Tatsqif SoA, Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa

JAKARTA (AQLNEWS) – Selain menjadi lembaga penyalur bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina dan Suriah, Spirit of Aqsa (SoA) pada Hari Ahad, 19 Maret 2017, kembali mengadakan tatsqif yang bertemakan “Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa” dengan pemateri Ustadz Arifin Nugroho Lc dan Ustadz Umar Makka Lc.
Tatsqif berasal dari kata tsaqofah yang berarti wawasan. Dengan kegiatan ini, selain menyalurkan bantuan, peserta juga menambah wawasan tentang keutamaan dan keberkahan dua Masjid yang disucikan ini, Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Juga perlunya memahami permasalahan seutuhnya tentang Palestina dan Bumi Syam.

Acara yang berlangsung khidmat dan dipadati oleh banyaknya jamaah, membuktikan bahwa antusiasme umat terhadap isu Bumi Syam masih hangat serta menarik perhatian.

Pada sesi pertama yang dibawakan oleh Ustadz Arifin Nugroho ini diawali dengan pemutaran sebuah video perjalanan ke Masjidil Aqsa. Video tersebut menceritakan tentang kondisi umat Islam di kota tua Jerussalem dan pentingnya berziarah ke Masjidil Aqsa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni; “Janganlah kamu paksakan diri untuk melakukan perjalanan kecuali ke tiga masjid, Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa.”

Pembawa acara pada Poros Surga Trans 7 ini juga menuturkan tentang hikmah transitnya Rasulullah SAW dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa lalu menuju Sidratul Muntaha, benang merahnya terdapat dalam QS Al-Isra ayat 1. “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Isra: 1)

Point pertama yang terdapat dalam ayat ini adalah :
1. Allah sampaikan orang yang Ia perjalankan adalah manusia yang mulia ke tempat yang mulia.
2. Keberadaan Masjidil Aqsa yang penuh berkah, hingga keberkahannya melimpah ke sekelilingnya.
3. Bahwa perjalanan ini adalah tanda Allah memperlihatkan sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya.
4. Dan sesungguhnya bahwa Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Hal yang serupa dibahas lebih lanjut pada sesi kedua oleh Ustadz Umar Makka. Dia menyampaikam bahwa perjalanan ini adalah untuk menghibur Rasulullah SAW. Peristiwa ini terjadi setelah meninggalnya dua orang terkasih Rasulullah. Istrinya Khadijah Binti Kuwailid dan pamanya Abu Thalib. Terlebih dengan peristiwa Thaif. Sehingga tahun itu mendapat julukan tahun kesedihan. Dengan perjalanan ini Allah memberikan Rasulullah hadiah rihlah ke sidratul muntaha.

Sekjen Spirit of Aqsa ini membeberkan hikmah transitnya Muhammad SAW yang belum banyak diketahui orang, di antaranya adalah;
Pertama, Allah SWT ingin memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya dengan memperjalankan hamba-Nya yakni Rasulullah dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa dalam satu malam. Kedua, sebagai pelipur lara Rasulullah setelah peristiwa-peristiwa yang menimpanya. Ketiga, Allah ingin memperlihatkan kemuliaan umat Rasulullah. Pada peristiwa inilah Rasulullah menerima perintah yang menjadi salah satu rukun Islam yaitu shalat wajib 5 waktu.

Keempat, Allah memperlihatkan umat manusia bahwa Rasulullah adalah imam para Nabi. Dimana dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Rasulullah mengimami semua arwah Nabi Dan Rasul (kecuali Nabi Isa as. beliau hadir bersama dengan Jasad dan arwahnya). Kelima, hikmah transitnya adalah agar umat Islam senantiasa memahami dan sadar untuk menjaga kesucian Masjidil Aqsa. Adapun hikmah yang terakhir adalah agar umat Islam ini paham bahwa ketika ditimpa ujian maka solusinya adalah shalat.Tatsqif ini diakhiri dengan pertanyaan menarik dari salah satu peserta terkait hikmah mengapa Allah SWT tidak langsung memberangkatkan Rasulullah dari Masjidil Haram Ke Sidratul Muntaha tapi melalui masjidil aqsa terlebih dahulu?
Beliau menjawab; “Diantara hikmahnya adalah untuk pembuktian kenabian Rasulullah terhadap orang-orang kafir Quraisy bahwa mereka paham betul Rasulullah belum pernah ke Syam, sedangkan mereka sering bolak-balik berpergian kesana (QS Al-Quraisy).  Dengan transitnya Rasulullah ke Masjidil Aqsa inilah,  ketika para kafir Quraisy mengajukan pertanyaan seperti apa Masjidil Aqsa. Rasulullah dapat membungkam kafir Quraisy dengan menjelaskan setiap sudut yang ada di Masjidil Aqsa dengan detail di hadapan mereka. *dyr/muhajir

 

Sebarkan Kebaikan!