Satu Kata Ini Mampu Menumbuhkan Rasa Cinta Kepada Allah

Energi cinta mampu membuat seseorang betah berdua-duan dengan kekasihnya satu malam suntuk. Karena jika cinta sudah merasuk ke dalam jiwa seseorang, apa pun yang diperintahkan dan dilarang oleh yang dicintainya maka ia akan lakukan. Alasannya sangat simple, agar orang yang dicintainya itu merasa bahagia. Lalu, apakah kita pernah merasakan hal itu dengan Allah dan bagaimana menumbuhkan rasa cinta kepada sang pencipta?

Pimpinan Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) Islamic Center KH Bachtiar Nasir dalam safari dakwahnya 7 Oktober 2017 lalu menyampaikan tips agar bisa menumbuhkan rasa cinta kepada Allah. Dia menjelaskan bahwa ketika kita membaca “Alhamdulillahi rabbil alamin” secara sadar untuk memuja dan meuji kepada Allah Tuhan semesta alam.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Jiwa-jiwa yang sampai ketingkat rasa ketika membaca “Alhamdulillah rabbil alamin” pasti timbul rasa cinta kepada Allah subhana wa ta’aala. sebaliknya, jika tidak timbul rasa cinta kepada-Nya maka mungkin ada masalah dengan ilmunya dan mungkin ada masalah dengan qalbunya.

(الْ)  atau dibaca “Al” menunjukkan segala sesuatu berasal dari sisi-Nya, maka Allah hanya pantas untuk dipuji. Tidak ada celah bagi manusia untuk mencela-Nya. manusia adalah mahluk terbaik yang diorbitkan di panggung eksistensi ini dan manusia adalah sebaik-baik ciptaan dari semua ciptaannya yang baik.

Pernahkah kita memilih dan meminta kepada Tuhan agar diciptakan sebagai manusia, tiba-tiba saja kita diciptakan Allah sebagai mahluk terbaik-Nya. Lebih berbahagia lagi kita terlahir dari orang tua yang beragama Islam. beruntung lagi kita ditakdirkan untuk menjadi muslim yang menjaga shalatnya apalagi dibangunkan untuk shalat subuh berjamaah.

Manusia jika tanpa Islam akan kacau pemikirannya dan konsep ketuhannya akan bermasalah. Tuhan disamakan dengan manusia, Tuhan distigma punya anak dan lain-lain. Maka ekspresi rasa syukur kepada-Nya karena kita lahir sebagai seorang muslim adalah sebuah kewajiban yang tanpa diperintah pun hati kita akan tergerak untuk bersyukur kepada-Nya. Rasa syukur yang melimpah dalam qalbu seseorang akan semakin memupuk subur rasa cinta itu kepada-Nya.

Terlebih lagi Allah menganugrahkan nikmat keislaman kepada kita, sehingga akidah kita mampu mengarahkan kepada penghambaan yang sesungguhnya. Menghamba kepada Tuhan yang Maha Esa, Seandainya kita tidak punya konsep yang benar tentang Tuhan maka kita telah disesatkan oleh pikiran kita sendiri. Tuhan tempat bergantung semua mahluk, sendainya kita tidak punya konsep siapa yang patut kita tempati bergantung maka kita akan menghamba kepada benda-benda, bergantung kepada mahluk, dan bergantung kepada sesuatu yang tidak bisa mendatangkan bahaya dan manfaat. Tuhan yang tidak diperanakkan dan tidak pula beranak, sebuah rasa syukur kepada-Nya karena Tuhan kita tidak ada yang sama dalam penciptaan dan tidak akan ada yang sama dalam kualitas penciptaannya apalagi sama dengan zat Tuhannya dan apalagi setara dengan kekuasaan Tuhannya,

Orang yang bersyukur kepada Allah dengan syukur yang ikhlas pasti tumbuh rasa cinta di dalam hatinya. Seseorang yang cinta kepada anaknya itu karena Allah yang membuat cocok mata orang tua dengan muka anaknya dan menyatukan batin di antara keduanya, sehingga ia lebih mencintai anaknya daripada anak orang lain padahal sama-sama anugrah Allah. Lalu, jika mampu cinta kepada anak sendiri kenapa tidak bisa cinta kepada Allah? Anak itu menjadi indah di mata kita dan membahagiakan hati karena Allah menciptakan mata, rasa senang, dan menjadikan anak bahagia ketika dilihat adalah Allah, maka sudah menjadi kewajiban untuk kita lebih mencintai Allah daripada anak kita. Tentu, awal untuk menumbuhkan rasa cinta itu adalah dengan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya dan menjadi kata “Alhamdulillahi rabbil alamin” sebagai zikir setiap saat agar Allah menanamkan cinta di dalam hati kita.

Sebarkan Kebaikan!