Artikel
Trending

Sudah Yakin Bisa Masuk Surga Sekeluarga?

“Syarat-syarat masuk surga sekeluarga itu ada tiga; bangun surga di rumah, bangun rumah di surga, dan berjuang masuk surga sekeluarga.” ucap , Pimpinan AQL Islamic Center Ustadz Bachtiar Nasir di Masjid Baiturahman, Sukapura, Jakarta Utara, Sabtu, (12/1).

Ukuran kesuksesan seorang ayah bukan ketika ia mampu meninggalkan warisan harta yang berlimpah. Kesuksesan itu seperti Nabi Ya’kub pada detik-detik kematiannya ia bertanya, “Wahai anak-anakku, siapa yang kalian sembah sepeninggalku?”

Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. 2:133)

Teringat beberapa bulan lalu, saat diri bertemu bocah kecil korban bencana likuifaksi di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah. Muhammad Rivaldi namanya. Usianya sekitar 10 tahun, kelas 4 SDN 1 Biromaru.

Sore itu di daerah Komplek Berkah Berjamaah saat pembangunan hunian sementara, hanya Rivaldi yang kelihatan anak kecil. Kesepian, tentu saja. Sempat kami bertanya, ingin segera ke sekolah, jawabannya iya.

Trauma, tentu saja. Begitulah pengakuannya. Tapi yang membuat kami terkejut adalah, apa yang dia lakukan saat gempa.

“Berdoa. Mama ajarkan saya berdoa. Ucapkan Allahu Akbar, sampai gempa berhenti.”

Jawaban yang sederhana dari anak yang masih polos, tapi sungguh penuh makna.

Sudahkah kita mengajarkan keluarga mengingat Allah saat sedih dan bahagia? Saat dapat kabar gembira dan musibah? Atau akankah kelak kita sempat mengucapkan kalimat Allah ketika mendapatkan hal serupa?

Tak ada yang bisa memastikan. Bukan hanya mengingat Allah untuk diri sendiri, tapi juga berjamaah bersama keluarga. Agar kelak, kita bisa masuk surga sekeluarga.

Sebarkan Kebaikan!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close