TADABBUR AYAT KURSI (7) Kursi Allah Meliputi Langit dan Bumi

Kursi Allah sungguh sangat luas. Seluasa apa? Meliputi langit dan bumi. At-Thabari mengatakan, al-Kursiyyu di sini artinya al-Ilmu. Ada juga yang mengatakan, kursi itu maksudnya tempat pijakan kaki Allah. Yang lain mengatakan, kursi adalah sesuatu yang ada di depan Allah. Namun pendapat ulama secara umum, al-Kursiyyu artinya al-Ilmu. Yaitu ilmu Allah meliputi lngit dan bumi. Ini memberikan ketentraman dalam jiwa orang-orang yang beriman. Kalau ia menjalankan perintah dan larangan Allah, serta taat kepada Allah, dia akan tenang. Meski menurut orang lain salah. Karena dia lebih berpegang pada ilmu Allah.

Dalam Ayat Kursi disebutkan, “wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi, walaa ya’uuduhu hifzhuhumaa, Wahuwal ‘Aliyyul ‘Azhim.” Artinya, Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Begitu juga kekuasaan dan pengetahuan-Nya, meliputi langit dan bumi. Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dia tidak terjangkau karena berada dalam ketinggian. Tinggia keaguangan-Nya, tinggi kebaikan-Nya, tinggi kasih sayang-Nya, tinggi kesucian-Nya.

Ada yang mengatakan maksudnya adalah ilmunya. Ada pula yang mengatakan, kekuasaan-Nya meliputi langit dan bumi. Ada pula, kursi itu sendiri yang mencakup langit dan bumi karena kebesaran-Nya. Sebuah hadits, tidak langit pada yang tujuh itu kecuali seperti tujuh buah uang dirham yang dicampakkan ke dalam sebuah pasukan besar. Jadi, kalau langit dan bumi diibaratkan seperti koin, dibanding kursi Allah, seperti ada pasukan besar melempar tujuh koin di dalamnya (bumi ini). Ya sebesar itulah langit dan bumi.

Setelah menciptakan langit dan bumi, Allah tidak pernah lelah dan tidak pernah istirahat. Allah mampu dan sangat mudah bagi-Nya untuk mengurus seluruh manusia dan ciptaannya di bumi ini. Di saat yang sama, matahari tetap harus terbit, sinarnya memasuki semua lobang hingga yang paling kecil agar cahaya dan energinya terbagi secara adil. Lalu oksigen dibagi rata kepada seluruh makhluk. Air tetap mengalir, turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah agar pepohonan, hewan dan manusia tetap hidup. Bahkan, sekali pun manusia tetap bermaksiat, Allah tidak putus-putus menurunkan nikmat-Nya. Misalnya, Allah turunkan hujan demi hewan dan tumbuhan serta manusia dapat menikmatinya. Namun karena kelalain manusialah, ada yang serakah dan angkuh, ada yang berbuat kerusakan, maka terjadilah bencana banjir. Banjir itu terjadi tak lain karena ulah dan tangan manusia. Bukan karena hujan yang lebat.  

Zaman sekarang ini tidak mudah menjadikan Allah SWT satu-satunya sesembahan. Apalagi Islam sekarang ini sedang disudut-sudutkan di dunia terutama di negara-negara Eropa. Ini semua ada yang kondisikan. Ini kelihatannya kebencian mereka yang sudah sampai di ubun-ubun, lalu ditumpahkan semua. Orang-orang yang tinggal di Eropa sendiri bingung melihat kejadian ini. Kenapa Islam begitu dibenci dan dipropagandakan sedemikian rupa? Namun semakin disudutkan, semakin banyak pula yang tertarik mempelajari Islam. Setelah mereka tahu tentang Islam, mereka berbonding-bondong mengucapkan syahadat. Allah Akbar.

Ujian untuk menjadikan Allah satu-satunya sesembahan memang berat. Sekarang ini ujian untuk berpegang pada agama Muhammad berat. Tetapi di baliknya, Allah memperlihatkan kekuasannya, justru Islam menjadi magnet terutama di Barat. Inilah yang menjadi tanda-tanda bahwa sebentar lagi Islam akan jaya. Turki malah semakin berani di mana tokoh-tokoh sekuler mulai digeser. Kondisi sebaliknya, terjadi di negara yang mayoritas berpenduduk Islam, tetapi orang-orang Islam sendiri mengabaikan kewajiban dalam agamanya. Yang cenderung sekuler semakin membenci agamanya sendiri, sementara yang tidak tahu apa-apa terjebak dalam arus liberalisme, sekularisme, dan pluralisme.

            Banyak yang membaca dan hafal Ayat Kursi, tetapi tidak mentadabburinya. Padahal di dalamnya terkandung nilai tauhid yang tinggi serta terdapat panduan hidup yang hakiki. Sayangnya banyak orang yang lalai. Ingat dan membaca Ayat Kursi untuk mengusir setan saja, tetapi tidak dipelajari apa gerangan yang terkandung di dalam ayat yang agung ini.

Ayat Kursi mengajarkan kita, jangan bersedih hati, jangan pula takut. Jangan takut hidup, jangan pula takut miskin. Tugas kita ikuti saja aturan Allah dan Rasul-Nya, pasti selamat. Dalam Ayat Kursi sangat tegas dan terang benderang, bahwa Allah tidak mengantuk dan tidak pula tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di seluruh lapisan langit dan apa yang ada di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah kecuali izin-Nya. Tidak ada yang bisa memberikan pertolongan kecuali dengan izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di depan mereka, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Di depan mereka baik di dunia maupun di akhirat nanti, Allah sudah tahu semuanya. Dan apa-apa yang ada di belakang mereka yang mereka tidak bisa melihatnya, Allah bisa melihatnya. Yang mereka tidak tahu Allah mengetahui, yang mau menyerang mereka, Allah juga tahu. Yang pernah mereka rahasiakan dan sembunyikan, Allah tahu. Yang dulu kita masih di dalam alam rahim,  kita tidak tahu tetapi Allah tahu. Yang dulu kita masih di alam ruh, Allah tahu dan kita tidak tahu. Mereka tidak mengatahui apa-apa dari ilmu Allah. Semua ilmu yang sesungguhnya berasal dari Allah tidak mungkin bisa diketahui kecuali apa yang telah dikehendaki-Nya untuk diajarkan.

Kalau Allah tidak beritahukan tidak mungkin kita tahu. Nabi Muhammad sendiri tidak tahu apakah itu kitab dan iman, tidak paham apa Al-Qur’an itu, kecuali Allah yang berkehendak mengajarkannya. Kita juga tidak mungkin bisa dapat ilmu-Nya karena ilmu tentang Qur’an berat sekali kecuali Allah yang berkehendak memudahkannya.

Dapat satu ilmu tentang Al-Quran itu seperti membuka jendela langit. Bak mendapatkan cahaya di tengah kegelapan. Tidak ada yang kita ketahui dari sisi ilmu Allah kecuali Allah berkehendak. Makanya sering-sering membaca, Subhaanaka laa ‘ilma lanaa illaa maa ‘allamtanaa innaka Anta al-Aliimu al-Hakiim. (bersambung)

Sebarkan Kebaikan!