SirahTadabbur

Tadabbur Al-Qur’an I Keajaiban di Balik Doa Hannah Binti Faqudz

Jika ditanya tentang keinginan mendapatkan anak yang shaleh dan keluarga yang bahagia, pasti semua orang tua menginginkan hal itu. Namun, bagaimana caranya agar keinginan itu bisa tercapai? Al-Qur’an juga mengabadikan seorang hamb-Nya yang bernama Imran dan membuat satu surat dalam Al-Qur’an dengan nama surah Ali-Imran. Siapa sebenarnya Imran yang diceritakan dalam alquran?

Tadabbur kali ini, KH Bachtiar Nasir memaparkan teladan yang tepat untuk keluarga-keluarga yang menginginkan keharmonisan di dalam rumah tangganya sehingga bisa masuk surga sekeluarga. Berangkat dari surat Ali-Imran ayat 35, Allah menjelaskan kepada hambanya bahwa keluarga Imran adalah teladan terbaik untuk diikuti jejaknya. Allah subhanahu wa ta’aala berfirman:

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali-Imran: 35)

  • Tafsir Jalalain

(Dan ingatlah ketika istri Imran) yang bernama Hanah telah lanjut usia dan rindu untuk beroleh anak, ia pun berdoa dan merasa dirinya hamil, “Wahai (Tuhanku! Sesungguhnya aku menazarkan) untuk menjadikan (untuk-Mu kandungan yang berada di perutku ini sebagai anak yang saleh dan bebas) dari kepentingan-kepentingan dunia, semata-mata berkhidmat untuk rumah-Mu yang suci. (Karena itu terimalah dariku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar) akan doa (lagi Maha Mengetahui.”) akan niat serta tujuan manusia. Pada waktu itu istrinya sedang mengandung dan Imran pun wafat.

  • Tadabbur Ayat

Nama lengkapnya Imran bin Matsan merupakan keturunan dari Nabi Sulaiman alaihis salam. Keluarga Imran hidup sederhana diperkampungan Nazareth Palestina. Kegiatan ekonomi penduduk di perkampungan tersebut pada umunya dari hasil pertanian seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka. Kebanyakan mereka menjalankan kegiatan pertukangan kayu. Mereka mengutip hasil kayu dari hutan dan kemudian menjual kayu tersebut kepada pelanggan yang mau membelinya.

Imran bin Matsan seorang hamba Allah yang taat dan sabar menyimpan hasrat yang sangat tinngi untuk tinggal di Jerussalam untuk beribadah di Baitul Maqdis, sampai beliau pernah berminpi menjadi penjaga Baitul Maqdis untuk membersihkan dan membantu pekerjaan di tempat suci itu.

Imran Bin Matsan mempunyai istri yang bernama Hannah Binti Faqudz yang merupakan ibu dari Maryam yang melahirkan Nabi Isa alaihis salam. Ketika Maryam masih di dalam kandungan, istri Imran bernazar akan “menyerahkan” anaknya itu kepada Allah sebagai Pemelihara agar kelak menjadi hamba yang soleh yang selalu berkhidmat di Baitul Maqdis. Hal ini tertulis di dalam surah alimran ayat ke-35 yang terjemahannya berbunyi:

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Alimran:35)

Ketika tahu anak yang dilahirkan itu adalah perempuan, istri Imran menamai anaknya Maryam, dan istri Imran meminta kepada Allah agar anaknya itu dipelihara oleh Allah dan melindunginya dari syetan.

Maka tatkala isteri Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (Alimran:36)

  • Pelajaran yang Bisa dipetik dari Ayat
  1. Ketika mendidik anak-anak yang masih kecil, beri mereka harapan dengan surga jangan mengancamnya dengan neraka. Berbeda lagi dengan anak yang sudah beranjak dewasa, mereka sangat suka dengan tokoh-tokoh heroic, maka ajarkan kepada mereka tentang kisah-kisah pahlawan muslim, baik di zaman sahabat, tabiin, dan para ulama masa kini, agar mereka tidak salah idola sehingga berpengaruh pada karakternya.
  2. Seseorang boleh berdoa kepada Allah untuk meminta anak yang shaleh bahkan sebelum ia hamil atau anaknya masih dalam kandungan.
  3. Nazar adalah mewajibkan bagi diri sendiri untuk sesuatu yang syar’i. Nazar ini hanya berlaku untuk hal-hal yang syar’i saja, tidak boleh bernazar untuk melakukan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’aala. sebab, jika nazar itu berbau maksiat maka hal itu dinyatakan batal.
  4. Nazar itu ada dua macam: Pertama, Nadzar Muthlaq, yaitu nadzar yang diucapkan secara mutlak tanpa dikaitkan dengan hal lain atau tanpa syarat. Seperti “Lillahi ‘alayya (Wajib atasku untukAllah) berpuasa satu minggu”. Kedua, Nadzar Mu’allaq/Bersyarat, yaitu nadzar yang akan dilakukan jika mendapat suatu kenikmatan atau dihilangkan suatu bahaya. Seperti: “Jika Allah menyembuhkan penyakitku ini, aku akan berpuasa tiga hari”.
  5. Jika seseorang tidak menepati nazarnya maka sebagai gantinya adalah menunaikan kaffarat sumah. “Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau Memerdekakan satu orang budak. Jika tidak mampu ketiga hal di atas, barulah menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari. (Lihat Surat Al Maidah ayat 89)
  6. Jika berdoa, harus dengan tekad yang kuat. Doa itu harus dibuktikan dengan perbuatan agar hanya tidak sekedar doa.
  7. Ketika berdoa setakanlah asma Allah sebagai bentuk keagungan kepada-Nya. Sebab, apa pun doa kita, Allah itu Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Mendengar apa yang kita pinta dan mengetahui apakah kita serius dan berdoa dan yang teramat penting adalah, apakah yang kita minta sesuai dengan kebutuhan kita, sehingga kadang Allah menunda terkabulnya doa itu, bahkan ada juga doa yang tidak diberikan di dunia.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close