News
Trending

Sebut Islam & Melayu Penjajah, Pakar Sejarah; Cornelis Ngaco dan Tidak Ilmiah

JAKARTA (AQLNEWS)- Gubernur Kalimatan Barat Cornelis menuai protes atas pernyataannya bahwa orang Melayu dan Islam telah menjajah Dayak selama berabad-abad. “Yang paling parah Kerajaan Melayu dan Islam, bersama dengan Belanda menjajah kita berabad-abad, sehingga mental kita adalah mental hamba, bukan mental kuli”.

Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr Tiar Anwar Bachtiar menegaskan bahwa pernyataan tersebut ngaco dan tidak ilmiah sama sekali.

“Pernyataan gubernur itu sesuatu yang ngaco dan tidak ilmiah sama sekali. Ahistoris. Dia tidak membaca sejarah sama sekali. Indonesia tidak diislamkan melalui gerakan militer, seperti di berbagai kawasan yang lain. Indonesia diislamkan melalui dakwah,” tegas pakar sejarah itu di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, Jumat, 8/6/18.

Kerajaan Islam yang ada di Indonesia bukan kerajaan dari luar yang mengambil alih kerajaan lokal. Kerajaan Islam itu adalah orang Islam yang sudah diislamkan melalui proses panjang. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-7, dan kerjaan Islam berdiri sekitar abad ke-11, artinya sudah ada islamisasi terlebih dahulu. “Raja-raja dan keluarga raja masuk Islam dan akhirnya mereka memutuskan untuk menjadikan kerajaan mereka adalah kerajaan Islam,” ungkap Ustaz Tiar Anwar Bachtiar.

Tidak ada dalam sejarah orang Indonesia menjajah negerinya sendiri. Di Aceh yang berkuasa dalah orang Aceh. Di Jawa yang berkuasa adalah orang Jawa. Di Kalimantan juga adalah kerajaan melayu yang dipimpin oleh orang Kalimantan.

“Kalau yang di maksud orang Kalimantan adalah orang Dayak, maka tentu juga ahistoris. Sampai saat ini, suku Dayak adalah orang yang tinggal di pedalaman dan mereka tidak pernah punya sejarah kerajaan,” ucapnya.

Selanjutnya Ustaz Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan bahwa berbeda dengan kolonialisme Belanda. Mereka datang dari Eropa lalu menguasai politik dan ekonomi. “Dia (Belanda) mengambil alih kekuasaan. Lalu kemudian kekuasaan yang diambil alih oleh belanda ini mengatur segala macam kebijakan yang ada di Indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Ustaz Tiar menyebutkan bahwa ketika Indonesia dipimpin oleh kerajaan Islam, negeri ini tercatat sebagai Negara yang sejahtera, tidak ada rakyat miskin apalagi tertindas. Ini adalah tanda tidak ada kolonialisme. Berbeda dengan kedatangan belanda, pada abad ke-19, dalam sejarah ekonomi Indonesia, pada saat itu negeri ini tercatat sebagai Negara yang paling miskin. Rakyat hanya bisa hidup invousi, bekerja hanya sekedar memenuhi kebutuhan hidup. “Maka kenapa belanda disebut kolonialisme karena mereka jelas merebut keuasaan, menindas, dan menghancurkan bangunan yang sudah kokoh  untuk kepentingan mereka sendiri”, ucapnya.

“Menyamakan Islam malayu dengan penjajah belanda adalah kekeliruan besar dan kebodohan sejarah. Orang yang menyatakan itu tidak mempelajari bagaimana proses kolonialisme dan proses islamisasi, dan bagaimana kerajaan-kerajaan Islam berdiri. Kajian sejarahnya sangat banyak. Ketika ada yang mengatakan melayu menjajah Indonesia, maka ini adalah tindakan ahistoris, masa Indonesia menjajah negerinya sendiri.” Tutup Ustaz Anwar Bachtiar.

Selengkapnya – https://www.youtube.com/watch?v=_hK1sEDbEIY

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close