Raja Salman, Hafizh Al-Qur`an Nan Dermawan

JAGAT  media Indonesia sedang diramaikan kedatangan Raja Salman. Tak banyak yang mendapat informasi mengenai kehidupan tokoh ini. Sejauh yang diketahui, beliau atas nama Kerajaan Saudi Arabia, akan menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia. Uraian berikut ini, barangkali bisa membantu mengetahui secara global mengenai profil Raja Arab Saudi ini.

Nama lengkapnya Sulaiman bin Abdul ‘Aziz bin Abdurrahman Ali Sa’ud. Beliau adalah sosok unik, multi talenta, dan dermawan. Sejak kecil beliau dibesarkan dalam nuansa yang agamis. Syekh Abdullah Khayyath Imam dan Khatib Masjid al-Haram adalah salah satu gurunya.

Dalam dunia politik, bapak sembilan anak ini pernah menjabat sebagai Gubernur Riyadh dan Menteri Pertahanan. Selama lima puluh tahun menjadi gubernur Riyadh, beliau telah berhasil menyulapnya menjadi kota elit dan modern. Pada Januari 2015, beliau dikukuhkan menjadi Raja Saudi Arabiya.

Di Arab Saudi, raja kelahiran Saudi 31 Desember 1935 ini, dikenal dekat dengan para penulis, peneliti, cendekiawan, wartawan dan media. Lebih dari itu, beliau juga mendukung dan menyokong mereka. Ketika bersama beliau mereka merasa penuh tanggung jawab, aman, dan nyaman dalam mengutarakan opini.

            Raja yang sudah hafal Al-Qur`an sejak usia sepuluh tahun ini selalu berusaha merasakan secara langsung kegetiran dan kesusahan hidup orang. Kasus kefakiran, kemelaratan, dan sakit yang terjadi di dalam maupun luar Saudi, menjadi perhatiannya.

Bila ada orang yang kesusahan, maka dengan senang hati beliau menyimak dengan curhatan mereka. Sebagai contoh, bila ada masyarakat yang mengajukan biaya pengobatan kepadanya, berapapun mahalnya biaya pengobatan, akan ditanggung untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Penduduk Riyadh menjadi saksi atas kepedulian Raja yang dermawan ini.Siapa saja yang sakit, bisa dirujuk ke rumah sakit atas nama dirinya atau rumah sakit yang bisa mengobati penyakit yang diderita pasien.

Ada sisi-sisi humanistis yang diperlihatkan beliau dimana gaungnya bukan hanya taraf nasional tapi menembus internasional. Penduduk dalam dan luar negeri yang mengalami kesusahan akan dibantunya. Warga Palestina yang hidup dalam bayang-bayang penjajahan Israel, tidak luput dari perhatiannya. Bahkan beliau mengajukan proyek, “Bayarlah dengan uang riyal, maka akan selamat bangsa Arab.” Artinya, bantulah mereka yang kesusahan dengan dana yang dimiliki untuk keselamatan mereka.

Di samping itu, yang tidak kala menarik, Raja Malik Sulaiman bin Abdul ‘Aziz berusaha dengan sekuat tenaga mewujudkan keamanan di wilayah teluk.

Sosok hafidh Qur’an, dermawan, rendah hati ini semoga akan terus menjadi pemimpin yang berpihak kepada kemaslahatan Islam dan umatnya. Di sisi lain, bisa menyatukan umat Islam dunia yang sedang centang-perenang.

Sumber: Al-Jazirah dan Wikipedia

Sebarkan Kebaikan!