Artikel

PELAJARAN PENTING DARI ASMA ALLAH AL-KARIIM

LEMBAGA Dakwah AQL Islamic Center sukses mengadakan acara Majelis Tadabbur Asmaul Husna yang mengambil tema al-Kariim (Allah Yang Maha Pemurah) di Masjid al-Huda, Pangkal Pinang, Kepulauan Belitung, Sabtu (10/3).

Al-Kariim yang kata Ibnu Qayyim dalam bukunya “at-Tibyaan di Aqsaamil Qur’an” menjelaskan, “al-Kariim adalah al-bahiyy (Yang Mahaindah), yang banyak kebaikannya, yang agung dalam memberikan manfaat, Dia yang paling indah dan paling mulia dari segala sesuatu. Allah menyifati dirinya dengan karam (kemuliaan), menyifati kitab dan ‘arasy-Nya dengan sifat tersebut.

Berikut ini beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari Asma Allah al-Kariim:

1. Bertambah kecintaan kepada Allah al-Kariim dan aI-Akram atas segala kenikmatan yang telah diberikan oleh-Nya. Kenikmatan yang terhitung banyaknya. Dan berusaha untuk mewujudkan kecintaan tersebut dengan bersyukur kepada-Nya; baik dengan kalbu, lisan, maupun anggota badan serta berusaha untuk terus mentauhidkan-Nya.

2. Memiliki rasa malu kepada Allah, beradab kepada-Nya, dan banyak berharap kepada-Nya. Dengan banyaknya kemaksiatan yang dilakukan oleh hamba, Allah al-Kariim aI-Akram tetap memberikan kenikmatan kepadanya. Kemaha muliaan Allah akan membuat kalbu seorang  mukmin malu, takut, banyak berharap kepada-Nya, dan menjauhi setiap hal yang tidak diridhai oleh-Nya.

3. Menggantung harapan, bertawakkal hanya kepada Allah al-Kariim alAkram, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, dan hanya meminta apa yang dibutuhkan hanya kepada Allah aI-Kariim aI-Akram, karena Dia-lah al-Kariim aI-Akram yang tidak terbatas kedermawan-Nya dan mampu untuk memberikan segala sesuatu yang diminta oleh hambahamba-Nya.

4. Berakhlak karam (mulia), menghiasi diri dengan sifat dermawan kepada hamba-hamba Allah lainnya. Sesungguhnya Allah al-Kariim dan al-Akram menyukai hamba-hamba-Nya yang mulia, dermawan, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, melapangkan kesusahan orang Iain, dan lain sebagainya.

5. Rasulullah SAW. bersabda:

إن الله كريم يحب الكرم ومعالي الأخلاق، ويكره سفسافها.

Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah/hina. (HR Thabarani, Shahihul laami’)

6. Beriman kepada Allah al-Kariim al-Akram, membuat seorang hamba berada dalam golongan yang benar.

Dari lbnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada pembebasan kota Meklcah, ”Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah telah menghapus kesambangan jahiliyah dan membangga-banggakan leluhur. Manusia itu hanya ada dua: (1) yang baik, bertakwa kepada Allah lagi mulia dan (2) orang yang fajh; celaka lagi hina di sisi Allah. Manusia adalah anak Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah. Allah Ta’ala berfirman, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lakl-lakl dan searang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.“ (QS:AI-Hujuraat : 13) (HR. Tlrmidzi)

7. Banyak berdoa kepada Allah dan selalu berhusnuzh zhan kepada-Nya. Karena seorang hamba yang memahami Allah al-Kariim al-Akram akan meminta hanya kepada-Nya.

8. Dan doa merupakan bentuk ibadah yang paling mulia. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ليس شئ أكرم على الله سبحانه من الدعاء.

Tidak ada sesuatu yang Iebih mulia menurut Allah daripada doa (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits lain disebutkan :

إن ربكم تبارك وتعالى حيي كريم، يستحيي من عبده إذا رفع يديه إليه، أن يردهما صفرا.

”Sesungguhnya Robb-mu (Allah) Ta’ala adalah maha pemalu Iagi maha mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa” (HR. Abu Dawud)

9.Orang yang mulia adalah hamba-hamba-Nya yang telah dikarunia oleh-Nya berupa keimanan kepadanya, walaupun dia dalam kondisl fakir. Sedangkan orang yang hlna adalah orang yang dihlnakan oleh Allah dengan kekufuran, kefaslkan, dan kemaksiatan, walaupun dla kaya raya. Allah subhanahu wa ta’ala berflrman 2

ومن يهم الله فماله من مكرم

Dan barangsiapa yang dihlnakan Allah maka tidak searangpun yang memuliakannya. (al-Hajj : 18)

10. Orang yang beriman kepada Allah al-Kariim al-Akram akan memulikan saudaranya karena Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

ما أحب عبدا لله إلا أكرم ربه عز وجل

Tidalrlah seomng hamba menclntal hamba yang lain karena Allah melainkan ia pastl memuliakan Allah azza wa jalla (HR. Ahmad).

*MN

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close