TADABBUR AYAT KURSI (8) Dahsyatnya Ayat Kursi

Suatu hari setan berlarian semua menuju iblis. Mereka kepanasan dan ketakutan. Lalu iblis mencari tahu, ada apa gerangan? Kenapa anak buahnya pada kepanasan dan berlarian? Rupanya, setan berlarian bak cacing kepanasan karena pada hari itu Ayat Kursi diturunkan. Bukan cuma setan yang berlarian pada hari itu, rupanya raja-raja zalim juga bergelimpangan karena terjatuh dari kedudukan mereka. Inilah dahsyatnya kekuatan Ayat Kursi. Hayati, pelajari, tadabburi, dan amalkan. Anda akan merasakan kedahsyatannya dengan keyakinan.

Utsman bin Affan diberikan karunia berupa kekayaan. Dia dikenal kaya raya di kalangan para sahabat. Dia menyadari, bahwa setan itu tidak suka kalau ada orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. Setan juga tidak suka kalau ada orang yang punya harta lalu dilimpahkan ke jalan Allah. Utsman tahu, tak hanya setan yang membenci harta-harta yang dilimpahkan di jalan-Nya tetapi termasuk jin dan kalangan manusia pelit dan pendengki.

Makanya jika suatu hari timbul rasa khawatirnya, Utsman membaca Ayat Kursi. Kalau Utsman saja melakukannya, kenapa ummat sekarang ini tidak mengamalkannya? Jika memang timbul rasa khawatir dalam hidup kita, sebaiknya baca Ayat Kursi lalu dihayatinya. Tidak perlu orang tahu kita sedang baca Ayat Kursi di mana kita berada, cukup Allah yang tahu. Tidak perlu membakar kemenyan apalagi menyajikan hidangan lalu dibacakan doa-doa. Karena justru itu yang disukai jin.

Usir semua bangsa jin dan setan yang selalu mengganggu pikiran dan jiwa kita dalam beribadah kepada-Nya. Usir rasa waswas yang terus diembuskan oleh setan yang terus mengirim rasa khawatir dan takut kehilangan harta, takut tidak mendapatkan rezeki, khawatir dengan harta bendanya, khawatir dengan kondisi keluarga, sehingga itu yang melalaikan kita untuk bersujud dan beramal saleh.

Dari Ubay bahwa Nabi bertanya kepadanya, ayat apa yang paling agung dalam Kitabullah, Ubay menjawab, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Lalu Nabi mengulang-ulang pertanyaan Ubay sehingga Ubay berkata Ayat Kursi? Nabi Besabda: Semoga ilmu datang dengan mudah kepadamu Wahai Abul Mundzir. Dan demi zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat itu memiliki lisan dan dua bibir yang dengannya ia menyucikan Alah di atas Arsy.

Di dalam Alquran disebutkan bahwa singgasana Allah ada di atas air. Ayat Kursi seperti digambarkan hdist ini memiliki lisan dan bibir yang terus bertasbih di atas Arsy.

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadan. Kemudian ada orang yang datang mencuri makanan. Namun aku merebutnya kembali. Lalu aku katakan, aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah SAW.  Lalu Abu Hurairah RA  menceritakan satu hadits berkenaan dengan masalah ini. Selanjutnya, orang yang datang kepadanya tadi berkata: jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah Ayat Kursi. Karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan setan tidak akan mendekatimu sampai mati. Maka Nabi SAW bersabda, benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta.

Maksud hadits ini, ada seseorang yang mencuri makanan dari harta zakat, padajal dia adalah setan. Ditangkaplah dia oleh Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata, aku akan laporkan engkau kepada Rasulullah SAW. Dalam riwayat lain, orang itu berkata jangan, saya kasi kamu sebuah ilmu. Lalu Abu Hurairah bertanya, apa ilmunya? Kalau kamu sebelum tidur baca Ayat Kursi maka setan tidak akan mendekatimu sampai pagi.

