SYAHID ITU ADIKTIF

SYAHID ITU ADIKTIF

SELEPAS shalat maghrib, Masjid Al-Furqon berangsur-angsur dipadati jamaah. Beda dengan aparat kepolisian, sejak beberapa hari sebelumnya sudah mondar-mandir ke masjid DDII, Senen, Jakarta Pusat.

Disinilah malam peringatan dan doa untuk Syuhada #Aksi 411 digelar. Malam terus beranjak, Habib Rizieq dan KH Bachtiar Nasir yang telah lama ditunggu belum juga tampak. Lewat jam 22.00 WIB, KH Bachtiar Nasir tiba. Imam besar FPI Habib Rizieq berhalangan datang.

KH Bachtiar memberi orasi sekitar satu jam. Inilah rahasia dari aksi 411, persatuan ummat, dan sumber energi bela Al-Qur’an dan Islam oleh Pimpinan AQL Islamic Center itu.

Rahasia kemenangan Aksi Bela Islam 411 adalah kesabaran. Jika engkau mampu bersabar, jangan pernah takut kepada manusia. Karena sehebat-hebatnya manusia pasti punya rasa takut. Rasa takut itulah seharusnya ditujukan kepada Sang Khaliq, Allah Azza wa Jalla.

Dalam Aksi Damai 411 seharusnya ribuan massa yang berjatuhan, terhimpit, terinjak-injak, bahkan mati. Tega-teganya polisi menyemprotkan gas air mata dan peluru karet ke tengah massa yang berdesak-desakan, tidak ada tempat berlari dan mencari perlindungan. Di sisi kiri padat sampai ke pagar monas, di kiri pagar gedung-gedung kementerian. Namun, Allah memberikan pertolongan. Karena kita sabar, satu komando, bertahan untuk tidak menyerang.

Sekitar dua juta ummat yang datang pun, tidak sedikit yang sudah berniat mau syahid. Ulama sekali pun sudah menyiapkan jiwa dan raganya untuk Al-Qur’an. Tetapi mereka tidak terpilih sebagai syahid pembela Qur’an dan Islam.

Pagi sebelum aksi, beredar informasi yang dirilis resmi BMKG, bertepatan dengan Aksi 411, Jakarta akan diguyur hujan deras disertai petir. Tapi sungguh nyata keajaiban Qur’an. Siang itu, seolah awan melindungi massa dari terik matahari. Gerimis pun tidak.

Energi Al-Qur’an seharusnya membuka mata dan hati ummat Islam. Para pembelanya mendapat pembelaan yang tak diduga sebelumnya. Inilah aksi terbesar, terkendali, dan paling bermartabat. Begitu judul headline koran-koran yang masih independen dan netral.

Karenanya, bacalah Qur’an setiap hari. Jangan sampai meninggalkan Al-Qur’an walau sehari. Bangunlah hubungan kepada Allah lewat ayat-ayat suci-Nya. Kalau kita hanya takut kepada Allah, maka makhluk-Nya pasti segan kepadamu. Jika engkau hanya mencintai Allah dan karena-Nya, yakinlah manusia tak akan mampu membendung cintanya kepadamu. Begitu juga dengan takut kepada-Nya.

Lihatlah propaganda tak bertanggung jawab berseliweran. Tak ada angin, tak ada hujan. Jakarta kebanjiran isu hoax, fitnah, dan bullying. Ada yang menuduh aksi 411 akan merongrong NKRI, ada yang menyebarkan isu akan ditunggangi, hingga prediksi dan agenda chaos. Namun, Muhammadiyah, PBNU, dan tokoh agama dan nasional angkat topi, aksi ini dilabeli paling damai. Murni reaksi atas penodaan agama oleh Gubernur DKI Basuki TP yang secara terang-terangan menghina ulama, menistakan Al-Qur’an, dan merendahkan ummat Islam. Lidah panas Ahok; “Jangan mau dibohongin pakai Al-Maidah 51”, menyulut kemarahan ummat:

Demi Allah, tegas Bachtiar Nasir, “Kami tidak mau Indonesia rusuh dan kacau. Kami tidak mau terjadi Arab Spring di Indonesia, tidak mau seperti Suriah dan negara lain di Timur Tengah. Aksi ini aksi damai dan Allah mengangkat kita dengan sabar. Kelebihan orang beriman itu sabar; yaitu melawan dengan kesabaran”.

