Selamat Datang Pelayan Dua Kota Suci

JAKARTA (AQLNEWS) – Selamat datang Penjaga Dua Kota Suci ke Bumi Nusantara. Sudah maklum, raja-raja Arab Saudi sejak Raja Faishal bin Abdul Aziz. Namun, secara resmi, barulah digunakan oleh

Raja Fahd bin Abdul Aziz pada 1986. Sebutan sebagai pelayan atau penjaga dua kota suci diartikan dari Bahasa Arab; Khadim al-Haramain asy-Syarifain. Baik Raja Faishal maupun Raja Fahd mengganti istilah “Paduka Yang Mulia” (Shahib al-Jalaalah) dengan sebutan Khadim al-Haramain asy-Syarifain. Raja selanjutnya, Abdullah bin Abdul Aziz menggunakan juga gelar sama setelah kematian Raja Fahd, kakak tirinya, 2005.

Meski begitu, jauh sebelumnya, gelar mulia ini merupakan istilah bersejarah yang disematkan kepada para Sultan Ayyubiyah, para sultan Mesir Mamluk, dan para Sultan Utsmaniyah. Sejumlah literatur menyebutkan, gelar itulah yang kemudian digunakan sampai pada Raja Salman bin Abdul Aziz. Dua kota suci dimaksud adalah Kota Makkah dan Madinah, yang juga disebut sebagai Dua Tanah Haram.
Penyebutan ini merujuk pada keberadaan masjid paling suci bagi umat Islam yaitu Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Untuk diketahui, kedatangan Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017 menyedot perhatian besar tak hanya di kalangan ummat Islam di Indonesia. Kunjungan tersebut memang memiliki arti penting dan strategis bagi Arab Saudi dan Indonesia. Terlebih lagi ini merupakan kunjungan yang pertama bagi raja Arab Saudi setelah hampir 47 tahun silam.
Kepada media di Jakarta, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Syeikh Osamah bin Muhammed Al-Shuibi, menyampaikan sejumlah agenda kenegaraan Raja Salman di Indonesia. “Tentu kunjungan Raja Salman agenda utamanya adalah dari tanggal 1-4 (Maret) akan diterima oleh Yang Mulia Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo), mereka akan mengadakan pembicaraan bilateral di Istana Bogor (Jawa Barat. Red),” ujarnya sebagaimana dikutip dari portal berita Islam hidayatullah.com.

Berdasarkan agenda, kunjungan kehormatan Raja Salman di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI berlangsung pada Kamis (02/03) pukul 13.00-13.30 WIB. Selanjutnya, dia akan berkunjung ke Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Di masjid termegah Asia Tenggara ini, Raja Salman punya waktu 30 menit seusai waktu zuhur. Setelah itu, Raja Salman akan langsung bertolak ke Bali.Rencananya, dalam kunjungan ke Indonesia, Raja Salman akan membawa 1.500 anggota delegasi, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Inilah jumlah terbanyak anggota delegasi kepala negara/kepala pemerintah yang datang ke Indonesia. *azh

sumber: www.alukah.net/hidayatullah.com

Sebarkan Kebaikan!