Revolusi Akhlak dan Perang Cyber

TASIKMALAYA (AQLNEWS) – Hati-hati mengirim dan menyebarkan informasi lewat media sosial (medsos). Kalau menghina, mencaci, dan memfitnah lewat medsos, kira-kira Allah SWT tahu nggak? Seperti apa bahayanya?

“Bahayanya sama dengan membunuh orang lain bahkan melebihi karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan,” ungkap Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir pada acara Tabligh Akbar di Lapangan Masjid Persis Panyusuhan, Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (18/3).

Menurut dia, memang ada Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008  tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang mengikat para pengguna medsos. Seharusnya UU itu sudah menjerat para buzzer yang terus menggencarkan fitnah dan tuduhan terhadap Islam dan para ulama. Sementara bagi umat Islam, UU ITE tentu bukan penghambat karena seharusnya umat Islam hanya menyampaikan kebenaran dan dakwah, bukan balik menuduh para pemfitnah.

“Walau itu (UU ITE) kita taati tapi sesungguhnya Allah SWT tahu (isi medsos kita). Walau kita dituduh, dakwah ini harus terus berjalan dan berlanjut,” katanya.

Revolusi akhkak menjadi solusi bagaimana melawan serangan-serangan fitnah terhadap umat Islam. Dengan revolusi akhlak, umat Islam tidak hanya berdakwah dan berjuang di dunia nyata tetapi juga memasuki ranah dunia maya. Lewat revolusi akhlak inilah umat Islam bisa memenangkan peperangan opini yang terus menerus memojokkan Islam.

“Walau mereka dibayar triliunan (untuk memojokkan Islam) lewat media, tetapi mereka kalah dengan kekuatan revolusi akhlak,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) ini.

Gerakan umat Islam selanjutnya adalah bagaimana memerangi penyakit sosial seperti free sex, perkelahian antarwarga, narkoba, dan geng motor. Ini perlu direvolusi atau tidak? Jangan hanya teriak Allahu Akbar tapi perilaku anak mudanya masih begini. Kita harus siap revolusi ibadah,” tegasnya.

Dia menekankan, umat Islam sudah berkomitmen dengan damai. Jangankan harta, nyawa pun diberikan untuk bangsa dan agama. Umat ini ingin bersatu tapi kalau kemunkaran merajalela, umat Islam tidak bisa diam. “Caranya kita kerja sama aparat. Jangan hanya melihat seragam aparat, tapi kalau kita lihat hatinya di situ ada akidah yang siap mati untuk kebenaran demi bangsa negara dan agama,” katanya. *azh/tomi

Sebarkan Kebaikan!