Kalau perjuangan ini mau terus berlanjut, jangan takut mati membela Islam, bangsa, dan NKRI. Semua tokoh yang hadir tidak ingin melemahkan negara melainkan mengokohkan kedaulatan bangsa lewat penegakan hukum dan keadilan. Toh, demi bangsa dan agama, mereka sudah siap jadi martir.

Percayalah orang yang selalu bersama Allah tidak akan kehilangan apa-apa. Tetapi orang yang kehilangan Allah, pasti akan kehilangan segalanya. Panik, kalut, dan terbirit-birit jika mendengar kata jihad, mati syahid, dan lantunan ayat-ayat suci. Padahal, hidup ini adalah aqidah dan perjuangan. Hidup mulia atau mati syahid.

Jihad itu bukan untuk mempercepat kematian. Jihad adalah tekad dan hati ikhlas memperjuangkan agama, bangsa, dan negara. Banyak orang takut pada kematian karena cintanya pada dunia berlebihan. Beda dengan mujahidin, mereka justru mencari kematian yang suci dan terhormat di sisi Allah Taala.

Eh, tahu nggak, mati syahid itu adiktif? Semua dosanya sudah diampuni. Surganya disiapkan oleh Allah. Tetapi di akhirat nanti ketika diberi waktu meminta sesuatu, apa yang mereka pinta? Tak lain dan tak bukan, mereka ingin dihidupkan kembali lalu dimatikan lagi sebagai syuhada. Jika ditanya apa lagi, mereka ingin hidup lalu mati syahid lagi. Apalagi? Ingin hidup lalu mati syahid. Mereka ketagihan ingin mati syahid berkali-kali.

Mati syahid itu mati nagih (eddicted). Mati syahid itu paling enak, paling indah, paling bermartabat. Tapi yang diberi piagam mati syahid oleh Allah adalah orang tertentu. Yaitu orang yang tegak shalatnya, sabar, dan ikhlas ingin dimatikan dalam jihad fi sabilillah.

Siap syahid? Simpan di dalam hatimu. Agama ini masih membutuhkanmu. Kalau tidak mau menjadi mujahid, kamu akan sulit dan susah terus. Hidup sudah pas-pasan, rugi jika tidak merindukan mati syahid.

Kalau Anda tidak siap berjihad, negara ini akan dijual dan dikuasai asing dan aseng. Kalau tidak punya mental mujahid, bangsa ini tidak akan berdaulat.

Jadi mujahid adalah capek. Sang mujahid, pantang istirahat sebelum lelah. Pantang mundur jika diperintahkan maju. Pantang maju jika diperintahkan mundur atau bertahan. Inilah semangat juang yang diwariskan para pejuang.

Taatlah pada ulama dan siap berjuang untuk bangsa dan negara. Jangan takut menyerahkan jiwamu demi NKRI. Nurut dan dengar titah para ulama, habaib, dan kiyai. Jangan mau dipisahkan lagi dengan ulama. Kata-kata ulama adalah pengikat.

Kita sudah dituduh macam-macam agar tidak bersatu. Padahal, persaudaraan aqidah adalah yang paling tinggi. Lebih dahsyat lagi jika semua saudara seakidah direkatkan dengan persaudaraan seperjuangan. Mereka memecah ummat Islam agar kita tidak bersatu. Mereka menuduh soal apa saja karena tidak ingin bangsa ini bersatu mengusir penjajah, penguasaan wilayah, dan persekongkolan jahat yang akan menguasai Indonesia.

Alhamdulillahi Robbil Alamin. Allahmma allif baena qulubina wa aslih dzata baenina. Allahummaktub lana asy-syahadah fi sabilik. Ya Allah satukan hati kami dalam iman dan Islam. Satukan kami dalam satu ukhuwah dan perjuangan.


* azh

Sebarkan Kebaikan!