Ramadhan Bulan Penuh Kebahagiaan

“Lorong waktu Ramadhan adalah lorong waktu suci yang diturunkan padanya al-Qur’an. Sebuah kitab suci diturunkan ke qalbu yang suci, pada malam yang suci, dan melalui Malaikat yang suci, dari Dzat Yang Maha Suci.
Ramadhan adalah bulan yang penuh kebahagiaan. Namun bukan kebahagian berdasarkan keinginan manusia secara fisik. Bagi manusia, kebahagiaan adalah ketika keinginannya terpuaskan, apa yang menjadi kebutuhannya terpenuhi. Jika keinginan dan kebutuhan terpenuhi, manusia akan merasa sangat bahagia. Akan tetapi, kebahagiaan secara manusiawi itu tidak cukup karena puncak kebahagiaan adalah ketika manusia dekat kepada Allah Sang Pencipta. Hanya dengan cara seperti itu, semua keinginan dan kebutuhan tercukupi dan terpenuhi. Maka di sinilah esensi Ramadhan sebagai bulan yang penuh kebahagiaan.

Orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah bisa mengontrol kebutuhannya sehingga tidak tertatih-tatih. Memenuhi hasrat hawa nafsu dengan berbagai macam bentuk pekerjaan hanya menghilangkan momentum untuk mendapatkan diri di hadapan Allah SWT. Fokus untuk mencapai kebahagiaan di bulan Ramadhan yang paling subtantif adalah ketenteraman jiwa, ketenangan batin, dan pucaknya adalah kebahagiaan spiritual. Yaitu ketika mengempaskan diri dalam berbagai bentuk ibadah Ramadhan, mengendalikan hawa nafsu, mengontrol diri, dan merasa cukup dengan yang sedikit. Ketika segenap potensi digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai macam bentuk ketaatan dan ibadah maka disitulah puncak kebahagiaan di bulan Ramadhan. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!