Murnikan Tauhid Menuju Pembangunan Peradaban Islam

BENTURAN perdaban saat ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi sudah mengglobal. Peradaban barat dengan kapitalismenya dan peradaban timur dengan komunis-atheisnya. Islam berada di tengah kedua peradaban itu, sehingga menjadi tantangan bagi generasi muda bagaimana menciptakan peradaban Islam yang bisa menjadi penyeimbang dan memberikan solusi. Tidak hanya pemuda, hal ini wajib diketahui oleh semua kalangan, agar bisa menciptakan sinergi antara kaum tua dan kaum muda untuk menciptakan peradaban Islam.

Pertarungan peradaban barat dan peradaban timur. Barat yang diwakili oleh Eropa dan Amerika dengan ideologi materialisme yang melahirkan sistem kapitalisme. Timur dengan ideologi atheis dan menganut sistem komunisme. Sehingga Indonesia dengan kekuatan umat Islam yang dimilikinya, harus memanfaatkan hal itu untuk menciptakan peradaban Islam yang berakidah tauhid dengan memakai sistem khilafah.

Pengalaman selama ini seharusnya membuka mata kita, bagaimana pengaruh barat ketika menjajah Indonesia. Walau pada saat ini aurah kapitalis masih sangat terasa, ekonomi ribawi masih sangat kental, di mana Negara dikelolah dengan sistem utang. Kemudian peradaban timur yang mulai bangkit, jika Indonesia (mencoba-coba) berkiblat ke timur maka (mau tidak mau) ideologi atheis akan masuk kemudian mengadopsi sistem komunis dalam mengelolah negara. untuk itu, (sekali lagi) genarasi muda Islam harus memurnikan tauhid agar bisa membangun peradaban dengan dasar-dasar Al-Qur’an dan As-Sunnah. Salah besar jika orang tua masa kini mendidik anak-anaknya untuk menjadi kebarat-baratan, atau menganggap sumber ilmu ada di barat atau di timur.

Memang dari sisi sains dan teknologi mereka maju, tapi kebejatan materialisme di barat dan komunis di timur membuat moral dan akhlak runtuh. Oleh karena itu, jika ingin kuat secara keilmuan dan ilmu yang benar kemudian mencapai puncak kebahagiaan dan kemuliaan, maka jawabannya ada pada surat Az-Zumar ayat 9;

 

ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

 

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar: 9)

 

Kunci sukses untuk menjadi orang benar, menjadi orang mulia, dan menjadi pemenang adalah dengan menjadi orang beriman dan beramal shalih yang dasarnya adalah ilmu. Ilmu pun bukan yang berasal dari barat atau berasal dari timur, tapi ilmu adalah qalallah qa qala rasul. Ilmu sesungguhnya adalah apa yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Untuk itu, satu hal yang harus dicatat oleh genarasi muda untuk menangkis kekuatan peradaban barat dan peradaban timur adalah, murnikan tauhid kemudian belajar ilmu yang benar. Ilmu yang berasal dari ktab peradaban, yaitu Al-Qur’an. jika Al-Qur’an sudah menjadi pegangan umat, maka bagaimana pun kuatnya arus barat dan timur, umat Islam mampu menciptakan peradaban dengan berdasarkan ideologi tauhid dengan memakai sistem khilafah. Karena dengan ideologi dan sistem itulah, Umar bin Khattab mampu menguasai 2/3 dunia. *Ditulis dari tausiayah UBN di Masjid Al-Manar, Tonra, Bone, Sulawesi-Selatan. 

Sebarkan Kebaikan!