Tadabbur

 Pengetahuan Allah Meliputi Segala Sesuatu

“Orang beriman ketika menonton film kebaikannya sewaktu di dunia, wajahnya akan berseri-seri. Namun, muka para pendosa dipenuhi penyesalan dan berharap ia tidak ada di hari pembalasa itu”

 

Tampak dan tidak tampaknya sesuatu hanya presepsi manusia saja. Karena pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati manusia dan apa yang tidak tersembunyi, bahkan mengetahui apa yang ada di langit dan bumi dan di antara keduanya.

Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”. Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. ali-Imran: 29)

Di hari mahsyar kelak manusia akan diputarkan film amal perbuatannya sewaktu di dunia. Manusia ketika melihat kebaikannya ia akan memancarkan ekspresi berseri-seri sebuah ekspresi kebahagiaan yang tidak bisa digambarkan dalam kata-kata. Namun manusia itu bungkam dan tak ingin ada hari pembalasan jika sampai pada durasi amal keburukannya. Para pendosa berangan-angan agar tidak ada hari pembalasan dan di ayat lain dijelaskan bahwa mereka ingin agar menjadi tanah saja.

Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS. Ali-Imran: 30)

Dalam al-Qur’an ketika terdapat kata Abadan maka hal itu menunjukkan waktu yang tidak ada batasnya. Sedangkan Baidan berarti ada jarak tapi tidak tau pasti batasnya.

Surat an-Nisa ayat 30 ini menggunakan kata baidan, hal itu menunjukkan ekspresi para pendosa ketika melihat filmnya di hari mahsyar kelak. Mereka tau hari itu sudah pasti tapi mereka ingin agar tidak ada dalam hari itu. Hanya sebuah keinginan atau angan semata yang pada kenyataanya semua mahluk akan berada dalam lingkaran mahsyar, tanpa terkecuali. Sehingga muka mereka penuh dengan penyesalan dan ketakutan akan azab Allah.

Akan tetapi, sebagai bukti kemaha kasih sayang Allah subhana wa ta’aala, Dia memberi peringatan kepada hamba-Nya akan balasan bagi mereka yang berbuat maksiat agar tidak terjerumus di dalamnya. Dia menurunkan al-Qur’an sebagai kitab yang di dalamnya terdapat fakta-fakta tentang masa lalu, masa kini, masa depan, dan hari pembalasan berikut dengan langkah-langkah (solusi) yang harus ditempuh agar selamat dan mendapat ridha-Nya.

Ayat ini menjadi salah satu bukti mukjizat al-Qur’an itu, dimana hari mahsyar sangat deksriptif dan ketika ditadabburi manusia akan melihat hari mahsyar itu sangat nyata di depannya, bahkan bisa merasakan kengerian pada hari itu. Melalui al-Qur’an manusia bisa melihat ekspresi para pelaku amal shalih dan ketakutan yang di wajah-wajah para pendosa, sebagaimana yang digambarkan dalam ayat 30.

Karena tadabbur al-Qur’an adalah menyingkap mutiara-mutiara wahyu, maka setidaknya ada tiga poin penting yang bisa dipetik dari surat an-Nisa ayat 29.

  1. Allah pasti mengetahui apa pun yang tersembunyi di dalam hati manusia. bahkan kemaha tahuan-Nya meliputi langit dan bumi berikut apa yang ada di antara keduanya.
  2. Ayat ini adalah peringatan bahwa Allah Maha Mengetahui secara detil apa pun yang dikerjakan oleh manusia. Bagaimana pun ia menyembunyikan kejahatannya dari pandangan manusia, Allah Maha Mengetahui.
  3. Ayat ini menyingkap rahasia manusia yang suka menyembunyikan kejahatan dan suka melakukan maksiat secara sembunyi-sembunyi.

Lalu, kemana kita bersembunyi jika semua celah berada dalam pengetahuan Allah subhana wa ta’aala?. karena inti dari tadabbur ayat ini adalah Allah itu Maha Mengetahui. Bagaimana pun cara kita bersembunyi dan bagaimana pun cara kita menyembunyikan, Allah pasti mengetahui.

Dalam kehidupan ini, kebahagiaan seseorang tidak diukur dari melimpahnya harta yang dimiliki, mewahnya tempat dia tinggal, atau diukur secara materi. Mereka yang mempunyai kelebihan harta itu tapi tidak mendekati Allah, maka bagaimana pun cara dia menyembunyikan kegundahan di dalam hatinya, air matanya tidak bisa berbohong. Ia bisa tertawa lepas ketika bertemu kolega, sanat saudara, kawan, dan ketika mengendarai ferrarinya tapi fikiran dan hatinya dipenuhi kegundahan-kegundahan akibat tidak dekat dengan Allah.

Syarat utama kebahagiaan jika dekat dengan Allah, karena hanya dengan dekat dengan-Nya  kita mampu merasakan ketentraman dalam kehidupan ini. Sehingga muncullah satu teori pasti bahwa jika ingin tidak ada masalah dalam hidup ini, maka kerjakan apa saja yang dicintai oleh Allah. Kita dituntut untuk beramal seperti para sahabat, mengerjakan tanpa banyak Tanya, jika itu datang dari Allah maka laksanakan.

Banyak manusia yang tidak ingin mengerjakan amalan tertentu karena belum mengetahui hikmah dibaliknya, seperti shalat, ia bergegas karena tahu efeknya terhadap kesehatan. Sebaliknya, banyak manusia yang mengerjakan kebaikan karena motivasinya mengejar hikmah di balik kebaikan itu. Misalnya, rajin shalat dhuha karena akan dibukakan pintu rezeki lewat itu. Padahal, jika sudah dekat dengan Allah dan sudah dicintai oleh Allah maka apa pun yang kita inginkan pasti akan dikabulkan. Bahkan orang yang sibuk mengerjakan kebaikan karena mencari ridhanya sampai lupa berdoa meminta kepada Allah, maka Dia akan memberikan sebuah pemberian yang lebih baik dari permintaan orang yang meminta.

“jika ingin tidak ada masalah dalam hidup kerjakan apa yang dicintai Allah saja”

Akan tetapi, satu hal yang harus diperhatikan, jika menasehati orang yang terlanjur cacat orientasi dalam beramal dan menasehati para pendosa harus dengan cara-cara yang digambarkan al-Qur’an. setidaknya ada dua cara yang diangjurkan oleh al-Qur’an, yaitu memberi bimbingan yang baik dan memberi peringatan dengan cara yang baik pula. Menasehati pendosa itu jangan menghujat tapi sampaikan dengan baik agar ia mendapatkan kesan yang baik sehingga tertarik untuk berbuat baik dan kemudian memilih jalan yang baik untuk menuju Tuhannya. *Dinukil dari tausiah tadabbur pagi KH Bachtiar Nasir, AQL Islamic Center, Tebet Utara I, Jakarta Selatan, 5 oktober 2017.

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close