ArtikelNews
Trending

Tidur Beralas Air Hujan

13 Safar 1440 Hijriah. Palu, Berkah Berjamaah

Siapa yang tidak pernah tersentuh hujan? Butiran air yang berkilau dan suara yang menitik terbawa oleh desau angin. Tapi, tahukah kita arti sesungguhnya hujan bagi para pengungsi?

Mungkin bagi kita hujan adalah berkah. Tapi bagi mereka hujan bisa jadi nestapa. Tidur beralaskan air. Percikan hujan dengan mudah masuk ke dalam tenda. Menyelinap masuk lewat sudut-sudut kemah yang tak berdinding.

Sebut saja salah satu korban kita saat ini adalah Ahmad, seorang lelaki tua yang juga membantu relawan AQL Peduli dan Berkah Berjamaah, membersihkan reruntuhan Masjid Al Aswad di Desa Lolu, Sigi, Sulawesi Tengah.

“Kalau ditanya apa yang saya butuhkan saat ini, rumah. Setidaknya ada huntara. Karena istri kasian, anak-anak apalagi. Kalau kita laki-laki tidak masalah, tapi mereka ini?” Ungkap beliau.

Lagi, BNPB melalui rilisnya pada Sabtu (20/10/2018) lalu, memaparkan bahwa hunian sementara (Huntara) menjadi kebutuhan mendesak bagi korban bencana Sulteng. Sebab, saat ini telah memasuki musim penghujan.

Saat ini, AQL Peduli dan Berkah Berjamaah tengah mendirikan Huntara di daerah Sigi Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, yang diprioritaskan kepada pengungsi yang kehilangan rumah. Proses pembangunan telah berlangsung sejak dua pekan lalu. Dan akan terus berlanjut hingga manfaatnya mampu menjangkau sebanyak mungkin pengungsi.

Syukuri nikmat tidur kita, karena di sana banyak sodara kita yang tak bisa lelap karena hujan. Dukung terus kerja kemanusiaan kami, Salurkan donasi terbaik untuk Indonesia, melalui :

Bank Syariah Mandiri (kode : 451) 7555250007
a/n Yayasan Pusat Peradaban Islam

Do’a dan kepedulian kita sangat berarti
agar mereka kuat dan sabar menjalani musibah ini.

lnformasi dan konflrmasi : +6281292847019

#BerkahBerjamaahUntukSulTeng
#AQLPeduli
#AQLMedia

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close