Artikel
Trending

Sudah Saatnya Muhasabah Diri

BANTEN (AQLNEWS)- Bilur menaja pedih. Membilang hari-hari luka yang berlalu bersama kematian manusia. Masih tersisa isak dan sedikit jeritan dalam kabur ingatan waktu. Di tengah gegap-gempita runtuhnya perumahan, dari amukan tsunami yang menerjang Selat Sunda, Sabtu Malam, 22 Desember 2018.

Ya.. Sudah saatnya kita muhasabah diri. Umur kita yang kian menua, berapa air mata yang jatuh karena kita. Perjalanan menuju ajal tak pernah berhenti sedetik jua, sedang maaf belum terucap kepada mereka yang sakit hati karena kita.

Sudah saatnya kita muhasabah diri. Masihkah kita terbuai kesenangan sesaat? Melupa kebahagiaan hakiki di surga kelak.

Ujian yang menimpa diri, maupun bangsa yang kita cintai ini, tak jauh dari dosa-dosa yang kita lakukan. Seumpama nasihat Ustadz Bachtiar Nasir, Pimpinan AQL Islamic Center, Selasa, 25 Desember 2018 lalu saat berkunjung ke Banten. Sudah saatnya kita muhasabah diri.

“Setiap kita pasti mengerti dan tidak pernah bersembunyi dari kesalahan diri kita sendiri. Maksiat-maksiat terselubung yang kita sendiri menutupinya. Tidakkah engkau ingat bahwa Allah Maha Tahu segala sesuatu,” ungkap UBN.

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Teliti?” (QS. Al-Mulk: 14)


Hilangkan fikir jika kita mampu terbebas dari pengawasanNya. Pernahkah kita melihat bakteri yang menempel di badan? Dia, Allah Swt. Maha Melihat atas segala sesuatu. Termasuk yang tidak terindra oleh mahlukNya.

“Setiap yang kecil yang tak terindra pun Allah tau, bahkan setiap detilnya. Allah ketahui semuanya. Tidak ada yang pernah bisa lolos dari penglihatan Allah Swt.,” Lanjut Ustadz Bachtiar Nasir.

Sudah saatnya kita muhasabah diri. Pejamkanlah mata, ingatlah semua maksiat yang pernah kita lakukan, lalu bertaubatlah kepadaNya. Berjanjilah kelada Allah agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan kita yang lalu.

“Mari sama-sama bertaubat kepadaNya, dan berhentilah kepada semua maksiat terselubung, dan jangan pernah berharap bisa membohongi diri sendiri.” Urai Sekjen MIUMI tersebut.

Akan terjadi bentur segala sunyi, bersama nyeri waktu. Perlahan-lahan meregang nyawa, dan lalu henti berdetak. MATI. Jangan sampai diri menemu ajal sedang taubat belum sempat terucap.

Akhir tahun ini, sudah saatnya muhasabah diri.

__________

Mari sama-sama kembalikan senyum korban tsunami Selat Sunda dengan berdonasi melalui:

Bank Syariah Mandiri (Kode 451)
7888804441
Info & Konfirmasi: 0822 3919 3515

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close