan oleh kepentingan orang yang haus kekuasaan. Gerakan Islam saat ini bukan mencari kekuasaan. Namun, orang yang keluar dari jamaah pasti akan digilas oleh keadilan Allah SWT,” kata pengasuh dan pimpinan Ponpes AQL Islamic School (AQLIS) ini.
Dia mengingatkan, ulama di Indonesia tidak pernah mengangkat pedang kecuali mengusir penjajah dan umat Islam sejak awal bukan orang-orang yang memaksakan kehendak agar Islam dianut oleh semua orang. Allah SWT berfirman:
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. al-Baqarah: 256) *muhajir

Sebarkan Kebaikan!