ArtikelOaseOpiniTadabburTausiyah
Trending

Tadabbur Surah an-Nas I Memohon Perlindungan dari Tipu Daya Setan

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. (QS. an-Nas : 1-6)

Tafsir Jalalain

  1. (Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb manusia) Yang menciptakan dan Yang memiliki mereka; di sini manusia disebutkan secara khusus sebagai penghormatan buat mereka; dan sekaligus untuk menyesuaikan dengan pengertian Isti’adzah dari kejahatan yang menggoda hati mereka.

 

  1. (Raja manusia.)

 

  1. (Sesembahan manusia) kedua ayat tersebut berkedudukan sebagai Badal atau sifat, atau ‘Athaf Bayan, kemudian Mudhaf Ilaih. Lafal An-Naas disebutkan di dalam kedua ayat ini, dimaksud untuk menambah jelas makna.

 

  1. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

 

  1. (Dari kejahatan bisikan) setan; setan dinamakan bisikan karena kebanyakan godaan yang dilancarkannya itu melalui bisikan (yang biasa bersembunyi) karena setan itu suka bersembunyi dan meninggalkan hati manusia bila hati manusia ingat kepada Allah. (Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia) ke dalam kalbu manusia di kala mereka lalai mengingat Allah.

 

  1. (Dari jin dan manusia”) lafal ayat ini menjelaskan pengertian setan yang menggoda itu, yaitu terdiri dari jenis jin dan manusia, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat lainnya, yaitu melalui firman-Nya, “yaitu setan-setan dari jenis manusia dan dari jenis jin.” (Q.S. Al-An’am, 112) Atau lafal Minal Jinnati menjadi Bayan dari lafal Al-Waswaasil Khannaas, sedangkan lafal An-Naas di’athafkan kepada lafal Al-Waswaas.

Tetapi pada garis besarnya telah mencakup kejahatan yang dilakukan oleh Lubaid dan anak-anak perempuannya yang telah disebutkan tadi. Pendapat pertama yang mengatakan bahwa di antara yang menggoda hati manusia adalah manusia di samping setan, pendapat tersebut disanggah dengan suatu kenyataan, bahwa yang dapat menggoda hati manusia hanyalah bangsa jin atau setan saja. Sanggahan ini dapat dibantah pula, bahwasanya manusia pun dapat pula menggoda manusia lainnya, yaitu dengan cara yang sesuai dengan keadaan dan kondisi mereka sebagai manusia. Godaan tersebut melalui lahiriah, kemudian merasuk ke dalam kalbu dan menjadi mantap di dalamnya, yaitu melalui cara yang dapat menjurus ke arah itu. — Wallahu A’lam – Akhirnya hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui.

Tadabbur

Ayat 1-3

Allah Swt. sungguh memuliakan manusia. Dia adalah Rabb manusia dan mahluk lainnya. Maalik manusia dan selainnya; Ilaah manusia dan selainnya. Tetapi sebutan Rabb, Maalik, dan Ilaah di sini secara khusus disandarkan kepada manusia, untuk memuliakan.

Allah adalah pemelihara, pengatur kehidupan manusia dan alam semesta. Dialah yang menguasai dan merajai manusia dan seluruh penguasa-penguasa dan raja-raja manusia di muka bumi. Allah adalah Tuhan yang disembah manusia dan seluruh mahluk-nya.

Di antara mahluk yang lain, manusia adalah mahluk yang paling membutuhkan Allah.

Ayat 4-6

Allah menuntun Rasulullah Saw. dan umatnya agar memohon perlindungan hanya kepada-Nya. Allah Rabb, Maalik, dan ilah segala mahluk  termasuk di dalamnya setan. Perlindungan khusus yang dimohonkan adalah dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi.

Allah menjelaskan cara kerja setan yang menggoda manusia, lalu Allah mengajarkan bagaimana menghindarinya. Demikianlah kasih sayang Allah yang membimbing hamba-hamba-Nya agar tidak terjerat bujuk rayu setan yang senantiasa bersembunyi dan akan keluar menggoda tatkala manusia lengah. Tapi manusia seudah dibekali dengan senjata ampuh yaitu perlindungan dari yang menciotakan dan menguasai setan terlaknat.

Biasanya, orang bisa terjebak dalam sebuah perangkap karena tidak merasa sedang dijebak.  Ayat ini paling tidak memberitahukan kepada manusia bahwa setiap saat manusia sedang dijebak. Jebakannya sangat halus, bahkan lebih halus dari setannya sendiri. Manusia tak bisa menghindar bagaimanapun caranya kecuali perlindungan kepada Allah Swt. *Tadabbur Kamis Pagi oleh KH Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, 16/8/2018.

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close