Pertama, bocoran dari setan itu benar. Karena Rasulullah yang mengatakan benar. Jadi apa yang dari setan itu benar, hanya boleh dibenarkan kalau dibenarkan oleh Rasulullah. Kalau yang membenarkan itu orang biasa, jangan dipercaya. Artinya, di luar kasus ini jangan nekad mencari informasi dari setan, atau percaya dari omongan gaib dari orang kerasutan. Kalau ada dukun, paranormal, lalu memanggil roh tertentu dan bertanya sesuatu, jangan dipercaya. Dalam realitas sekarang, tidak sedikit orang yang datang ke gunung atau ke tempat tertentu lalu meminta sesuatu. Mungkin saja dia diberi informasi tetapi informasi yang diterima bercampur aduk antara kebenaran dan kebatilan.

Kedua, dikatakan bahwa setan itu pendusta. Orang yang berdialog dengan jin berarti dia bicara dengan pendusta. Biasanya kalau ada ibu-ibu kehilangan perhiasan atau apa saja, di situlah kesesatan masuk. Bisa nggak bertanya ke kiyai? Wah, kiyai mana yang bisa menunjukkan tempat barang-barang yang hilang? Atau sakit keras menjelang kematian, biasanya orang berinisiatif mencari alternatif. Tetapi alternatifnya adalah bertanya atau meminta petunjuk kepada dukun. Celakanya, dukun yang didatangi berlagak seperti kiyai. Disebutlah berbagai macam bunga dan pasien meminta menulis sekitar 14 jenis bunga. Betul-betul dicari. Ada bunga yang adanya hanya di Banten, Cirebon, dan lainnya. Orang kalau sudah kepepet betul dicari. Lalu bunga itu direbus dan diminum berhari-hari. Hasilnya apa? Si pasien kembung. Bukannya sembuh, malah mendatangkan penyakit baru sehingga harus mencari obatnya lagi.

Energi yang mengusir setan atau jin itu adalah keikhlasan karena Allah SWT dan keyakinan terhadap Allah. Apa bedanya rumah dan kuburan? Yaitu karena tidak dibacakan Surat Al-Baqarah di dalamnya.  Kalau merasa terganggu oleh makhluk lain di rumah, bacakan Surat Al-Baqarah, bacakan Ayat Kursi, dan ayat-ayat lainnya. Kalau di rumah itu dibacakan Al-Qur’an, yakinlah bahwa setan atau bangsa jin tidak suka tinggal bersama orang yang selalu membaca Al-Qur’an. Jangan hanya mengandalkan ustadz untuk merukyah, karena jika ustadznya pergi, setan atau jinnya masih bisa kembali. Yang bisa mengusir jin dari rumah itu adalah penghuninya. Intinya, perbaiki tauhid, yakinlah bahwa setan tidak akan mengganggu kita.

Ketahuilah, yang namanya jin penunggu, tidak akan merasuki tuan rumah. Di mana saja kita tinggal, tidak menutup kemungkinan bangsa jin juga berada di situ. Tetapi kita tidak melihatnya, namun mereka bisa melihat kita. Makanya Nabi SAW mengajarkan, jangan sembarang memetik pohon di jalan. Jangan buang air kecil sembarangan karena bisa jadi itu menjadi rumah dia. Rasulullah SAW menganjurkan agar kita selalu mengucapkan salam. Assalamu ‘Alaikum, atau Assalamu Alainaa wa ‘alaa ‘Ibaadillahi shalihin. Bisa juga ditambah, Maa syaa Allah Laa quwwata illaa billahi al-Azhim.

Makanya, bilang juga kepada suami atau istri agar tidak terkena sihir atau teluh seperti pelet  cinta. Misalnya, kalau masuk kantor, masuk kamar, rumah, atau ruangan ucapkan salam. Bagi orang yang beriman, Insya Allah tidak akan terkena pelet karena dia selalu berzikir, ikhlas dalam mengerjakan sesuatu, dan senantiasa memohon perlindungan dari Allah SWT.

