Tadabbur Surat Ali Imran Ayat 44 l Berita Ghaib yang Disampaikan oleh Wahyu

Majelis Tadabbur Kamis Pagi yang diadakan di AQL Islamic Center kali ini membahas surat Ali Imran ayat 44. KH Bachtiar Nasir mengupas berita ghaib yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun berita ghaib yang disampaikan oleh utusan-Nya. Dalam kajian tadabburnya, KH Bachtiar menjelaskan bahwa kata ghaib berarti informasi yang tidak bisa di dapatkan kecuali melalui Allah Swt., baik yang disampaikan dalam Al Qur’an ataupun utusan-Nya dari kalangan malaikat dan manusia.

Beliau menjelaskan bahwa pekerjaan yang paling berat adalah menunggu sesuatu yang tak pasti. Sebab, jika kita menunggu seseorang dan telah disepekati waktunya maka tingkat kegelisahannya sangat tipis. Berbeda lagi jika sudah ditetapkan waktunya ternyata ada hal lain yang menjadikan janji itu tidak ditetapi, misalnya delay pesawat, orang yang menunggu akan merasakan kegelisahan yang berat dari kasus pertama jika yang ditunggu tidak memberi informasi perihal keterlambatannya. Sehingga menunggu sesuatu yang tidak pasti menjadi pekerjaan jiwa yang paling berat karena menunggu sesuatu yang tidak terkait dengan waktu dan tempat.

Akan tetapi, menunggu sesuatu yang tak pasti itu, menurut KH Bachtiar, kebanyakan pikiran kita positif. Masa depan sebanarnya sesuatu yang tidak pasti, sehingga akan membuat gelisah semuaorang jika terus memikirkannya. Namun kita wajib bersykur karena Allah Swt. telah membocorkan berita ghaib perihal masa depan, akhirat, tentang alam kubur, dan lain sebagainya dalam Al-Qur’an. Maka selanjutnya, hanya hidayah yang mebuat kita yakin atau beriman atau kufur terhadap berita ghaib itu.

Untuk lebih memahami berita Ghaib itu, berikut tadabbur surat Ali Imran ayat 44 yang mengupas tentang berita ghaib yang disampaikan melaui wahyu.

 

ذَٰلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۚ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يُلْقُونَ أَقْلَامَهُمْ أَيُّهُمْ يَكْفُلُ مَرْيَمَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ يَخْتَصِمُونَ

 

Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. (QS. Ali Imran : 44).

  • Tafsir Jalalayn

(Demikian itu) yakni apa yang telah disebutkan mengenai Zakaria dan Maryam (adalah sebagian dari berita-berita gaib) berita-berita yang kamu tidak ketahui (yang Kami wahyukan kepadamu) hai Muhammad (padahal kamu tidak hadir bersama mereka ketika mereka lemparkan anak-anak panah mereka) ke dalam air untuk mengundi (siapakah di antara mereka yang akan mengasuh) atau mendidik (Maryam. Dan kamu juga tidak hadir bersama mereka ketika mereka bersengketa) tentang pengasuhannya sehingga bagaimana kamu akan dapat mengetahui dan menceritakan kisahnya padahal kamu mengetahuinya hanyalah dengan perantaraan wahyu.

 

  • Tadabbur

 

(ذَٰلِكَ) Yang demikian itu. Ayat ini masih lanjutan dari kisah Nabi Zakaria dan ibunda Maryam tentang keajaiban yang mereka dapatkan. Ketika Zakaria sangat bahagia mendengar informasi akan punya anak begitu juga ibunda Maryam, Hannah binti Faqudz. Dalam ayat ini Allah menjelaskan berita ghaib yang diterima Zakaria, Maryam, dan ibundanya. Informasi ghaib itu benar dan kebenarannya absolut. Kata zalika di sini menunjukkan keotentikan informasi ghaib itu. Karena kata zalika dalam bahasa Arab disebut sebagai isyarah, menunjuk yang jauh, bisa tempat dan juga keadaan.

(مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ) adalah sebagian dari berita-berita ghaib. Kata anbaa’I jamak dari kata naba’un yang terdapat dalam surat An-Naba ayat 2. Informasi yang ada dalam Al-Qur’an itu bukan hal yang biasa tapi peristiwa yang sangat besar, sebagiand ari berita besar yang ghaib.

Seperti disebutkan tadi bahwa ghaib artinya informasi yang tidak bisa di dapatkan kecuali melalui Allah, baik yang disampaikan dalam Al Qur’an ataupun utusan-Nya dari kalangan malaikat dan manusia.

Jika informasi itu tidak berasal dari Allah Swt. dan Rasul-Nya maka kita tidak boleh percaya dan diamalkan, misalnya disampaikan oleh para dukun dan tentu hal ini adalah dosa yang sangat besar. Tetapi jika itu bersumber dari Allah dan Rasul-Nya maka kita wajib meyakini dan mengamalkan informasi ghaib itu.

Misalnya Rasulullah mengatakan bahwa siapa saja yang membaca surat Al-Kahfi setiap malam jum’at maka dia akan terhindar dari fitnah dajjal. Terkesan tidak masuk akal, tetapi Allah mempunyai ‘logika’ sendiri dalam mengatur kehidupan di alam ini. Dan logika manusia tidak bisa bahkan tidak akan mampu mencapai ‘logika’ Allah Swt.

Orang beriman itu jalur informasinya lansung dari Allah Swt. Kemudian orang itu akan diberi taufik dan dimudahkan mengamalkannya kemudian diberi kekuatan dan kesabaran.

(نُوحِيهِ إِلَيْكَ) yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad). Allah mengutus dalam setiap zaman untuk menjelaskan informasi itu dalam bentuk wahyu. Sebagaimana Rasulullah SAW. beliau diberi wahyu kepada Allah untuk menjelaskan kepada umat manusia jalan kebenaran dan kesesatan yang berasal dari informasi ghaib yang terdapat dalam Al-Qur’an. Allah Swt. juga mengirim malaikat rahmat kepada orang beriman untuk menjelaskan informasi ghaib itu dalam bentu ilham. Malaikat rahmat itu akan memasukkan secara lembut ke dalam hati orang yagn dikehendaki oleh Allah Swt.

Inilah tadabbur surat Ali Imran yang disampaikan oleh KH Bachtiar Nasir (8/2/18) di AQL Islamic Center. Untuk memahami lebih lanjut, bisa hadir dalam Mejelis Tadabbur yang diadakan setiap kamis pagi di AQL Islamic Center. Semoga bermanfaat. Allahu a’lam bish shawab.

*Gubahan M

Sebarkan Kebaikan!