Tadabbur
Trending

Tadabbur ali-Imran (59) I Runtuhnya Logika Trinitas

NABI Isa As. adalah Tuhan? Atau anak Tuhan? Ataukah roh kudus? Logika trinitas oleh penafsir Kitab injil yang tak bertanggung jawab ini ternyata dibantah hanya dengan satu ayat dalam al-Qur’an. Surat ali-Imran ayat 59.

Sebagaimana kita ketahui, mayoritas kaum Nabi Isa melakukan penyelewengan dalam menafsirkan Kitab injil. Mereka menganggap Isa adalah anak tuhan, dan bagian dari tuhan itu sendiri, atau lebih dikenal dengan istilah trinitas; tiga dalam satu, satu dalam tiga atau tak terpisahkan. Pada diri Isa juga ada unsur tuhan dan anak tuhan. Sehingga manjadi sebuah kebingungan, dipertuhankan dan menjadi anak tuhan, bagaimana ceritanya? Logikanya pun membingunkan, kenapa bisa anak tuhan menjadi tuhan.

Jika logika itu berdasar bahwa Isa lahir tanpa ayah, tentu Adam lebih hebat sebab ia lahir tanpa ayah dan ibu.

Namun Qur’an dengan mudah membantah logika trinitas tersebut. Qur’an memberikan permisalan bahwa penciptaam Nabi Isa As. sama dengan penciptaan Nabi Adam As., yaitu sama-sama diciptakan dari tanah.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (QS. ali-Imran: 59)

Kata (مَثَل) atau permisalan dalam ayat ini menjelaskan bahwa penciptaan Nabi Isa As. dan Nabi Adam As. adalah sama, yaitu sama-sama diciptakan dari tanah “kemudian Allah berfirman kepadanya: (كُنْ)  “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.” (QS. ali-Imran: 59). Keduanya pun sama dengan pengutusan nabi dan rasul sebelumnya, yaitu menegakkan tauhid di muka bumi.

Dalam banyak persoalan biasanya permisalan berangkat dari persamaan, tapi dalam kasus yang diangkat dalam ayat ini adalah untuk meruntuhkan logika trinitas yakni permisalan dalam hal penciptaan. Seperti dijelaskan sebelumnya, sama-sama diciptakan dari tanah lalu dikatakan kepada keduanya (كُنْ) jadilah maka jadilah.

Dalam Qur’an, permisalan maupun perumpamaan (tasybih) dimaksudkan untuk memudahkan memahami sesuatu yang jauh dengan pola yang dekat, atau sesuatu yang sulit dengan cara yang mudah.

Kemudian kata (خَلَقَهُ) adalah bantahan yang membuat kita tersentak. Jika anggapan penganut trinitas Isa adalah tuhan, mengapa Tuhan diciptakan? Sebab hakikatnya Tuhan itu menciptakan. Kalau logika tersebut dipaksakan, apa kepentingan Tuhan punya anak?

Konsep menciptakan itu adalah dari tiada ke ada dan tanpa contoh. Seandainya Adam atau Isa bisa menciptakan sesuatu atau mempunyai hak cipta, apakah tiga konsep itu ada? Apapun yang diciptakan oleh manusia pasti ada contohnya dan terbuat dari yang sudah ada, bukan dari tiada.

Maka tujuan utama dari tadabbur ayat ini adalah terbebas dari kemusyrikan. Memurnikan tauhid hanya kepada Allah Swt. Pintu kebahagiaan, kesejahteraan, atau kedamaian adalah tauhid. Saat tak ada lagi cinta dalam hati selain cinta hanya kepada Allah. Saat tak ada lagi sesembahan selain hanya kepada Allah. Tak ada lagi tempat meminta selain hanya kepada Allah. Allah-lah tempat bergantung dan tempat meminta perlindungan. Puncak dari semuanya adalah berjumpa dengan Allah di akhirat kelak. *Ditulis dari Majelis Tadabbur Kamis Pagi oleh Ustadz Bachtiar Nasir dalam Majelis Tadabbur Kamis Pagi di AQL Islamic Center, Tebet Utara 1 No. 40, Jakarta Selatan, Kamis, (6/12/18).

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close