Artikel
Trending

Saksi Kepedihan Pasca Tsunami

BANTEN (AQLNEWS)– “Rumah saya sudah hancur pak, tinggal puing-puing,”

Kalimat singkat itu terucap dari mulut Pak Yusuf, warga Kec. Sumur, Banten, Jumat Pagi, (28/12).

Mengapa masih kita bacakan lirik-lirik puisi yang agungkan kenikmatan duniawi? Sedang di sini, Banten, sepanjang pesisir pantai yang terdampak tsunami tak menera apa-apa selain hamparan reruntuhan bangunan dan tangis pengungsi yang tiada henti mencucuki mata. Beberapa hari telah berlalu, pantai-pantai hanya mengucurkan bau tak sedap dan gumpalan trauma para korban.

Pak Yusuf hanyalah salah satu contoh kepedihan pasca tsunami. Bercucuran air mata ia berucap, “Alhamdulillah keluarga saya selamat pak, tapi harta saya sudah habis,” ucapnya dengan suara tertahan oleh isak tangis.

Semenjak amukan laut meruntuhkan rumahnya, hanya ada setitik harapan yang terus ia bungkus dengan doa kepada Allah Swt.. Dzat yang masih bersedia mendengar suaranya, suara semua mahluk hidup. Tak lupa, ikhtiar tetap ia lakukan, semisal penuturanya kepada tim AQL Peduli pagi itu.

“Begini pak, masyarakat saya, mau dibikinkan gubuk saja yang penting bisa tidur. Kita juga tidak enak numpang di rumah orang terus,” ucap Pak Alimun, Ketua RT04/02 desa sumber jaya, kec sumur, Banten, tempat di mana pak Yusuf tinggal.

“Misalnya kita dibikinkan di satu tempat, di situ kita kumpul-kumpul. Bukan satu dua hari, tapi tahunan ini kami tidak punya rumah.” Lanjut pak RT, saat menemani warganya mengungkapkan keluh kesahnya.

Sebuah momen kepedihan, yang walau hanya sesaat tapi sampaikan begitu banyak derita; ketika tsunami itu melumat segenap simpanan-simpanan warga sampai menjadi serpihan yang tak lagi berarti.

Melalui penuturan pak Yusuf dan Pak Alimun kita menemukan hikmah, hanya Allah Yang Maha Esa yang mampu merajut kembali keping keluh kesah kita, yang terlanjur lekat menempel di atas jalur-jalur rel kehidupan yang mengeras.

Jangan pernah sia-siakan kesempatan untuk berbuat baik. Sedetik kita biarkan rasa malas meracuni jiwa, ia tak akan pernah lagi menghantarkan cahaya untuk memgembalikan kesempatan yang kita lewatkan itu.

AQL Peduli dalam waktu dekat akan membangun Huntara (Hunian Sementara) bagi korban yang rumahnya hancur dan tidak bisa lagi ditempati.

*Mohajer
_________
Mari sama-sama kembalikan senyum korban dengan berdonasi melalui:

Bank Syariah Mandiri (Kode 451)
7888804441
Info & Konfirmasi: 0822 3919 3515

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close