Tadabbur

Tadabbur Al Qur’an Kamis pagi | Surat Ali Imran Ayat 26-27

“Allah yang maha memiliki dan pemilik semua yang memiliki berikut yang dimilikinya, Allah maha penguasa semua penguasa berikut yang dikuasainya, dan Allah maha raja dan merajai semua raja berikut kerajaanya.”

 

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali-Imran: 26)

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ “Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan,” ini adalah ungkapan dari seorang hamba yang seharusnya senantiasa diutarakan, bukan hanya dalam kondisi lemah karena setiap saat seorang hamba memang lemah di hadapan Allah SWT. Sehingga kita wajib bermunajat kepada-Nya karena Allah sendiri yang mengajarkan kepada kita melalui surat ali-Imran ini.

 مَالِكَ الْمُلْكِ “Raja yang mempunyai kerajaan” Maalik (مَالِك) artinya maha merajai dan jika Malik (مَلِك) artinya Maha memiliki, lafaz ini mempunyai akar kata yang sama tapi beda arti dan realisasi. Sedangkan al-Mulk (الْمُلْكِ) bisa berarti kepemilikan dan bisa berarti kekuasaan. Akan tetapi, dalam ayat ini bisa berarti kedua-duanya. Artinya, katakanlah wahai Allah yang maha memiliki dan pemilik semua yang memiliki berikut yang dimilikinya, Allah maha penguasa semua penguasa berikut yang dikuasainya, Allah maha raja dan merajai semua raja berikut kerajaanya.

تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ “Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki” Allah yang maha berkehendak dikaitkan dengan yang maha berkuasa, artinya Dia yang maha merajai (maha berkuasa) sekaligus maha memiliki. Karena biasanya banyak orang yang memiliki tapi tidak menguasai atau menjadi penguasa tapi tidak menjadi pemilik. Sama halnya, kita memilki anak tapi kita tidak menguasai hatinya. Sedangkan Allah memiliki sekaligus menguasai. Tidak hanya berkuasa dan maha memiliki tapi Allah maha berkehendak. Dia bisa memberikan kekuasaan kepada yang Dia kehendaki dan bisa mencabut kekuasaan yang Dia kehendaki.

Maka, di situ letak kebahagiaan orang Islam karena mempunyai Tuhan yang maalikal mulk, maha Tunggal, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal kekuasaan dan kepemilikan. Beruntunglah orang-orang yang bertauhid karena mengesakan Allah sebagai satu-satunya Tuhan di alam semesta. Sehingga dalam pandangan orang yang bertauhid itu selain Allah hanyalah pengontrak di dunia ini. orang yang bertauhid tidak pernah gentar dan takut kepada penguasa siapa pun. karena Allah telah mengabarkan dalam surat al-Furqan ayat 27 kalau orang kafir tidak punya kekuasaan di muka bumi. Sehingga, orang bertauhid tidak pernah menganggap bahwa orang-orang kafir tidak bisa dikalahkan. Ada kekuatan besar di muka bumi ini yang sedang merajalela dan roda keadilan yang sedang berjalan. kekuatan besar itu akan melibas siapa saja yang tidak ikut dalam menegakkan keadilan di muka bumi.

وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ “dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki.” Allah akan mencabut paksa kekuasaan para penguasa siapa saja yang Dia kehendaki. Kekuatan apa pun di muka bumi yang sedang berkuasa saat ini pasti akan dicabut oleh Allah. Karena Dia maha berkehendak sehingga mampu memuliakan dan menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki.

وَتَنْزِعُ Artinya mencabut paksa. Kenapa kekuasaan dan kepemilikan harus dicabut paksa? Karena pada umumnya orang-orang itu tidak mau lepas dari kepenguasaan dan kepemilikannya. Misalnya, Kata (تَنْزِعُ) dalam suasana sakaratul maut artinya pada saat sebelum dicabut nyawa ketika ruh sudah berada dileher atau sudah di ubun-ubun, nyawa itu dicabut paksa karena umumnya manusia tidak siap untuk mati.

وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ “Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki” Apakah ada orang yang berkuasa sekaligus mulia dan apakah ada orang yang berkuasa tapi hina? Allah berkehendak memuliakan seseorang dengan kekuasaan dan kepemilikan.

Suatu ketika emas berkata pada tanah, aku mahal, mulia, dan berkilau. Tapi si tanah menjawab, dariku keluar tumbuh-tumbuhan dan dariku keluar semua mineral.

Dari dialog ini kita bisa mengambil pelajaran, bersyukurlah jika sudah bisa menjadi emas tapi jangan menghina tanah. Karena dari segi manfaat tentu lebih banyak tanah walau pun emas itu lebih mulia. Artinya, jangan sombong.

Dalam ayat ini juga dikaitkan antara (ملكية dan  عزة), artinya ada orang yang diberikan kekuasaan sekaligus kemuliaan dan ada orang yang diberikan kekuasaan tapi tidak diberikan kemuliaan dan sebaliknya, diberikan kemuliaan tapi tidak diberikan kekuasaan. Itulah sebabnya, Allah maha meninggikan derajat ( المعز ) dan maha merendahkan derajat manusia ( المذل ).

بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ  “Di tangan Engkaulah segala kebajikan.” Pada akhirnya kekuasaan tidak akan berguna jika tidak melahirkan kebaikan dan kemuliaan tidak berguna jika tidak menciptakan kebaikan. Allah tidak hanya maha berkehendak tapi pada akhirnya segala sesuatu ada pada genggaman-Nya.

إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ “Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Di sini kita diperkenalkan betul bahwa Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu.

Dalam ayat ini ada lima sifat Allah yang diajarkan kepada kita yaitu maha memiliki semua pemilik berikut yang dimilikinya, maha merajai semua raja berikut kerajaannya, maha berkehendak memberikan manusia sesuatu sekalipun manusia itu belum siap menerimanya dan maha berkehendak untuk mencabut walau pun tidak dalam keadaan siap, maha memuliakan dan maha menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki dengan kehendak-Nya, di tangan Allah-lah semua kebaikan, dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu.

Pengenalan tentang Allah dengan baik melalui ayat ini dan ketika semakin dihayati maka akan semakin kuat sandaran dan tawakkal kita kepada-Nya. Hal itu semakin menguatkan kehidupan kita dalam segala hal. Allah akan mengeluarkan kita dari berbagai macam kesulitan hidup ketika mampu merealisasikan ayat ini dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kesimpulan terakhir yang bisa dipetik adalah perbaiki hubungan dengan Allah maka Dia akan memperbaiki hubungan kita dengan semua mahluk-Nya, dan untuk memperpaiki hubungan itu harus dimulai dari shalat lalu mengikut amal-amal lainnya.

Baca juga- http://aqlnews.com/solusi-berawal-dari-shalat/

 

Semudah dan segampang apa Allah merubah nasib suatu kaum?

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. (QS. Ali-Imran: 27)

Dalam ayat ini kita diperlihatkan sifat  Qudrah, Masyi’ah, dan Khairiyah dari Allah SWT. Dia juga memperlihatkan secara jelas sifat maha kuasa dan maha berkehendak serta sifat-sifat kebaikan-Nya. Atau lebih mudahnya, ayat ini adalah bukti-bukti yang dibeberkan oleh Allah untuk membuktikan bahwa Dia itu maha kuasa dan maha berkehendak.

 “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam.” Tidak ada satu pun mahluk yang mampu mengganti malam menjadi siang, siang menjadi malam, mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Sehingga ayat ini menjadi bukti yang sangat nyata kekuasaan Allah SWT. “Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup.” Tentu hal ini menjadi kekuatan di atas kekuatan dan kekuasaan di atas kekuasaan. “Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)” Tidak hanya maha kuasa Dia juga memberi rezeki kepada siapa saja yang dia kehendaki tanpa batas.

Ayat ini adalah penjelasan dan bukti dalam bentuk konkrit dari ayat 27 tentang kekuasaan Allah SWT atas segala sesuatu. Contoh ini yang diperlihatkan karena setiap saat kita menyaksikan siklus alam itu. Sehingga sampai orang paling bodoh pun akan cepat mengerti tentang Allah melalui bukti yang dipaparkan dalam ayat ini.

Memasukkan malam ke dalam siang artinya ketika terbit terang saat fajar di pagi hari. Kegelapan yang tadinya gelap gulita menjadi terang menderang setelah terbit fajar.

Secara garis besar kegelapan sirna di hadapan kekuatan cahaya dan begitu juga waktu siang ia takluk di hadapan kegelapan. Artinya, hari ini kita bahagia tapi bisa saja mendadak sedih sebagaimana terang menelan malam atau gelap sirna di hadapan siang. Banyak orang tua yang kecewa ketika menemukan fakta bahwa anaknya tidak sesuai yang dia harapkan, sewaktu kecil ia membanggakannya tapi setelah dewasa sang anak tidak bangga sama orang tuanya. Allah sangat bisa merubah hidup kita 180o saat ini juga.

وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ ۖ  “Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup” ini berarti benda mati bisa mengeluarkan benda hidup, seperti tanah (benda mati) mengeluarkan manusia dan tumbuh-tumbuhan, air adalah benda mati tapi dari situlah keluar kehidupan. Orang tua beriman –dengan kehendak Allah- bisa saja melahirkan anak yang kafir dan begitu juga sebaliknya, orang tua kafir bisa saja melahirkan anak yang beriman. Jangan pernah bangga dengan apa yang dimiliki saat ini, harta yang banyak, anak yang shalih, keimanan dalam dada, kemiskinan, sedih, tawa dan lain-lain, karena setiap saat semua bisa berubah. Allah bisa memberikan apa yang tidak pernah kita duga dan bahkan apa yang tidak pernah terbetik dalam fikiran. Orang-orang yang selalu bersykur akan mendapatkan sokongan kekuatan dari Allah SWT. Allahu a’lam bi shawab

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close