ArtikelOaseOpiniSirahTausiyah
Trending

Rahasia Dibalik Perintah untuk Berinfak

KENAPA setiap ayat yang bercerita tentang infak, sedekah, atau zakat selalu dikaitkan dengan imbalan?

Pada dasarnya manusia cinta harta. Hal tersebut termaktub dalam surat Ali Imran ayat 14;

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imran: 14)

Allah Swt. membekali manusia insting cinta harta. Insting inilah yang membuat kita berambisi mengumpulkan harta lalu menimbungnya. Kita akan tersesat jika Qur’an tidak membimbing insting tersebut; Cinta harta berlebihan, kikir, dan memandang sebelah mata orang fakir. Qur’an adalah cahaya yang membuat jalan kita terang untuk menggapai kebahagiaan yang bersumber dari-Nya.

Majelis Tadabbur Kamis Malam di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, (8/9/18).

Sifat dasar manusia yang cinta harta membuat sifat kikir menguasai. Biasanya, semakin kaya seseorang maka semakin berat ia mengeluarkan hartanya untuk berinfak, sedekah, ataupun zakat. Harta sedikit terasa kurang dan banyak harta merasa tidak cukup. Oleh karena itu Allah selalu menjanjikan imbalan besar bagi orang yang mampu menekan sifat dasarnya (cinta harta yang berbuah kikir).

Al-Qur’an mengajak kita untuk meyakini bahwa Allah adalah sumber rezeki. Semua tergantung kehendak-Nya. Sehebat apapun rencana manusia, tetap kehendak Allah yang berlaku. Dia yang Maha Tahu memberikan apa yang dibutuhkan oleh hamba-Nya, bukan yang dia inginkan.

Ada cerita yang sangat inspiratif dari seorang alim dan imam dari negeri Mesir, Al-Laits bin Sa’ad. Beliau hidup sezaman dengan Imam Malik bin Anas, imam negeri Hijrah, Madinah. Cerita ini telah dimuat dalam Majalah Qudwah edisi 3 volume 01 / 1433 H / 2012 M.

Al Laits terkenal sebagai orang kaya raya yang memiliki jiwa derma yang mengagumkan. Beliau mengembangkan hartanya dalam perdagangan sebesar 20.000 dinar, 1 dinar di zaman dahulu seukuran emas seberat 4,25 gram. Jika dikonversi ke dalam rupiah tentu mencapai angka milyaran rupiah. Namun, tentu bukan itu yang kita kagumi. Tapi yang harus kita teladani adalah pengakuan beliau, “Aku belum pernah sekali pun terkena kewajiban zakat.” Hal ini karena tidak sampai setahun harta beliau telah diinfakkan di jalan Allah.

Majelis Tadabbur Kamis Malam di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, (8/9/18).

Beliau berikan 1000 dinar kepada Ibnu Lahi’ah ketika kitab-kitabnya terbakar. Juga kepada Malik dan Manshur bin ‘Ammar, masing-masing 1000 dinar.

Qutaibah bin Sa’id menuturkan bahwa Al Laits dalam setiap hari selalu bersedekah kepada 300 fakir miskin. Suatu ketika ada seorang wanita miskin meminta kepadanya madu sekadarnya untuk pengobatan anaknya yang sedang sakit. Lalu Al Laits memberinya 120 rithl madu. Jumlah tersebut setara lebih kurang 56 kg.

Bila cuaca dingin, beliau menghidangkan makanan berupa harisah (bubur dari daging cincang) yang dicampur dengan madu dan minyak samin dari lemak sapi. Bila cuaca panas, maka beliau menghidangkan makanan berupa sawis (bubur dari tepung gandum) dan biji lauz dicampur dengan gula. Dan tidaklah beliau makan siang atau makan malam kecuali bersama para tamu.

Harta yang banyak dan kecintaannya berinfak di jalan Allah menunjukkan kezuhudan beliau terhadap dunia. Beliau yakin, bahwa apa yang diinfakkan di jalan Allah, itulah yang kekal. Itulah yang akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah. sebab itulah beliau tidak pernah menyimpan hartanya sampai nisab dan haul.

Tabungan terbaik adalah tabungan kepada Allah, Dia yang akan menggantikannya tepat pada waktunya. *Ditulis dari Kajian KH Bachtiar Nasir di AQL Islamic Center, Tebet Utara I No. 40, Jakarta Selatan, Kamis Malam, (8/9/2018).

*Muhajir

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close