Tadabur Surat al-Insyirah (2), Dosa adalah Magnet Malapetaka

NIKMAT lapang dada yang diberikan kepada Nabi SAW adalah diberikannya kenabian

kepada Beliau, diangkatnya penyakit-penyakit hati, dan dimasukkannya iman, ilmu, dan hikmah ke dalam hati Nabi SAW.

Berdasarkan ayat Surat al-Insyirah, cara untuk melapangkan dada adalah menghilangkan penyakit hati. Di antara penyakit hati adalah kikir, tamak dunia, dengki, hasad, munafik, sombong, merasa lebih baik, buruk sangka, dan masih banyak lagi penyakit hati lainnya yang membahayakan.

Jika hati kita sudah bersih dari segala penyakit hati di atas, masukkanlah iman yang memberikan rasa aman di dada, mencari ilmu, dan masukkan hikmah. Tentu, ini tidak membuat kita berharap untuk Nabi tapi cukup dengan mencontoh Rasulullah SAW.

Ayat 2 Surat al-Insyrah: “Dan kami telah menghilangkan, telah melenyapkan (darimu dosamu)”. (al-Insyirah: 2)

Jadi, semua malapetaka, kesialan yang menimpa seseorang, terjadi karena dosa-dosa lalu yang telah diperbuat. Dosa itu ibarat magnet yang menarik semua malapetaka, kesialan dan yang serupa dengannya. Maka semakin besar dosa seseorang semakin besar pula musibah yang akan menimpanya. Oleh karena itu, minta ampunlah kepada Allah SWT. Jika dosa telah hilang otomatis semua kesialan itu akan hilang.

Siapa saja yang hari ini punya masalah dan musibah, ketahuilah bahwa itulah cara Allah memanggilmu untuk kembali kepada-Nya; bertaubat.

Seandainya semua manusia di dunia ini telah suci, maka Allah bisa mematikan semua lalu menggantikannya dengan manusia pendosa. Itu adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya agar mereka mau beristigfar dan kembali kepada-Nya.

Lalu apa prosedur agar dosa diampunkan? Pertama, bertaubat dengan ikhlas karena Allah, bukan karena kapok. Kedua, bertaubat dengan sungguh-sungguh meninggalkan masa lalu. Ketiga, berjanji untuk tidak mau mengulangi dosa yang telah diperbuat. Setelah bertaubat dan Allah menerima taubat itu, semua akan menjadi lapang, pundak kita menjadi ringan. Bahkan Allah SWT berjanji untuk mengubah semua dosa kita menjadi pahala. Selanjutnya;

“Yang memberatkan (Yang memayahkan) punggungmu.” (al-Insyirah: 3)

Ayat ini maknanya sama dengan ayat lainnya, yaitu upaya Allah memberi ampunan kepada kita atas dosa-dosa yang telah lalu. *(habis)

reporter: mihajir/ editor: azhar az

Sebarkan Kebaikan!