Tadabbur

Tadabbur Surat Nuh Ayat 26-28 l Azab yang Ditimpakan Kepada Kaum Nabi Nuh

SETELAH Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun, tapi direspon dengan pengingkaran dari kaumnya. Menyadari fakta itu, mereka tak mungkin lagi beriman maka Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar orang-orang zalim itu dibinasakan dari muka bumi. walaupun demikian beliau juga mendoakan ampunan dan keselamatan kepada orang-orang beriman.

 

وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا. إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا

  1. Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. 27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.

 

Tafsir Jalalayn

26– (Nuh berkata, “Ya Rabbku! Janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi) bertempat tinggal, makna yang dimaksud ialah jangan biarkan seorang pun di antara mereka.

27- (Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir) lafal faajiran dan kaffaaran berasal dari yafjuru dan yakfuru. Nabi Nuh berdoa demikian setelah ada wahyu mengenai keadaan mereka yang telah disebutkan tadi yakni, bahwa mereka tidak akan beriman, kecuali hanya orang-orang yang telah beriman kepadanya.

 

Tadabbur

jika kejahatan sudah mencapai puncaknya, dan para pelakunya sudah bebal dari nasihatpara da’i, apakah lagi yang tersisa? Bertawakal kepada Allah dan berdoa kepada-nya untuk ‘turun tangan lansung’ menghabisi para pendurhaka. Doa orang yang dizalimi itu pasti didengar oleh Allah.

Nabi Nuh berdoa kepada Allah agar tidak membiarkan seorang pun dari mereka untuk menetap di bumi ini atau di satu tempat tinggal. Dalam kitab tafsir Ibnu katsir disebutkan bahwa Adh-Dhahhak mengatakan: “Satu tempat tinggal pun.” As-Suddi mengatakan: “Beberapa tempat tinggal yang menempati satu tempat tinggal.”

Maka Allah pun mengabulkan permintaannya, sehingga Dia membinasakan mereka semua (orang kafir) yang ada di muka bumi ini sampai anak kandungnya sendiri yang memisahkan diri dari ayahnya. Lalu Allah menyelamatkan semua orang yang menaiki bahtera, yang mereka semua beriman kepada Nuh. Mereka itulah orang-orang yang oleh Allah, Nuh diperintahkan untuk membawanya.

 

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

 

  1. Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”.

 

Tafsir Jalalayn

28– (Ya Rabbku! Ampunilah aku, ibu bapakku) kedua orang tua Nabi Nuh termasuk orang-orang yang beriman (orang yang masuk ke dalam rumahku) atau mesjidku (dengan beriman, dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan) hingga hari kiamat nanti (dan janganlah Engkau tambahkan kepada orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.”) Atau kehancuran, akhirnya mereka benar-benar dibinasakan.

 

Tadabbur

Doa Nabi Nuh yang menimpa memohon ampunan bagi dirinya menunjukkan adab kenabian yang sadar akan kelemahan dan keterbatasannya sebagai manusia. di samping itu, doanya juga memohon keselamatan bagi orang-orang mukmin.

Nabi Nuh meratap, sesuai namanya nuh (meratap), seakan-akan ada kesal dalam hatinya kepada kaumnya hingga meminta disegerakan azab untuk mereka, padahal beliau tidak melakukan itu, karena mereka akan diazab tanpa didoakan pun. Karena Nabi Nuh menutup doanya dengan memohon ampunan, khawatir ada doanya yang keluar dari raswa kesal, buka karena Allah.

Pelajaran yang sangat penting dari sini adalah Nabi Nuh tidak lupa mendoakan kedua orangtuanya, setiap orang yang bertamu ke rumahnya, dan juga mendoakan orang-orang yang beriman kepada Allah Swt. agar diberi ampunan. Indah bukan? Maka jangan pernah melupakan orangtuamu, tetangga, kerabat, dan orang yang beriman di setiap doa-doamu.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close