Tadabbur

Tadabbur Surat Al-Jin 19-22 I Risalah Muhammad

(19) Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.

  • Tafsir Jalalain

(وَأَنَّهُ  Dan bahwasanya) dapat dibaca annahu dan innahu; juga merupakan kalimat baru, sedangkan dhamir yang ada ialah dhamir sya’n (لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ  tatkala hamba Allah berdiri) yakni Nabi Muhammad saw. (يَدْعُوهُ menyembah-Nya) beribadah kepada-Nya di lembah Nakhl (كَادُوا  hampir saja mereka) yakni jin-jin yang mendengarkan bacaan Alquran itu (يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا  desak-mendesak mengerumuninya) yaitu sebagian di antara mereka menindih sebagian yang lain berjejal-jejal karena keinginan mereka yang sangat untuk mendengarkan bacaan Alquran. Lafal libadan dapat pula dibaca lubadan; dan merupakan bentuk jamak dari lubdatun.

  • Tadabbur Ayat

Nama Nabi Muhammad SAW tidak disebutkan dalam ayat ini adalah bentuk penegasan kemuliaan beliau. Dalam ayat ini juga digambarkan bahwa ketika Nabi beribadah di lembah Nakhl bangsa jin berdesak-desakan untuk mendengarkan Al-Qur’an. Dalam hal ini, ada perbedaan pendapat, ada ulama yang mengatakan bahwa yang berdesak-desakan adalah jin beriman da nada juga yang mengatakan jin kafir. Tapi jumhur ulama mengatakan yang berdesak-desakan adalah jin beriman. Adapun tafsiran jin kafir adalah mereka ingin memadamkan cahaya Allah (agama). Tapi tidak ada yang mampu memadamkan cahaya Allah.

Sedangkan pendapat jumhur ulama, yaitu yang berkerumun adalah jin beriman, hal itu terjadi karena ketakjuban mereka kepada Al-Qur’an. Mereka takjub terhadap isi Al-Qur’an. Mereka juga takjub dengan cara ibadah nabi, ibadah yang berbeda dengan ibadah yang berkembang pada saat itu. Nabi Muhammad mempunyai magnet yang sangat kuat kepada jin. Hal ini diceritakan sendiri oleh bangsa jin, sebagaimana yang termaktub dalam ayat 1 surat Al-Jin. Nabi Muhammad memang tidak hanya diutus untuk kalangan manusia saja, tapi juga kepada bangsa jin. Oleh karena itu, Allah tidak mengutus nabi dan rasul dari bangsanya.

Bangsa jin memiliki kelebihan dalam masalah keduniaan tapi bodoh dalam masalah agama. Makanya mereka kepada manusia. Mereka pun sering mengikuti pengajian dari ulama untuk mendengarkan dan mempelajari ilmu agama. Kekaguman jin kepada manusia hanya manusia yang mempunyai keilmuan yang tinggi, mengamalkan ilmunya, dan berani mengambil resiko demi mempertahankan kebenaran.  Dalam hal ini, ada juga jin yang menjadi ulama, dalam artian menjadi guru bagi jin yang lain.

Ayat 20-23 I Misi Kerasulan Muhammad

(20) Katakanlah: “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”.

(21) Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) suatu kemanfaatan”.

(22) Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya”.

  • Tadabbur Ayat

Ada tiga misi kerasulan Muhammad yang disebutkan dalam hal ini, yaitu; Nabi Muhammad hanya menyembah Allah dan tidak menyekutuka-Nya, dalam menyampaikan risalah dia tidak mampu mendatangkan manfaat dan mudharat, Nabi mengeaskan bahwa tidak ada seorang pun yang melindunginya dari azab Allah dan hanya kepada-Nya tempat berlindung. Ketiga misi ini terdapat dalam surat Al-Jin ayat 20-22

Pertama, beliau hanya hamba Allah yang diamanahkan kepadanya kenabian. Jika bukan karena amanah itu maka beliau sama saja dengan kita. Untuk itu menegaskan bahwa nabi hanya menyembah Allah dan tidak akan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Jika ingin membersihkan ideologi kita dari ideology sesat maka mulailah dari mentauhidkan Allah Swt.

Dalam kehidupan kesehariannya, Nabi Muhammad sangat sederhana. Disebutkan dalam banyak riwayat bahwa beliau berpakaian sedrehana dan makan hanya untuk meluruskan tulang punggungnya. Beliau tidak berlebihan ketika berurusan dengan dunia. Tapi jika sudah menyangkut dengan agama, beliau memberikan yang terbaik untuk Islam. unta beliau adalah unta terbaik, baju besi terbaik, pedang terbaik, sedekah terbaik, semua terbaik pasti untuk Isla,

Rasulullah juga tidak pernahj mundur dalam menegakkan agama Allah walau sedikit pun. Tidak pernah takut diusir, tidak takut dibunuh, tidak takut dimiskinkan. Bahkan suatu ketika ia berjalan kaki berdakwah ke Thaif, tapi penduduk Thaif malah melemparinya dengan bebatuan sebagai bentuk penolakan. Apakah beliau melawan? Bahkan ditawari oleh malaikat gunung, jika Muhammad ingin maka penduduk Thaif bisa ditimpahkan kampung mereka dengan gunung. Tapi akhlak beliau yang penyayang, malah mendoakan yang terbaik untuk penduduk yang telah menolaknya, membubarkan pengajiannya dengan doa kebaikan.

Walau pun musuh Allah itu gencar melakukan serangan untuk memadamkan cahaya Allah, mereka tidak akan pernah bisa memadamkan cahaya itu. Karena hal itu telah dijamin oleh Allah sendiri (QS. At-Taubah : 32).

Suatu ketika kafir Quraisy menghadap kepada Rasul, karena mereka sudah putus asa untuk memadamkan cahaya Allah. Mereka menawarkan kepada nabi jika ingin harta maka dia akan dijadikan orang terkaya di bangsa Quraisy, jika ingin wanita maka dicarikan wanita tercantik di bumi Quraisy, dan jika ingin menjadi raja maka dia akan diangkat menjadi raja. Namun, Rasul menjawa, “andai kalian letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, saya tidak akan pernah menginggalkan urusan ini”.

Dalam misi kerasulan yang dibawanya, beliau juga mengakui bahwa beliau tidak bisa mendatangka manfaat dan mudharat. Dia hanya utusan Allah Swt. sebagai contoh, besar keingina Rasul untuk memberikan syafaat kepada pamannya di hari kiamat kelak, tapi itu tidak bisa dilakukan oleh beliau. Nabi harus merelakan pamannya yang selalu menolongnya disiksa dalam neraka, karena tidak mendapatkan hidayah. Mudharat dan manfaat adalah hak penuh Allah begitu pun hidayah, jika manusia sudah meyakini hal itu dengan keyakinan tinggi, maka fikirannya telah tercuci dengan kebaikan.

Jika keyakinan ini sudah mengakar dalam jiwa, maka kita tidak akan pernah takut kepada siapa pun. Mansuia hanyalah ciptaan, Negara paling kuat pun tidak bisa membinasakan kita tanpa seizing-Nya. *Tadabbur selasa pagi, Masjid Raya Pondok Indah, 21 November 2017. 

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close