STIQ Adakan Seminar Internasional Menuju Peradaban Islam Berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah

JAKARTA (AQLNEWS)- Sejarah mencatat bahwa peradaban Islam muncul ketika diutusnya Rasulullah Saw. di tengah masyarakat Arab. Negara yang dipenuhi kejahiliyahan berubah menjadi negara yang beriman, aman, damai dan sejahtera.

Masyarakat yang hubungan langitnya hanya pada Rububiyyah saja, menjadi utuh dalam kalimat yang sempurna (لا اله الا الله محمد رسول الله). Kalimat yang telah diwariskan Kakek Ibrahim as., telah tertanam lagi bahkan menyebar menebar ke seluruh penduduk dunia.

Setelah selesai urusan langit maka hal yang ditangani adalah urusan dengan bumi dan para penduduknya. Dengan memperhatikan, menata dan mengawasi dalam petunjuk ilahi Iahirlah peradaban gemilang di jazirah Arab dan tercatat dengan tinta emas.

Peradaban gemilang tersebut kemudian selalu simple dan rujukan bagi penerus peradaban selanjutnya, itulah yang dilakukan Umar bin Khathab saat membebaskan Persia, Shalahuddin saat membebaskan Palestina dan Muhammad al Fatih saat membebaskan Konstantinopel.

Dengan pondasi-pondasi yang kokoh (Al-Qur’an dan Sunnah) dan diteruskan Secara estapet manusia-manusia terbaik setelah Rosul (one of a kind) dalam membangun peradaban di muka bumi, Islam tersebar sampai ke Turki dan Spanyol, Prancis dan China, mengaung menjadi Singa yang ditakuti, menjadi Pohon yang melindungi dan menjadi air yang menyejukkan bahkan menjadi pilar perdamaian dunia.

Akan tetapi keberhasilan dan kejayaan yang dicapai oleh pendahulu umat Islam tidak bisa dijaga dan dilestarikan oleh generasi berikutnya, dimana saat umat juah dari petunjuk langit, maka saat itu mereka tak punya cahaya dan akhirnya mereka harus menyelesaikan sisa-sisa perjalanan dengan kemampuan mereka sendiri tanpa cahaya langit. Mereka lupa akan perkataan seorang pemlmpln yang bergelar al Faruq, “Kami adalah kaum yang dlmuliakan Allah dengan Islam, dan bagalmanapun kita mencari kemullan dari selain Islam, kita akan dihinakan Allah”.

Hadir dalam Seminar Intemasionai ini KH. Bachtiar Naslr Lc. M.M (Pembina AQL Islamic Center & STIQ Ar Rahman Bogor), Keynote Speaker dalam seminar ini (Prof. DR. H. Rosihon Anwar, MA), Syeikh Prof. DR Wasli Asyur Abu Zaid Al Mishri (Mesir), dan Syeikh DR. Tajuddin Al Abassi (Dosen STIQ).

Seminar ini diramaikan oleh peserta yang berasal dari sekitar jabotabek, asatidz, mahasiswa, aktivis, masyarakat Iainnya. Diadakan oleh Sekolah Tinggi llmu Al-Qur’an (STIQ) Ar-Rahman Bogor dengan fasllitas yang baik dan sederhana Rabu, 21 Maret 2018 di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan.

*MN

Sebarkan Kebaikan!