News

Sidrap Menyambut Kebangkitan Islam

SIDRAP (AQLNEWS) – Ketua GNPF-Ulama, KH. Bachtiar Nasir hadir di Sidrap sebagai pembicara utama dalam Tabligh Akbar yang diadakan di Masjid Agung Sidrap, 4 November 2017.

Tabligh Akbar yang mengusung tema “Menyambut Kebangkitan Islam” diinisiasi oleh Aliansi Umat Islam Bersatu.

Tampil sebagai pemandu acara, Anregurutta Umar Makka, Lc., yang juga sebagai Sekjen Spirit Of Aqsa.

Para hadirin menjejali masjid, terdiri dari berbagai lapisan umur.
Mulai dari anak-anak hingga lansia. Semua antusias mendengar UBN demikian panggilan akrab Ustad Bachtiar Nasir.

Menurut Umar Makka, yang paling ditakuti orang kafir terhadap ummat Islam begitu banyak, tetapi yang tertinggi adalah ketika ummat Islam kembali kepada Al-Qur’an. Jawaban-jawaban seperti, ketika umat Islam bersatu, atau ketika jumlah jamaah Subuh dengan Jumat sudah sama, ataukah ketika doa ummat Islam dikabulkan adalah bagian-bagian yang memang ditakuti, tetapi bukan yang utama. Jelas Dosen LIPIA ini.

Pendapatnya dipertegas dengan mengutip ayat firman Allah berikut,

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ لَا تَسْمَعُوا۟ لِهَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ وَٱلْغَوْا۟ فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“Dan orang-orang yang kafir berkata, Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka.” (Fushshilat: 26).

Menurut alumni Pondok Pesantren Darul Huffadh Tuju-Tuju ini, ada dua penyebab kenapa Perancis berhasil menjajah Aljazair. Pertama karena para penjajah menjauhkan masyarakat dari Al-Qur’an, dan menjauhkan muslim Aljazair dari bahasa Arab yang baik dan benar (fushha).

“Sebab Al-Qur’an menjelaskan kepada kaum muslimin kapan mereka lemah dan kapan mereka bisa kuat.” lanjutnya.

Ada pun KH Bachtiar Nasir, ia memulai pembicaraan dengan mengangkat isu Palestina.

“Siapa yang menguasai dunia, dilihat bukan dari jumlah jamaah haji dan umrah akan tetapi siapa penguasa di bumi Palestina,” katanya.

Pimpinan AQL Islami Center ini menekankan bahwa permasalahan ummat Islam saat ini ada satu, yaitu mereka terjangkiti penyakit wahn. Cinta dunia yang akut dan takut akan kematian.

Untuk menghilangkan penyakit wahn maka para ibu bapak, dari sekarang harus mendidik anak-anakanya agar dekat dengan masjid.

UBN menegaskan bahwa siapa pun anak-anak muda yang dekat dengan masjid maka itu sangat bagus, sebagaimana nazar Hana, istri Imran yang bernazar agar anaknya kelak mengurus tempat ibadah.

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI) ini, memberikan kunci kesuksesan dengan mengutip ayat berikut,

وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ وَلِىٌّ مِّنَ ٱلذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا

“Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” (QS. 17:111)

Kesuksesan yang paling besar adalah ketika kita merdeka dari ideologi sesat dan ideologi kekufuran, pungkas Ketua Alumni Universitas Islam Madinah ini. *Ilham Kadir


.

Sebarkan Kebaikan!

1 2Next page
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close