Tausiyah

Penyakit Paling Ganas Penyebab Perpecahan

PERSAUDARAAN dan persatuan membutuhkan pengorbanan, tidak serta-merta didapatkan begitu saja. Karena persatuan dan kemenangan itu merupakan pemberian Allah, maka mintalah hanya kepada-Nya.

Sebuah kenikmatan yang besar ketika hati umat Islam telah dipersatukan oleh Allah. Tidak ada nikmat yang paling agung kecuali nikmat persatuan, dan nikmat itu menjadi bekal kuat untuk membangun sebuah peradaban.

Bagaimana Rasulullah membangun jiwa sahabat? Pasca hijrah, hal yang pertama kali dibangun adalah masjid, sebagai central kegiatan umat. Setelah itu beliau mempersaudarakan kaum Anshar dan Muhajirin.

Cara mempersaudarakan itu pun tidak berdasarkan kabilah, tapi melihat kondisi sosial. Rasul mempersaudarakan sahabatnya yang kaya dengan yang miskin, yang cerdas dengan yang tidak cerdas, yang kuat dengan lemah, dan lain-lain.

Akan tetapi, kondisi umat Islam saat ini sampai pada keadaan seperti yang telah digambarkan oleh Rasulullah, seperti buih di tengah lautan.

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati,” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud).

Jika membaca peta sejarah. Pada abad inilah umat Islam berada pada level yang paling lemah. Seorang Trump mampu memuluskan jalan Zionis untuk menguasai tanah amanah umat Islam. Tanah yang diamanahkan Umar bin Khattab kepada kaum muslimin, ketika dia merebut Baitul Maqdis pada abad 16 Hijriah.

Seandainya kita wafat saat ini, apa yang akan kita katakan kepada para pahlawan? Andai saat ini kita meninggal dan bertemu dengan para sahabat, sungguh leher ini tidak bisa tegak karena kita hidup di tengah zaman di mana Islam sangat lemah.

Jika diibaratkan, umat Islam saat ini bagaikan makanan yang diperebutkan oleh musuh, karena memang tidak  bisa menjaga dirinya sendiri. Kita tahu bahwa tidak ada makanan yang bisa balas menggigit yang memakannya. Apa yang terjadi di Palestina baru-baru ini dan di beberapa Negara Islam lainnya menjadi contoh.

Maka sangat benar sabda Rasulullah Salallahualaihi wasallam berabad-abad silam. Umat Islam akhir zaman akan seperti buih di lautan. Meski terlihat banyak, namun tidak berarti. inilah kita Dimata mereka.

Memang jika ditanyakan secara jujur ke hati masing-masing, apakah kita rela digambarkan demikian? Tentu tidak rela. Tapi apakah kita kualitasnya seperti buih atau tidak? Coba kita renungkan bersama.

Jika menganalisa penyebab kelemahan itu adalah Al Wahn (cinta dunia dan takut mati), berdasarkan sabda Nabi di atas.

Dalam hadits di atas, terlihat bahwa penyakit wahn akan menimpa dan berada dalam hati kaum muslimin. Mereka tidak mampu untuk menggapai kedudukan yang mulia dan tidak mampu pula untuk berjihad fii sabilillah serta menegakkan kalimat Allah.

Hal ini disebabkan kecintaan mereka pada dunia dan kesenangan di dalamnya seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan selainnya. Mereka begitu bersemangat mendapatkan kesenangan seperti ini dan takut kehilangannya, sehingga mereka meninggalkan jihad fii sabilillah.  Begitu juga mereka menjadi bahil (kikir)  sehingga mereka enggan untuk membelanjakan harta mereka kecuali untuk mendapatkan berbagai kesenangan di atas.

Penyakit wahn ini telah merasuk dalam hati kaum muslimin kecuali bagi yang Allah kehendaki dan ini jumlahnya sedikit sekali. Semoga kita berada dalam golongan yang sedikit itu. Jika ingin lepas dari penyakit itu, berislamlah sampai mati dan matilah bersama Islam.

Tundukkan hati dengan penuh ketawaduan kepada-Nya. Sebisa mungkin kita menepis penyakit Al Wahn itu dengan memperbanyak ibadah.

Jangan sampai kita menjadi mayat yang berjalan. Apakah kita konsisten dengan satu juz tiap hari? Selama ayat Allah masih dipelajari, dibaca, dan diamalkan di muka bumi ini maka Islam tidak akan pernah redup.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close