Rahasia Yahudi Terbongkar di Masjid Raya Bukit Tinggi

Bukit Tinggi (AQLNEWS) – Bagaimana Yahudi menguasai (tanah) Palestina? Bagaimana Yahudi menguasai ekonomi? Dia harus menciptakan dulu tanah tak bertuan. Bagaimana supaya ada tanah tak bertuan? Ciptakan perang, bikin perpecahan. Supaya sesama penduduk negeri berperang satu sama lain. Sampaikan berita-berita hoax sogok tokoh-tokoh tertentu, sogok pula pejabat-pejabatnya supaya ada yang merasa tertindas dan terjadi kezhaliman sehingga ada yang mendukung demonstrasi kemudian peranglah antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain atau antara masyarakat dengan pemerintahnya dan seterusnya dibikin kacau.

Maka untuk itu Yahudi harus menciptakan Perang Dunia ke-I, Perang Dunia ke-II dengan satu tujuan; Ardhun Bi La Sya’bin Li Sya’bin Bi La Ardhin (Harus ada tanah tak bertuan supaya diperuntukkan bagi tuan yang tidak bertanah). Lalu caranya bagaimana? Menciptakan tanah tak bertuan untuk tuan yang tak bertanah dibikin perang, begitulah jadinya.

Selanjutnya, sesama Yahudi pun mulai berkumpul untuk membeli tanah. Sedikit demi sedikit mereka bersabar, itu yang  dilakukan karena mereka dulu pernah terlunta-lunta, mereka hidup berdiaspora 40 tahun ditakdirkan oleh Allah tidak memiliki negeri, menjadi tuan yang tak bertanah padahal tanah yang dijanjikan sudah ada pada mereka dulu. Tapi karena mereka takut berjuang, takut berjihad bahkan mereka berkata kepada Musa, Musa yang menyelamatkan mereka dari penjajahan Fir’aun agar mereka kembali ke al-Ardhul Mau’udah (tanah yang dijanjikan), ketika sudah hampir selangkah lagi masuk ke Baitul Maqdis. Apa kata orang pengecut yang tidak mau berjihad bersama Musa? “Musa kalau harus perang dulu baru kami menguasai tanah itu, kami tidak mau. Pergilah kamu bersama Tuhanmu berdua, perang sana! Nanti kalau sudah menang baru kasih tahu saya.”

Yahudi, kalau ada temannya membeli tanah di Baitul Maqdis, dimodalin. Setelah itu kuranglah uangnya, mereka kemudian membuat koperasi, bagaimana kebutuhan dipenuhi sendiri oleh orang Yahudi. Mereka bekerja di London seperti itu. Setelah salah seorang menteri dia di Inggris itu menyusup ke kerajaan Inggris pada saat itu dan sudah membuat peta pasca perang dunia ke-I, wilayah Palestina ini harus menjadi Free Zone Area (menjadi area bebas), tidak bertuan karena dia tuan yang tidak bertanah harus memiliki itu.

Caranya bagaimana? Dibeli sedikit demi sedikit lalu aturan-aturan ia buat, dia buat PBB supaya dia bisa tentukan tata letak dunia ini dengan tatanan dunia baru. Dia bikin IMF dan sebelumnya World Bank. Semua aturan-aturan keuangan dia buat tapi tahapannya dia bikin mulai dari koperasi, sesama Yahudi hanya bisa belanja pada Yahudi saja, bekerja sama pada sesama Yahudi. Akhirnya setelah punya koperasi, mulai beli tanah lagi lebih banyak lagi di Palestina. Setelah itu mereka bikin bank lembaga keuangan. Orang-orang non Yahudi dirayu agar menabung uangnya di bank Yahudi karena kalau mereka menabung nanti hadiahnya motor, mobil, umrah dll. Padahal uangnya ini nanti mereka yang putar.

Ini sekedar gambaran dan mudah-mudahan setelah ini tergerak masyarakat-masyarakat khususnya di Bukit Tinggi untuk bisa menjadi pengusaha-pengusaha tangguh, untuk bersatu meningkatkan perekonomian kita semua. Dan bersatu mengusir penjajah-penjajah ekonomi dari Bukit Tinggi. Wallahu A’lamu Bishshawab (Disarikan dari taushiah KH. Bachtiar Nasir di Masjid Raya Bukit Tinggi, 6 Desember 2017)

Sebarkan Kebaikan!