News

Subuh Akbar di Pontianak

Dalam safari tadabbur kali ini, KH. Bachtiar Nasir menghadiri Subuh Akbar di Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu 7 oktober 2017.

Dalam Muqaddimah taushiah beliau mendoakan, Semoga umat Islam yang hadir dalam subuh akbar hari ini termasuk orang orang yang sudah Allah angkat penyakit nifaq (kemunafikan) dari dalam hatinya.

Diantara ayat yang beliau bacakan untuk ditadabburi bersama ribuan jamaah yaitu,

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿٤٦﴾

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al Anfal (8): 46).

“Persatuan itu dimulai dari hati. Maka larangannya adalah janganlah kalian saling ‘tanazu’ mencabut paksa rasa kasih sayang dan ukhuwwah Islamiah (antara sesama muslim) dari dalam diri kalian. Karena hal ini yang dapat merusak persaudaraan umat Islam.” Jelas beliau dengan tegas.

Kalau ada perbedaan pendapat diantara saudara kita maka lebih baik tidak usah mengomentari ‘No Comment’. Agar tidak terjadi tanazu’ (dicabutnya kasih sayang dan cinta) maka jadilah kalian ummat yang bersaudara.

Al Alusy menjelaskan dalam tafsirnya bahwa akibat dari tercabutnya rasa kasih sayang antara umat Islam adalah kegagalan bahkan ummat Islam bisa kehilangan kekuasaan.

Allah dalam menguji kesabaran kita adalah lewat saudara saudara kita sendiri. Maka tegar dan bersabarlah. Inilah dua sebab hadirnya persatuan ummat.

Beliau pun mengajak umat Islam untuk bermuhasabah dengan satu hadits Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).

Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675).

Alhamdulillah dalam subuh akbar ini hadir kurang lebih 7000 jamaah yang terdiri dari ikhwan dan akhwat. Turut dihadiri pula oleh Bapak Bupati dan walikota pontianak.

Sebarkan Kebaikan!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close