Tabligh Akbar “Mambangkik Batang Tarandam”

Bukit Tinggi (AQLNEWS) – Tiba di kota Bukit Tinggi rabu siang (6/12), Ketua GNPF Ulama langsung mengisi tabligh akbar di Masjid Nurul Ikhlas Aur Kuning selepas zhuhur. Sekitar lima ratusan jamah telah menanti beliau. Kebanyakan di antara jamaah yang hadir adalah korban kebakaran yang menimpa pasar aur kuning pada 17 November 2017 lalu.

Dalam taushiahnya KH. Bachtiar Nasir menyadarkan kembali para jamaah yang hadir untuk mengingat dan meneladani Rasulullah SAW terkait tiga hal yang dilakukannya dalam membangun sebuah lingkungan sosial atau masyarakat madani saat telah hijrah ke Madinah.

“Yang pertama Rasul membangun Masjid lalu kemudian Rasul mempersaudarkan para sahabat yang saat itu kurang lebih berjumlah 90 sahabat dari kaum Muhajirin dan Anshar termasuk di dalamnya sahabat Abdurrahman bin Auf. Dan selanjutnya Rasul membangun sentra ekonomi saaitu berupa pasar,” jelasnya.

Terkait hijrahnya Rasulullah, UBN (sapaan akrab beliau) menegaskan bahwa Rasul berhijrah karena ta’at kepada Allah bukan karena takut. Karena akhir dari hidup ini adalah pasti mati. Dan tentu Rasulullah yakin akan semua ketetapan Allah bukan berdasarkan persepsi semata.

“Karena yakin akan jalan kesuksesan itu adalah taat pada Allah dan taat pada Rasul-Nya. Dalam suasana yang kurang nyaman ini haruslah kita berhijrah. Berhijrah dari kurang taat kepada Allah kepada Allah menjadi lebih taat lagi kepada-Nya. Berhijrah dari jarang ke masjid untuk shalat berjamaah menjadi rajin berjamaah,” tegas beliau.

Sedangkan terkait bagaimana kita menyikapi musibah yang telah terjadi, beliau memotivasi para jamaah untuk segera bangkit dari segala kesedihan dan keputusasaan sebagaimana tema tabligh kali ini yaitu mambangkik batang tarandam.

“Percayalah! Musibah apapun yang menimpa itu bukan karena orang lain. Musibah awalnya dari karya tanganmu sendiri. Dan musibah yang menimpamu adalah sebagian kecil yang ditimpakan-Nya kepadamu sedangkan sebagian besar musibah lainnya telah dimaafkan Allah. Andai musibah itu semuanya ditimpakan kepadamu maka hancurlah sehancur-hancurnya,” tegas sang kiai.

“Lalu bagaimana cara untuk bangkit dari musibah? Semuanya harus bermula dari masjid. Di mana tempat paling cepat berjumpa dengan Allah? Di rumah-Nya yaitu Masjid. Di mana tempat paling cepat berjumpa dengan setan? Di pasar. Lalu kalau ada orang yang rajin ke pasar tapi malas ke masjid maka ia adalah temannya siapa? “Setan,” jawab para hadirin dengan nada tawa.

“Pedagang yang suka ke masjid maka ia akan menjadi shaduq (orang yang banyak dipercaya) dan ia akan bersama Nabi yang mulia,” tambahnya. Rupanya hal ini seperti apa yang telah disabdakan Nabi SAW dalam sebuah hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu;

التاجر الصدوق الأمين مع النبيين والصديقين والشهداء

“Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah akan bersama para nabi, orang-orang yang selalu jujur dan orang-orang yang mati syahid.” (HR. Tirmidzi)

Di penutup taushiahnya, kiai yang juga merupakan pimpinan AQL Islamic Center ini mengingatkan jamaah untuk senantiasa bersatu dan bersaudara. Acara dilanjutkan dengan kunjungan beliau beserta rombongan ke lokasi kebakaran pasar aur kuning yang tak jauh letaknya dari masjid.

Sebarkan Kebaikan!