Kalau masuk ke kamar anak-anak, bacakan di dalamnya Ayat Kursi. Agar muamalah kita kepada orang lain bertambah baik, jangan lupa keluarkan baju-baju yang tidak dipakai lagi lalu bagikan kepada orang-orang yang membutuhkannya. Tidak usah ditumpuk karena belum tentu adiknya nanti mau memakainya. Daripada disimpan memenuhi lemari yang nantinya juga usang, lebih baik dibagikan selagi masih bisa dipakai.

 Diceritakan, ada anak dapat warisan. Bapaknya biasa bersedekah. Di kebunnya itu, ada hari khusus bagi orang-orang miskin dengan bebas memakan kurma. Setiap panen, bapaknya itu selalu berinfak. Tetapi anaknya pelit. Setelah ayahnya meninggal, tidak ada lagi kebiasaan berinfak. Ketika orang-orang miskin datang, dia mengatakan kebiasaan makan buah dengan bebas adalah tradisi bapaknya, dan tidak ada lagi tradisi itu di zaman anaknya. Dia juga mengabaikan saran saudaranya agar setiap masuk ke kebun, baca Assalamu Alaikum, Maasyaa Allah Laa Quwwata illaa billahi Al-‘Azhim. Jika itu dibaca, Insya Allah dijaga oleh Allah SWT. Allah pasti membentengi  kita di samping tidak boleh pelit sehingga melupakan hak-hak orang lain. Makanya, sering-sering baca Ayat Kursi, salam, serta zikir atau bacaan yang diajarkan.

Malam sebelum panen, dia mulai hitung-hitungan dan membayangkan keuntungan yang besar. Namun, keesokan harinya, kebunnya ternyata ludes terbakar dan tak bersisa. Jadi menghadapi gangguan, misalnya bisnis anak yang mulai berkembang, usaha menantu yang sudah mulai maju, supaya tidak banyak persoalan, ikutlah sunnah Nabi SAW.

Sebenarnya, orang-orang dahulu juga tahu jika ada bangsa jin yang hidup di bumi ini bersama manusia. Namun, mereka tidak mengamalkan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Mereka malah menggunakan bahasanya sendiri, misalnya permisi, atau membaca bacaan-bacaan yang berbahasa daerah, misalnya, dalam bentuk mantra. Itu ajaran sesat di masa lalu. Dalam dunia mistik dan supranatural, memang seperti itu.

Padahal, Rasulullah sudah mengajarkan secara syar’i. Islam tidak mengajarkan kita meminta izin kepada mereka tetapi meminta perlindungan Allah SWT, memohon pertolongan, dan Allah yang akan menyelamatkan kita atas kehendak-Nya. Insya Allah rumah kita dilindungi. Begitu juga dengan Ayat Kursi, dibacakan di mana saja. Di ruang tamu, di dapur, di gudang, di kamar, dan lainnya. Hanya satu tempat dilarang dibaca di dalamnya ayat-ayat Allah yaitu di toilet. Kapan dibacanya? Ya, kapan saja.

Jangan lupa juga baca zikir atau doa-doa lain, seperti  saat pakai baju, bercermin, duduk, makan, minum, masuk toilet. Minimal membaca Bismillahir Rahmanir Rahim. Semua bacaan yang dianjurkan oleh Nabi punya dimensi yang sangat bagus. Kenapa banyak orang malas berdoa atau baca Ayat Kursi? Kenapa Ayat Kursi dibacakan hanya untuk megusir setan? Karena kebanyakan orang tidak tahu makna dan esensi doa, zikir, dan Ayat Kursi. Padahal kalau tahu makna dari kandungannya, Subhanallah, hidup kita Insya Allah bahagia dan tenteram. (bersambung)

Sebarkan Kebaikan!