Opini

Pro Kontra Partai Allah dan Partai Setan Terus Viral, Ini Penjelasan UBN

Pernyataan Bapak Reformasi; Amien Rais terkait Partai Allah dan Partai Setan mendadak viral. Beberapa media massa online langsung menyetir bahkan menafsirkan sendiri pernyataan ini bahwa beliau telah mendikotomikan partai-partai politik di Indonesia jadi dua kutub, yakni partai setan dan partai Allah, sebagaimana yang ditulis di CNN Indonesia pada sabtu (14/4) padahal seharusnya agar lebih bijak maka kita harus bertabayyun agar tidak menyesatkan umat.

Pernyataan tersebut benar disampaikan Pak Amien, saat tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) pagi.

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia Ustadz Bachtiar Nasir yang beberapa hari lalu baru pulang dari Turki menghadiri sebuah Seminar Internasional Peduli al Quds pun berkesempatan memberikan ‘petunjuk’ kepada umat agar tidak terprovokasi dan salah paham. Melalui sebuah video yang diunggah di akun pribadi beliau (lihat; https://www.youtube.com/watch?v=FpvMPBURqUU) pada 24 April kemarin, beliau melakukan obrolan ringan bersama ustadz kondang Ibukota, Ust. Haikal Hassan.

Diantara pembahasan dalam obrolan tersebut adalah seputar hubungan pernyataan partai Allah dan partai setan dengan keadaan politik dalam negeri, makna kata hizb, hingga apakah boleh kita menggeneralisir apakah ini partai setan atau partai Allah?

Berikut hasil rangkuman tim aqlnews.com untuk sahabat sekalian, semoga dapat menjadi bahan tela’ah bersama. Selamat membaca!

UHH: Ust, gini ustadz. Kita kan ngaji dalam al-Qur’an ketemu tuh; Hizbullah dan Hizbusy Syaitan dan diterjemahinnya; partai Allah dan partai setan. Ini sesuai banget dengan keadaan politik kita sekarang. Bagaimana ustadz?

UBN: Ya, gak salah juga sih. Gak salah sepenuhnya. Walau kata hizb itu sebetulnya kan bisa berarti kelompok atau bisa menjadi semacam federasi atau koalisi. Nah di sini, kata hizb itu secara bahasa bisa berarti tanah yang kering atau secara defenitif bisa berarti juga sebuah kelompok yang memiliki kekuatan. Kalau dalam bahasa arabnya di kamus-kamus biasanya ada istilah al-Quwwah wal Ghalabah atau al-Ghalabah wash Shalabah, dengan arti memiliki kekuatan, semacam juga tekanan.

Dalam konteks modern kira-kira begini deh; jadi hizb itu artinya, sebuah kelompok masyarakat atau sekelompok orang yang instrukturnya kuat, jaringannya kuat, pengaruhnya kuat, tekanannya juga kuat, kira-kira begitu.

UHH: Tapi kan, kalimat (hizb/partai) itu kan melekat, sekelompok ini ada dalam naungan Allah, ada yang dalam naungan setan. Nah, setan ini apakah setan dalam wujud setan yang sebenarnya atau setan yang lain karena kan Allah menyebut setan bukan cuma setan yang asli. Contohnya begini Ust, Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam QS. Al-Baqarah ayat 14, “Dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka,” itukan artinya mereka kembali kepada bos-bos mereka, pemimpin-pemimpin mereka begitu Ustadz.

UBN: Ya, kalau kita kaitkan dengan defenisi tadi, ya kembalinya ke pemimpin-pemimpin mereka yang mengikuti setan. Kelompok setan itu kan intinya membenci Allah, mengajak manusia untuk tidak kembali kepada Allah, tidak taat kepada Allah, ujung-ujungnya mengingkari peraturan-peraturan Allah. Undang-undang Allah dia tak suka gitu, syariat Allah dia gak suka.

UHH: Boleh gak kalau ane berceramah dan ane katakan itu versus? Hizbullah vs Hizbusy Syaitan (partai Allah versus partai setan).

UBN: Itu sebuah kepastian. Niscaya. Tapi kalau ada orang yang mengatakan, Ini partai setan, ini partai Allah, antum setuju?

UHH: Ane cuma berkata begini, bila mana dalam kelompok itu bertentangan dengan apa yang Allah sampaikan maka itu sudah pasti setan.

UBN: Artinya kan partai memiliki struktur yang kuat, jaringan yang kuat, pengaruh yang kuat, tekanan yang kuat secara kriteria, partai memiliki kriteria hizb tadi. Jadi, mereka kemungkinan juga ada kelompok-kelompok yang tidak menginginkan adanya hukum tuhan, aturan tuhan, ketaatan kepada tuhan.

UHH: Nah, sekarang begini ustadz. Boleh gak ane menyampaikan begini; LGBT itu sudah pasti musuh Allah. Kalau ada partai yang secara sepihak mengusulkan untuk melegalkan pernikahan sejenis dan mengatakan LGBT itu hak manusia, boleh gak ane bilang, Lho partai setan lho!

UBN: Hehe, ya di satu agenda itu ya. Di satu agenda itu mungkin ada oknum-oknum partai, dalam hal ini dia sedang berakting sebagai atau atas nama partai setan. Padahal belum tentu lho semua yang lain-lain itu seperti dia.

Sekarang, ya menggeneralisir sih gak boleh tetapi bahwa ada orang-orang yang berafiliasi ke setan, yang mengendarai partai mengatasnamakan partai bisa saja terjadi.

UHH: Kita berarti mesti fair dong. Dalam partai Allah, ada yang korup dong satu, dua orang?

UBN: Ada.

UHH: Kalau begitu kita bicara soal pembenaran oknum.

UBN: Ya, tapi oknum ini juga kadang-kadang terorganisir. Ya, hizb di dalam hizb, ya bisa dua kemungkinan; Kemungkinannya kelompok setan ini berada di dalam hizb itu, bisa jadi partai ini sebetulnya tidak menginginkan mengikuti setan tapi pemodalnya kelompok setan. Jadi, partainya secara keseluruhan sih wajahnya bisa wajah nasionalis, bisa wajah religius, atau mengatasnamakan nasionalis religius. Tapi kita gak tahu, di belakangnya nih setan besar yang bisa saja secara infrastruktur kuat yang konstruksinya, tekanannya, pengaruhnya ada.

UHH: Ya baik. Alhamdulillah jelas, paham alhamdulillah.

UBN: Jadi, mana nih partai setan sama partai Allah?

UHH: Ada beberapa orang lah yang mewakili deh.

UBN: Jadi kepada ummat, yah beginilah perbincangan kita semoga bermanfaat.

Sebarkan Kebaikan!

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close