Artikel
Trending

Pondasi Persatuan Umat

GELOMBANG persatuan umat Islam kian terasa akhir-akhir ini. Apalagi saat usai Reuni Akbar 212 pada 2 Desember 2018 beberapa waktu lalu. Jutaan umat berkumpul di satu tempat bukan karena tokoh tertentu, tapi karena ada kerinduan untuk bersatu. Akan tetapi, diperlukan pondasi yang kuat untuk menjaga persatuan umat tersebut, agar tidak mudah dipecah-belah lagi oleh musuh Islam. Lalu apakah pondasi persatuan umat tersebut?

Rasulullah Saw. pernah bersabda;

عن أنس رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أُنْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوْمًا ، قَالُوْا ياَ رَسُوْلُ اللهِ هَذَا نَنْصُرُهُ مَظْلُوْمًا فكيف ننصره ظالما ؟ قال : تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ .

“Dari Anas ra. ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau yang dizalimi, para sahabat berkata: wahai Rasulullah, orang ini kami tolong dalam keadaan dizalimi, maka bagaimana kami menolongnya ketika ia berbuat zalim? Rasululla Saw. menjawab: kamu pegang kedua tangannya”. (Abu Abdillah Muhammad Bin Ismail al-Bukhari, al-Jami’ al-Shahih ….hlm. 190).

Mungkin sebagian kita berfikir, apa hubungannya hadis ini dengan pondasi perastuan umat?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, alangkah baiknya kita tadabburi ungkapan, “Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim atau yang dizalimi.”

Jangankan kita umat Islam yang terapaut jauh dengan Rasulullah, para sahabat pun komplen ketikan mendengar hadis ini. “Wahai Rasulullah, orang ini kami tolong dalam keadaan dizalimi, maka bagaimana kami menolongnya ketika ia berbuat zalim?” Rasululla Saw. kemudian menjawab menjawab: “kamu pegang kedua tangannya”.

Masih belum faham? Baiklah kita kembali ke ratusan juta tahun lalu, saat Qabil hendak membunuh Habil sebagaimana termaktub dalam surat al-Maidah ayat 27-31.

Habil yang kian terhimpit oleh amarah saudaranya, dan Qabil yang rasa kemanusiaanya telah tercerabut, Habil hanya mampu berkata, “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.” (QS. al-Maidah: 28).

Coba kita perhatikan ungkapan Habil, “Saya tidak akan membentangkan tanganku untuk melawan, karena kamu adalah saudaraku.” Begitulah kira-kira jika kita aktualisasikan pada kondisi saat ini.

Prinsip ini yang harus dipegang oleh setiap muslim. Di tengah maraknya ujaran kebencian atau saling tuduh alangkah baiknya kita bersifat bijaksana dalam menyikapi hal itu. Tidak perlu melakukan perlawanan demi persatuan dan persaudaraan. Lebih baik mati daripada melawan saudara sendiri, apalagi kita masih sama-sama mengucapkan LAA ILAHA ILLALLAH.

Lalu kembali lagi ke hadis di atas, menolong saudara kita yang dizalimi sangat wajar, tapi bagaimana dengan yang berbuat zalim?

Hadapi ejekannya dengan sabar, hadapi hujatannya dengan kebijaksanaan, dan doakan kebaikan untuknya (yang zalim) agar ia bertobat sebelum ajal menjemputnya. Terkadang hanya salah faham, framing media, dan cerita-cerita tak berdasar yang menimbulkan kebencian kepada saudara kita sendiri. Jangan kedepankan ego, utamakan akal. Agar tercipta kerukunan, persaudaraan, dan persatuan yang erat di antara umat Islam. Menolong yang zalim butuh kesabaran tinggi. Sudut pandang harus diperluas agar tidak salah faham kepada saudara kita.

Sebagai penutup, ada tiga prinsip dasar yang harus kita pegang dalam menjalin dan mempererat persaudaraan dan persatuan.

Pertama, jangan menzalimi saudara. Zalim artinya menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya. Hindari sebisa mungkin framing media yang bisa menimbulkan perpecahan, sehingga menempatkan saudara kita sendiri bukan pada tempatnya.

Kedua, jangan menyerahkan saudara kita kepada musuh. Biar pun dia telah menghina kita, dia tetap saudara seiman kita? Jangan karena kesalahpahaman sehingga kita tidak melindunginya dari musuh. Tetap utamakan persatuan dan persaudaraan.

Ketiga, memenuhi hajat saudara. Apa yang menjadi hajat saudara, penuhi. Memenuhinya dalam keadaan sembunyi-sembunyi atau secara terang-terangan. *Ditulis dari tausiah Ustadz Bachtiar Nasir.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close