Tadabbur
Trending

Tadabbur Surat Al Ma’arij (5-14) | Keadaan Para Penentang Azab Allah di Hari Kiamat

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik. Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). (Ingatlah) pada hari ketika langit men-jadi bagaikan cairan tembaga, dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan), dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya, Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.” (QS. 70: 5-14)

Tadabbur

Ayat 5: Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik”

Kesabaran yang baik adalah kesabaran yang menenangkan, yang tidak disertai kemarahan, keguncangan, dan keraguan terhadap janji Allah. Kesabaran orang yang percaya kepada akibat yang bakal terjadi, yang ridha kepada qadar Allah, yang merasakan hikmah di balik ujian-Nya, selalu berhubungan dengan-Nya, dan mengharapkan pahala di sisi-Nya pada setiap apa yang menimpa dirinya.

Sabar itu indah, dan bisa menjadikan segala sesuatu indah. Kalau kita masih merasakan sabar itu pahit, berarti sabar kita masih dicampuri ketidaksabaran, karena keadaan tidak sabar itu benar-benar sangat menyakitkan.

Ayat 6-7: “Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).”

Hakikat ini mengajarkan bahwa ketentuan Allah terhadap sesuatu urusan berbeda dengan ketentuan manusia, dan ukurannya yang mutlak tidak sama dengan ukuran manusia yang kecil dan kerdil.

Masa depan itu dekat. Kiamat pun dekat, karena masa depan. Yang jauh itu hanya satu, yaitu masa lalu. Tapi orang yang dikuasai kekufuran tidak dapat melihat hal itu, seakan akan waktu tidak akan pernah membawanya ke masa depan.

Ayat 8-9: “Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil). Sedangkan Kami memandangnya dekat (pasti terjadi). dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),”

Alangkah mengerikannya pemandangan hari Kiamat! Sungguh siapa saja manusia pasti akan menciut nyalinya. Langit yang selama ini kita kagumi keindahannya, dan menjadi salah satu sumber kelangsungan kehidupan, berubah menjadi luluhan tambang yang kotor. Gunung-gunung yang perkasa menjadi bulu-bulu yang ditiup angin. Bila kita membayangkan situasi semacam itu, masih patutkah manusia menyombongkan dirinya?

Alam semesta mengalami kehancuran total untuk kehidupan yang baru yang abadi, dan pembuktian janji-janji, baik adzab maupun nikmat.

Ayat 10: “Dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya.”

Semua yang menakutkan itu telah memutuskan hubungan, dan memaksa setiap orang untuk memperhatikan dirinya sendiri saja. Tidak seorang pun yang tergerak hatinya untuk menanyakan keadaan temannya, dan tidak ada seorang pun yang meminta toiong kepada orang lain.

Ketika seorang teman tak menegurtemannya, atau tak menanyakan kabamya, itulah Kiamat.

Ayat 11-14. “Sedang mereka saling memandang. Orang kafir ingin kalau sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab hari itu dengan anak-anaknya, dan isterinya dan saudaranya, dan kaum familinya yang melindunginya (di dunia). Dan orang-orang di atas bumi seluruhnya kemudian (mengharapkan) tebusan itu dapat menyelamatkannya.”

Kondisi orang yang berdosa di saat-saat yang menakutkan itu, bahkan sudah kehilangan perasaannya secara mutlak. Demi menyelamatkan dirinya, ia tega mengorbankan orang-orang yang paling disayangi dan dihormatinya; anak-anak, istri, saudara, kerabat, bahkan seluruh manusia, sekiranya dapat menebus dirinya.

Inilah gambaran kesedihan yang luar biasa, dan keinginan yang menggebu-gebu untuk melepaskan diri. Gambaran tentang kesedihan, ketakutan, kesusahan dan penderitaan yang sungguh sangat mengerikan.

Semua bentuk pertalian yang terjalin di dunia akan diputus secara paksa, kecuali orang-orang yang Muttaqin. *Majelis Tadabbur oleh Ustadz Bachtiar Nasir di Masjid Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa, (22/1/19).

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close