UBN: Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Mewujudkan Ukhuwah Islamiyah merupakan dambaan setiap muslim. Namun, pengertian ukhuwah sudah menjadi kabur dan hanya merupakan istilah global yang diucapkan berulang-ulang tanpa makna.

Banyak orang yang mengajak berukhuwah, tapi kemudian memancing perseteruan dengan melancarkan cercaan kepada para ulama Ahlu Sunnah wal Jama’ah. Padahal justru merekalah yang seharusnya menjadi poros paling utama untuk mendapatkan ikatan ukhuwah dan kecintaan sepeninggal Nabi SAW dan generasi terdahulu. Tetapi demikianlah, banyak orang yang sikap dan orientasinya terkungkung oleh opini fanatisme golongan. Bagaimanapun masalah ukhuwah (persaudaraan) dan persatuan ini merupakan masalah yang sangat penting.

Sesungguhnya Islam sangat menekankan persaudaraan dan persatuan. Bahkan Islam itu sendiri datang untuk mempersatukan pemeluk-pemeluknya, bukan untuk memecah belah.

Rasulullah ketika tiba di Madinah, pasca-hijrah, setelah membangun Masjid Qubah, dia kemudian mempersaudarakan Muhajirin dan Anshar. Sekitar 90 sahabat yang dipersaudarakan. Tentu, untuk gerakan sosial ini bisa menjadi model.

Seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq yang dipersaudarakan dengan Kharijah bin Zuhair. Sampai kita kenal peristiwa Abdurahman bin Aus dengan saudaranya Sa’ad. Saat itu Sa’ad menawarkan 50% asetnya untuk saudaranya. Tapi Abdurrahman menjawab, “tidak perlu, tunjukan saja di mana letak pasar”. Secara tersirat, Abdurrahman mengajarkan kepada kita tentang bagaimana cara menguasai ekonomi suatu negara. Yaitu dengan menguasai pasar.

Biasanya pada masa itu sangat kental dengan fanatisme kabilah. Sehingga Rasulullah tidak mempersaudarakan sahabatnya berdasarkan kabilah. Tapi, beliau mempersaudarakan dengan cara; yang lemah dengan yang kuat, yang miskin dan yang kaya, yang cerdas dan yang kurang cerdas, dan lain-lain.

Inilah warna-warni persaudaraan. Allah Swt. Berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat : 10)

Persaudaraan yang bisa kekal sampai akhirat itu, hanya persaudaraan yang didasari dengan iman.

Kita tidak bisa mengelak dari pertikaian byangbmarak terjadi saat ini. Seperti dikatakan diawal, banyak orang merasa benar dengan kelompoknya sehingga menyalahkan kelompok lain. Maka solusi terbaik jika disalahkan adalah tidak usah berkomentar (no coment).

Kekuatan utama umat Islam adalah persaudaraan dan persatuan. Inti persaudaraan itu ada dua; persaudaraan dalam iman dan persaudaraan dalam kemanusiaan.

Untuk itu, sebagai muslim yang baik, tidak hanya berbuat baik kepada sesama muslim, tapi kepada semua umat manusia. Karena kita semua bersaudara dari Nabi Adam AS. Walaupun beda akidah, bukan berarti mereka menjadi musuh kita. Karena non-muslim tidak identik dengan benci terhadap Islam.

Ada non-muslim yang tidak mengerti Islam, maka kita wajib memberitahunya. Ada non-muslim yang mengerti Islam tapi tidak mau beriman, maka tugas kita mendoakan dia agar diberi hidayah. Dan ada non-muslim yang mengerti Islam tetapi memusuhi Islam, maka kita melawan dengan kaidah yang telah digariskan oleh Al-Qur’an.

Intinya, lihatlah saudaramu berdasarkan LAA ILAHA ILLALLAH bukan berdasarkan kelompok. Jika dicaci maki oleh saudara kita lebih baik no-coment. *Tausiyah UBN di Milad MT Aisyah ke-8, Tangerang, Selasa (5/12/17).

Sebarkan Kebaikan!