Tadabbur Surat Ali-Imran : 39 I Kekuatan Doa, Harapan Menjadi Kenyataan

Nabi Zakariah AS dan harapan yang diwarnai dengan doa. Doa yang diisi dengan harapan. Meminta keturunan hanya dari sisi Allah. Ia tidak pernah putus asa terhadap janji-Nya, karena baginya, Dia pasti mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Allah Maha mendengar dan Maha mengabulkan doa.

Sebenarnya, yang membuat kita gagal hanya satu, yaitu berhenti. Masalah dekadensi moral remaja, masalah rumah tangga, masalah bangsa, selagi tidak berhenti untuk berusaha, berharap dan berdoa kepada Allah, Dia akan memberikan solusi yang terbaik.

Zakariah mempunyai tiga tembok kemustahilan untuk memiliki anak; tua rentah, tidak punya sperma lagi, dan istrinya mandul. Banyak hal di dunia ini yang tidak bisa diukur dengan logika manusia, karena Allah Maha berkehendak atas segala sesuatu. Harapan Zakariah yang menjadi kenyataan, karena dia tidak pernah putus asa memohon kepada-Nya, dan dia yakin bahwa hanya doa yang mampu meruntuhkan tembok kemustahilan itu.

Dalam kehidupan ini, ada orang yang berharap tapi tidak berdoa, berusaha tapi tidak berdoa, hal itu lemah energi. Terdapat pula orang yang berdoa tapi isi doanya tidak ada harapan, bahkan tidak mengerti apa yang dimintanya, maka sama doanya sangat lemah untuk menembus lapisan-lapisan langit. Doa yang bisa menembus lansung dan sampai ke Arsy Tuhan adalah doa yang di dalamnya ada harapan kuat dan ikhtiar, layaknya doa Nabi Zakariah.

Ketika kondisi seorang hamba sudah sampai pada batas usahanya, maka yang menyukseskan adalah doa. Doa hamba kepada Allah Swt.

فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

  • Tafsri Jalalain

(فَنَادَتْهُ الْمَلَائِكَةُ Lalu ia dipanggil oleh malaikat) yakni Jibril (وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ ketika ia tengah berdiri mengerjakan salat di mihrab) maksudnya mesjid (أَنَّ bahwa) mestinya bi-anna dan menurut suatu qiraat bi-inna dengan memperkirakan iqaalat, yakni malaikat itu berkata (اللَّهَ يُبَشِّرُكَ Allah memberimu kabar gembira) ada yang memakai tasydid dan ada pula yang tidak (بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ  dengan Yahya yang membenarkan kalimat) yang datang (مِنَ اللَّهِ dari Allah) maksudnya membenarkan Nabi Isa bahwa ia adalah roh ciptaan Allah. Dinamakan kalimat karena ia diciptakan melalui kalimat kun; artinya jadilah kamu. (وَسَيِّدًا Menjadi panutan) pemimpin (وَحَصُورً dan mampu menahan hawa nafsu) terutama nafsu seksual (وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ dan seorang nabi dari keturunan orang-orang saleh.) Menurut riwayat ia tidak pernah berbuat satu kesalahan pun dan tak ada keinginan untuk melakukannya.

  • Tadabbur Ayat

Ketika Zakariah dipanggil oleh malaikat saat sedang bersujud meninggikan Tuhan-Nya, ia diberi kabar gembira yang berasal dari Dzat yang Maha Kuasa dan Maha berkehdak atas segala sesuatu. Soal doa yang tak terjawab, itu adalah wilayah Tuham, maka tidak usah ikut campur. Tugas kita hanya berdoa. Jika dikabulkan maka bersyukurlah, dan jika tidak dikabulkan maka bersyukur juga, karena Allah Maha mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya.

Malaikat berkata, sesungguhnya Allah membawa berita gembira buat kamu dengan Yahya. Siapa Yahya? Dia adalah hamba Allah yang membenarkan kalimat yang datang dari Allah, seorang panutan dan teladan, mampu menahan diri dari keinginan hawa nafsu, seorang nabi dan berasal dari keturunan orang yang shalih.

Jika ingin menjadi seperti zakariah, maka jadilah orang yang benar, belajar yang benar, mengerjakan yang benar, mengajarkan yang benar, bersabar di atas kebenaran, dan bersabar memperjuangkan kebenaran.

Terkait malaikat yang mendatangi zakariah ketika sedang shalat di mihrabnya, ada ulama yang mengatakan bahwa ia adalah jibril. Tapi dalam bahasa arab, kata (الْمَلَائِكَةُ) adalah jamak, artinya banyak. Ini yang disepakati mayoritas ulama, bahwa banyak malaikat yang mendatangi Zakariah untuk meberikan kabar gembira kepadanya. Juga terkait tempatnya, ada yang mengatakan di mihrab masjid dan ada pula yang berpendapat mihrab rumah, tapi bagi laki-laki masjid itu lebih tepat, dan itu yang disepakati mayoritas ulama. Yahya juga menjadi perdebatan, ada yang mengatakan Yahya adalah kata kerja artinya hidup, ada juga yang mengatakan kata benda, artinya nama. Pendapat yang kuat adalah kata benda, Yahya adalah nama yang diberikan Allah kepada anak Zakariah.

Hal terpenting adalah bukan jumlah malaikatnya, di mana zakariah berdoa, dan Yahya itu kata kerja atau bukan, tapi esensi dari kisah yang disampaikan Al-Qur’an. Jangan putus asa dari janji Allah, jangan berhenti berdoa, dan bungkus doa-doamu dengan harapan yang kuat, dengan demikian “Tangan Allah” yang akan merakayasa. Buktinya, tembok kemustahilan Zakariah untuk memiliki anak itu runtuh, sebuah kekuatan doa yang sangat dahsyat. *Tadabbur Kamis Pagi, AQL Islamic Center, 30/11/17.

 

 

Sebarkan Kebaikan!