Ormas Islam Siap Laporkan Penyebar Chat Fitnah ke Habib Rizieq

JAKARTA (AQLNEWS)- Ormas Islam yang tergabung dalam forum silaturahmi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan mengambil sikap yang tegas dan jelas terhadap kasus fitnah terhadap Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Mereka sepakat melaporkan penyebar chat (percakapan) fitnah kepada Habib Rizieq itu ke pihak kepolisian di daerah masing-masing.

Selain penyebar, media yang menyebarkan tuduhan yang mendemoralisasi Habib Rizieq itu juga akan dilaporkan untuk diproses secara hukum.

Kuasa hukum imam besar Front Pembela Islam (FPI) M Kapitra Ampera mengungkapkan, umat Islam menginginkan bahwa aparat menegakkan hukum dengan adil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kapitra juga menegaskan bahwa ada orang tertentu yang menyebarkan, memproduksi, dan mendistribusikan secara sengaja chat yang diyakini rekayasa tersebut. “Kita menginginkan negara hukum yang adil sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata M Kapitra Ampera dalam jumpa pers di aula AQL Islamic Center, tebet, Jakarta Selatan, Selasa (23/5/17)

“Bahwa ada orang-orang tertentu yang menyebarkan, meproduksi dan mendistribusikan chat yang menfitnah Habib Rizieq Syihab dengan seorang wanita yang berinisial F. Maka rapat hari ini GNPF telah menyampaikan ini semua pada ormas-ormas Islam dan tokoh-tokoh Islam untuk mengambil sikap yang tegas dan jelas. Sikap tegas dan jelas itu adalah memakai jalur konstitusional,” lanjutnya.

Kuasa hukum Habib Rizieq Syihab ini menjelaskan, ada tiga poin yang akan dilaporkan oleh ormas Islam. “Pertama, adanya statment yang dibuat di media sosial yang mengatakan bahwa ada 15 episode dari chat yang beredar di masyarakat. Informasi ini akan diluruskan kepada pihak kepolisian dan meminta bahwa yang menyebarkan statment itu harus diperiksa sebagai saksi atas sepengetahuannya,” katanya.

Kedua, kata Kapitra, ormas Islam juga akan melaporkan Steven Jong sebagai pihak yang diduga petama kali menyebarkan chat dan mengupload video fitnah tersebut. “Ketiga, kita juga akan melaporkan website yang memberikan informasi palsu dan yang memviralkan konten yang diduga fitnah itu,” urai Kapitra.

Juru Bicara Tim Advokasi GNPF MUI ini menyebutkan bahwa pelaporan itu akan dilakukan mulai 24 Juni 2017 dan juga meminta kepada aparat kepolisian agar menyikapinya. *muhajir

Sebarkan Kebaikan!