Tadabbur Surat Nuh Ayat 15-20 l Memahami Hikmah di Balik Penciptaan Langit dan Bumi

PADA pembahasan sebelumnya telah dikemukakan esensi dakwah Nabi Nuh. Ayat 16-20 ini  mengajak untuk merenungi ciptaan Allah SWT.. Tidak sekedar melihat dengan mata biolgis saja, tapi menghadirkan mata hati untuk memahami hikmah di balik penciptaan langit dan bumi.

 

أَلَمْ تَرَوْا كَيْفَ خَلَقَ اللَّهُ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا. وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

 

  1. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat? 16. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?

 

Tafsir Jalalayn

  1. (Tidakkah kalian perhatikan) kalian lihat (bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit bertingkat-tingkat?) sebagian di antaranya berada di atas sebagian yang lain.
  2. (Dan Allah menciptakan padanya bulan) yaitu pada langit yang paling terdekat di antara keseluruhan langit itu (sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita?) yang memancarkan sinar terang yang jauh lebih kuat daripada sinar bulan.

Tadabbur

Dalam ayat ini, Nabi Nuh mengarahkan kepada kaumnya untuk merenungkan keagungan Allah Swt. melalui ayat-ayat kauniyah yang ada di jagat raya. Langit yang berlapis-lapis yang menjadi atap kehidupan; juga matahari dan bulan yagn sinarnya menerangi kehidupan umat manusia. siapakah yang mengadakan semua mahluk raksasa itu? Siapakah selain Allah yang mentapkan aturan-aturan terhadapa mereka (posisinya, jaraknya, kecepatannya, dan sebagainya), yang tidak sekali pun benda-benda itu menyimpan darinya.

Satu hal yang pasti adalah bahwa semua ciptaan Allah di jagat raya ini diperuntukkan kepada manusia. Lapisan atmosfir untuk menyaring cahaya matahari. Tumbuh-tumbuhan yang dijadikan sebagai makanan, diolah jadi tempat tinggal, dan sebagainya.

 

وَاللَّهُ أَنْبَتَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا. ثُمَّ يُعِيدُكُمْ فِيهَا وَيُخْرِجُكُمْ إِخْرَاجًا

 

  1. Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya, 18. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengan sebenar-benarnya.

Tafsir Jalalayn

  1. (Dan Allah menumbuhkan kalian) Dia telah menciptakan kalian (dari tanah) karena Dia telah menciptakan bapak moyang kalian, yaitu Nabi Adam daripadanya (dengan sebaik-baiknya.)
  2. (Kemudian Dia mengembalikan kalian ke dalam tanah) dalam keadaan terkubur di dalamnya (dan mengeluarkan kalian) dari dalamnya menjadi hidup kembali pada hari kiamat (dengan sebenar-benarnya.)

Tadabbur

Penciptaan manusia digambarkan seperti tanaman yang tumbuh dari tanah. Hakikat ini dimaksudkan, agar hati mereka merasakan adanya kekuasaan Allah yang menentukan mereka dari tanah dan mengembalikan mereka ke tanah lagi. lalu membangkitkan mereka lagi pada kali lain untuk kemudian menghisabnya.

Memang, dari tanah akan dikembalikan ke tanah, tapi perjalanan manusia tidak berhenti di tanah. Ada hal besar yang harus dipertanggungjawabkannya kemudian. Setelah itu, adakalanya naik ke surga, dan adakalanya terbenam dalam neraka.

 

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ بِسَاطًا. لِتَسْلُكُوا مِنْهَا سُبُلًا فِجَاجًا

 

  1. Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, 20. supaya kamu menjalani jalan-jalan yang luas di bumi itu”.

Tafsir Jalalayn

19- (Dan Allah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan) yakni dalam keadaan terhampar.

20-  (Supaya kalian menempuh padanya jalan-jalan) atau menempuh jalan-jalan (yang luas.”) yang lebar.

Tadabbur

Allah mendekatkan gambaran akan nikmat-Nya terhadap manusia; tentang bagaimana bumi dihamparkan, jalan-jalan yang dilapangkan. Sebenarnya, bagi seseorang yang melakukan perenungan, setiap kali bertambah pengetahuannya tentang hakikat kehidupan ini, maka ia akan selalu menjumpai sisi yang baru, dan berarti telah menjangkau ufuk yang lebih jauh lagi.

Apabila seorang hamba Allah membuka matanya untuk mebaca ayat-ayat Al-Qur’an, maka dengan itu, dia telah mensyukuri nikmat Allah Swt. dalam menciptakan alam semesta. Karena mata tak akan melihat tanpa asupan makanan, makanan tidak ada kalau tidak ada tanah, tanah tidak akan bisa menumbuhkan makanan tanpa hujan, hujan tidak akan  ada tanpa matahari dan bulan, matahari dan bulan pun tidak akan ada jika taka da langit, langit pun tidak akan ada kalau tidak ada malaikat-malaikat yang menjaga keseimbangannya, dan malaikat-malaikat pun tidak akan mampu menjaga kalau bukan karena Allah. Sebaliknya, apabila mata digunakan, satu kedip saja kepada maksiat maka semua mahluk mengutuknya.

*MN

Sebarkan Kebaikan!