Tadabbur Surat Al-Jin 18-19 l Adab-Adab Dalam Masjid

18- Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

Masjid adalah tempat didirikannya peribadatan kepada Allah, khususnya shalat. Kata masjid dalam ayat di atas memakai alif lam menunjukkan tempat yang biasa digunakan untuk shalat. Perbedaan antara masjid dan mushallah adalah, jika mushallah tidak didirikan di sana shalat jum’at, hanya untuk shalat berjamaah saja.

Di dalam masjid itu kita hanya diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya dan tidak boleh ada dua aktivitas di dalamnya, yaitu menyembah berhala dan thagut. Kafir Quraisy dahulu, mereka membuat sesembahan selain Allah di rumah-Nya. Sama halnya menyembah thagut. Thagut adalah semua yang disembah selain Allah. Misalnya, membesar-besarkan seseorang di dalam masjid melebihi sanjungan kepada-Nya, walau pun itu pendiri masjid bahkan ulama sekali pun, kita tidak boleh memujanya melebihi pujaan kita kepada-Nya, karena perbuatan itu bisa menjadi thagut. Sebab, di dalam masjid itu kita hanya diperintahkan untuk membesarkan dan mengagungkan nama-Nya.

(وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ) kata masjid di sini dilekatkan dengan lafzul jalalah, para ulama mengatakan bahwa jika masjid itu dilekatkan dengan Allah maka hal untuk littasyrif (untuk memuliakan masjid itu). Tetapi, jika dilekatkan selain Allah sebagai bentuk nama hal itu dinamakan litta’rif (untuk pengenalan), misalnya Masjid muhammadiyah, masjid NU, dan lain-lain.

(فَلَا تَدْعُوا) kita dilarang dalam masjid untuk meminta permohonan perlindungan atau pengharapan kepada selain Allah, karena masjid itu tempat khusus untuk mengagungkan Allah subhanahu wa ta’aala. Sehingga ada juga larangan untuk berdagang di areal ibadah masjid.

(مَعَ اللَّهِ أَحَدًا) seumpama kalian berbuat kemusyrikan kepada-Nya sebagaimana yang telah dilakukan oleh kafir Quraisy bahwa mereka menyekutukan Allah di rumah ibadah, tentu hal ini adalah penghinaan kepada-Nya. Satu-satunya agama yang tidak perantara dalam beribadah dengan Tuhannya hanya Islam. salah satu hikmahnya juga kenapa seluruh permukaan bumi dijadikan tempat sujud (masjid). Sementara umat selain muslim itu tidak bisa beribadah kecuali jika berada di tempat ibadahnya.

19- Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya.

Nama Nabi Muhammad SAW tidak disebutkan dalam ayat ini adalah bentuk penegasan kemuliaan beliau. Dalam ayat ini juga digambarkan bahwa ketika Nabi beribadah di lembah Nakhl bangsa jin berdesak-desakan untuk mendengarkan Al-Qur’an. Dalam hal ini, ada perbedaan pendapat, ada ulama yang mengatakan bahwa yang berdesak-desakan adalah jin beriman da nada juga yang mengatakan jin kafir. Tapi jumhur ulama mengatakan yang berdesak-desakan adalah jin beriman. Adapun tafsiran jin kafir adalah mereka ingin memadamkan cahaya Allah (agama). Tapi tidak ada yang mampu memadamkan cahaya Allah.

Sedangkan pendapat jumhur ulama, yaitu yang berkerumun adalah jin beriman, hal itu terjadi karena ketakjuban mereka kepada Al-Qur’an. Mereka takjub terhadap isi Al-Qur’an. Mereka juga takjub dengan cara ibadah nabi, ibadah yang berbeda dengan ibadah yang berkembang pada saat itu. Nabi Muhammad mempunyai magnet yang sangat kuat kepada jin. Hal ini diceritakan sendiri oleh bangsa jin, sebagaimana yang termaktub dalam ayat 1 surat Al-Jin. Nabi Muhammad memang tidak hanya diutus untuk kalangan manusia saja, tapi juga kepada bangsa jin. Oleh karena itu, Allah tidak mengutus nabi dan rasul dari bangsanya.

Bangsa jin memiliki kelebihan dalam masalah keduniaan tapi bodoh dalam masalah agama. Makanya mereka kepada manusia. Mereka pun sering mengikuti pengajian dari ulama untuk mendengarkan dan mempelajari ilmu agama. Kekaguman jin kepada manusia hanya manusia yang mempunyai keilmuan yang tinggi, mengamalkan ilmunya, dan berani mengambil resiko demi mempertahankan kebenaran.  Dalam hal ini, ada juga jin yang menjadi ulama, dalam artian menjadi guru bagi jin yang lain. *Majelis Tadabbur Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (30/1/18).

*Gubahan M

 

Sebarkan Kebaikan!