Tadabbur

Tadabbur Surat Ali Imran 46-47 l Keistimewaan Nabi Isa

SIAPA yang tidak mengenal Nabi Isa AS? putra dari Maryam yang dinobatkan oleh Al-Qur’an sebagai wanita suci. Maryam pun terukir indah namanya karena kashalihan dan keteladannya. pada kesempatan ini, kita akan membahas keistimewaan Isa Al Masih putra Maryam.

 

وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh”.

Tafsir Jalalayn

(Dia berbicara dengan manusia sewaktu dalam buaian) sewaktu masih kecil dan belum lagi tiba saatnya untuk berkata-kata (dan ketika sudah dewasa dia termasuk salah seorang yang saleh.”)

Tadabbur

(َكَهْل) artinya puncak kepemudaan. Isa ketika berbicara di buaiannya sama dengan cara bicara pada punca kepemudaannya. Wahyu berasal dari Allah sehingga harus tersampaikan dengan jelas agar tidak terdistorsi.

(وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا) Subtansi penyampaian Nabi Isa ketika masih dalam buaian dan ketika sudah dewasa adalah sama. Yaitu mengajak untuk ibadah kepada Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya pada waktu masih bayi. Hal ini adalah mukjizat dari Allah Swt.

(وَمِنَ الصَّالِحِينَ) salah satu keistimewaan Nabi Isa adalah dia termasuk orang yang saleh. Perkataan, perbuatan, dan juga ilmu yang benar dan amal saleh.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda: “Tidak ada yang dapat bicara ketika masih dalam buaian kecuali tiga bayi, yaitu `Isa, seorang bayi pada masa Juraij, dan seorang bayi lainnya.” (Muttafaq alaih)

Dari ayat ini kita bisa mengambil pelajaran tentang bagaimana mengedapankan wahyu dari akal. Pertama percayalah bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah sunnatullah. Semua kemauan manusia, bahka pergerakan semesta, gemercik air, gesekan dedaunan adalah kehendak Allah Swt. Maka ada tiga poin penting untuk memahami kehidupan ini, Sunnatullah, wahyu dan akal.

Akal tidak akan mampu memahami sunnatullah jika tidak mempelajari wahyu. Ujian logika juga yang menimpa umat nabi Isa, mereka diperhadapakan dengan satu peristiwa yang tidak masuk akal atau tidak sesuai dengan hukum logika. Tidak mungkin akan terlahir seorang bayi tanpa ayah, ini adalah logika umum yang semua manusia menyetujianya.

Tapi saat ini kita bisa memahami hal itu. Dengan adanya bayi tabung, sewa rahim, dan berbagai praktek kedokteran yang bisa melahirkan tanpa ada seorang ayah sedikit membuka mata kita tentagn mukjizat Nabi Isa itu.

 

قَالَتْ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي وَلَدٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ ۖ قَالَ كَذَٰلِكِ اللَّهُ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

Tafsir Jalalayn

(Kata Maryam, “Wahai Tuhanku! Betapa mungkin aku mempunyai anak padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki?”) misalnya dengan perkawinan dan sebagainya. (Firman-Nya, “Soalnya seperti itulah) yaitu menciptakan anakmu tanpa bapak (Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.” Apabila Dia menghendaki menetapkan sesuatu) seperti hendak menciptakannya (maka cukuplah bagi-Nya mengatakan padanya, “Jadilah,” maka jadilah dia.) artinya terciptalah ia.

Tadabbur

Ketika mendengar kabar gembira yang disampaikan oleh Malaikat itu, Maryam berucap dalam munajatnya: rabbi innii yakuunu lii waladuw walam yamsasnii basyar (“Rabbku, bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-laki pun.”)

Tentu hal menabrak logika manusia, karena ada akibat tanpa sebab. Hal itu juga yang mebuat Maryam menumpahkan curahan hatinya kepada Allah Swt., bahkan terucap darinya kata-kata ketidakfahaman sehingga mengikis semangatnya. Maryam yang tidak punya suami, bahak niat menikah pun belum ada dan dia bukan seorang palacur. Sebagai jawaban atas tanda tanya besar yang bersarang di kepala Maryam, malaikat Jibril datang kepadanya dan menyampaikan berita gembir perihal ini. kadzaalikillaaHu yakhluqu maa yasyaa-u (“Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.”) Artinya, demikianlah perintah Allah itu sangat agung, tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkannya.

(يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ) di ayat ini Allah tidak menggunakan kata  “yaf’alu maa yasyaa-u” seperti dalam kisah Nabi Zakarya. Artinya, Dia menegaskan bahwa Isa itu diciptakan, dengan tujuan agar tidak ada syubhat atau keraguan.

Isa diciptakan diperkuat dengan sambungan ayat, idzaa qadlaa amran fa innamaa yaquulu laHuu kun fayakuun. Allah hanya memerintah satu kaliu saja, tanpa diulangi, maka segeralah terjadi sesuatu secepat kejapan mata.

*MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close