Tadabbur
Trending

Tadabbur Surat Alma’arij | Kala Pengorbanan Tak Lagi Berguna

ADAKAH pernah kau coba bertanya, mengapa harapan sampaikan nyeri? Saat rasa ingin ditolong, namun pengorbanan tak lagi berguna. Kala pengorbanan tak lagi berguna adalah keadaan orang-orang kafir di hari kiamat kelak. Aab telah di depan mata. Rasa sesal yang menggumpal di dalam hati. Rasa besar ingin selamat, tapi Allah berfirman, “Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak.”

Harapan dari orang dekat, mungkin saja ada pertolongan. Namun Allah tegaskan lagi. “Dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya.” (QS. Almaarij: 10)

Neraka yang menankutkan. Siksaan yang menunggu telah memutuskan hubungan. Keadaan itu memaksaa setiap orang untuk memperhatikan dirinya sendiri. Tidak seorang pun yang tergerak hatinya untuk menanyakan keadaan temannya. Tidak ada seorang pun yang meminta tolong kepada orang lain.

“Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.” (QS. Almaarij: 11-14).

Bahkan, akibat ketakutan yang bergejolak perasaan ibah pun telah hilang secara mutlak. Demi menyelamatkan dirinya, ia tega mengorbankan orang-orang yang paling disayangi dan dihormatinya; anak-anak, istri, saudara, kerabat, bahkan seluruh manusia, sekiranya dapat menebus dirinya.

Inilah gambaran kesedihan yang luar biasa, dan keinginan yang menggebu-gebu untuk melepaskan diri. Gambaran tentang kesedihan, ketakutan, kesusahan dan penderitaan yang sungguh sangat mengerikan. Semua bentuk pertalian yang terjalin di dunia akan diputus secara paksa.

Saat-saat yang menegangkan itu, Allah menghilangkan titik-titik harapan dan menggantinya dengan penyesalan di dalam hati orang-orang kafir.  “Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak, Yang mengelupaskan kulit kepala, Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling (dari agama). Serta mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.” (QS. Alma’arij: 15-18)

Kata (كَلَّا) adalah sebuah peringatan bahwa tidak ada satupun yang dapat menyelematkannya dari siksa. Sama sekali tidak bisa dan tidak akan ada tebusan! sungguh, neraka itu api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala bahkan semua kulit tubuh. Yang selalu memanggil orang yang membelakangi iman dan kebenaran dan yang berpaling dari petunjuk agama, dan orang yang mengumpulkan harta benda tanpa menghiraukan hukum dan ketentuan Allah lalu menyimpannya, yakni harta yang dikumpulkannya itu, enggan menafkahkan di jalan Allah.

Kata (كَلَّا) juga adalah, Allah memupus angan-angan para pendosa. “Sekali-kali tidak dapat!” Sungguh kalimat ini menjadikan jiwa seseorang hancur berkeping-keping.

Mereka hidup dalam penderitaan yang berkepanjangan, dan semakin hari semakin menjadi-jadi, sementara tidak akan diberikan kematian.

Seakan neraka itu memiliki jiwa yang hidup, yang turut menakut-nakuti dan menyiksa, dengan kehendaknya. Neraka memanggilnya, sebagaimana ia dulu dipanggil untuk menerima petujuk, tetapi ia berpaling dan membangkang. Dahulu, di dunia ia sibuk mengumpulkan harta sehingga tidak menghiraukan panggilan dakwah. Namun, seruan neraka ini, ia tak kuasa lagi mengabaikannya.

Yang tidak memenuhi seruan dakwah atau adzan akan diseur oleh nerakan, dan saat itu tidak bisa mengelak. *Ditulis dari kajian tadabbur Ustadz Bachtiar Nasir di Masjid Pondok Indah, Selasa, (26/2/2019).

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close