KH Bachtiar Nasir: Program Kemanusiaan ACT Mulia dan Terhormat

JAKARTA (AQLNEWS) – Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir menyatakan program kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk membantu korban kelaparan di Afrika dan Yaman sangat mulia dan terhormat. Tak hanya itu, aksi itu juga mengangkat citra bangsa Indonesia di mata dunia. Yaman dan tiga negara Afrika dilanda bencana kelaparan yakni Somalia, Sudan Selatan, dan Nigeria, menunggu uluran tangan para dermawan di mana pun berada.

“Ini adalah sebuah program yang sangat mulia dan terhormat, mulia dari sisi agama dan terhormat sebagai bangsa Indonesia,” ujar Ketua Alumni Universitas Islam Madinah itu saat pelepasan relawan ACT di Masjid Al-Azhar, Jakarta, Jumat (17/3).

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) yang juga konsen di bidang sosial dan kemanusiaan ini menegaskan, bangsa Indonesia khususnya umat Islam punya tanggung jawab sosial untuk meringankan beban saudara-saudaranya yang tertimpa musibah. Ini merupakan kemuliaan dari sisi kemanusiaan sehingga umat Islam harus berperan mengulurkan bantuan kepada empat negara yang dilanda kelaparan tersebut.

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat ini berharap agat program kemanusiaan ACT perlu mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia dari semua elemen mulai dari kalangan bawah, menengah, dan atas.

ACT melalui Tim Sympathy of Solidarity (SOS) telah menyalurkan 2,6 ton paket bantuan bahan pangan dari Indonesia ke Somalia. Bantuan tahap pertama sudah disalurkan ke sejumlah wilayah, seperti Lower Shabelle dan Bay Region. Pada Selasa (14/3) lalu, tim SOS mendistribusikan bantuan pangan ke Kampung Kukari di Lower Shabelle yang terletak sekitar 40 km dari Mogadishu. Kampung Kukari merupakan kampung tidak resmi yang dihuni oleh pengungsi. Bangunan di kampung tersebut terbuat dari seng dan ranting-ranting yang disusun sekenanya. “Ada sekitar 15 sampai 19 ‘koloni’ pengungsi baru di Kampung Kukari,” ujar Senior Manager Komunikasi ACT, Bambang Triyono, sebagaimana dirilis Republika.co.id.

Pada Rabu (15/3), tim SOS menyalurkan bantuan ke Kota Baidoa di Bay Region. Kota Baidoa kedatangan hampir 20 ribu pengungsi yang berasal dari desa-desa di sekitar kota tersebut, yang mencari air bersih dan bantuan pangan.

Sejak perang saudara 20 tahun lalu yang mereda 10 tahun terakhir, ada lebih dari tiga juta warga Somalia yang pergi dari kampung halamannya untuk mengungsi. Mereka yang dulu mengungsi ke Dadap Camp di Kenya, pada akhir tahun lalu sudah dikembalikan ke Somalia dan ditempatkan di luar Kota Baidoa.

Sementara jutaan pengungsi lainnya tersebar di beberapa titik, termasuk di pinggiran Kota Mogadishu. Akibat kekeringan ini, puluhan ribu warga Somalia keluar dari kampung mereka ke kota untuk mencari air bersih dan makanan. “Jadi, boleh dibilang cukup banyak pengungsi yang harus ditangani oleh Pemerintah Somalia,” jelasnya. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!