Munajat KH Bachtiar Nasir yang Membuat Jamaah Berlinang Air Mata

JAKARTA (AQLNEWS) – Aksi Simpatik 55 di Masjid Istiqlal dibanjiri ratusan ribu umat Islam. Semua sisi masjid termegah Asia Tenggara itu disesaki jamaah shalat Jumat di lantai utama hingga ke halaman parkir dan membeludak ke jalan. Sejatinya aksi itu adalah munajat untuk mengetuk pintu keadilan setelah ikhtiar dan perjuangan umat Islam mengawal fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas penodaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Aksi Simpatik 55 bukanlah yang terbesar dari sisi kuantitas di antara Aksi Bela Islam. Namun, kekhidmatan, semangat, dan perjuangan umat Islam tak pernah padam demi cahaya keadilan untuk bangsa ini.

Usai shalat Jumat dengan khatib KH Muhammad Adnan Harahap, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI KH Bachtiar Nasir memberi tausiah singkat kepada harus ada Aksi Simpatik 55 ini. Tak lain karena inilah momentum untuk bermunajat kepada Allah SWT setelah ikhtiar dan perjuangan umat mengawal proses hukum kasus penodaan agama yang terkesan sarat intervensi.

Upaya yang tak kalah penting bagi umat adalah doa terbaik dan sungguh-sungguh agar Allah SWT menurunkan limpahan rahmat dan keadilan-Nya. Kesungguhan dalam doa inilah yang membuat KH Bachtiar Nasir berderai air mata bersama jamaah. Berikut petikan doa-doa yang dipanjatkan dan diaminkan jamaah di Masjid Istiqlal:

Ya Allah, Kami datang untuk melaporkan kelemahan kami. Hari ini kami datang untuk melaporkan semua kelemahan-kelemahan kami dan kami hanya memohon kekuatan-Mu. Kami tidak pernah memohon kekuatan kepada mahluk siapapun dan kami cuma yakin dengan keadilan-Mu Ya Allah.

Turunkanlah keadilan-Mu kepada bangsa ini dan anugerahkanlah keadilan kepada diri kami sendiri ya Allah agar kami bisa berlaku adil kepada siapa pun. Berikanlah yang terbaik untuk bangsa ini lewat hakim-hakim yang telah kau pilih untuk kami. Ya al-Hakim ya al-‘Adl, turunkanlah kekuasaan-Mu kepada para penegak hukum kami, kepada hakim-hakim kami, dan kepada aparat penegak hukum kami. Beri kekuatan keadilan dan kekuatan hikmah kepada mereka ya Allah. Sehingga setelah ini, apa pun keputusan yang mereka putuskan setelah kami berdoa, apapun yang menjadi takdir-Mu ya Allah, mampukan kami untuk menerima keadilan-Mu apapun itu.

Andai keputusan itu berpihak kepada kami. Kami takut jika itu membuat kami sombong. Karenanya ya Allah tetapkan hati kami agar tetap tawadhu, tidak menjadi sombong dan lalai dari-Mu ya Allah. Jika keputusan itu tidak berpihak kepada kami itu adalah karena kami yang masih gagal memahami takdir-Mu ya Allah. Mampukan kami untuk bisa menilai dan melihat takdir-Mu secara positif apapun yang sudah engkau tetapkan kepada kami nanti ya Allah.
Para hakim itu adalah perwakilan-Mu di muka bumi apapun yang mereka putuskan semua terkait dengan kepribadian kami, dengan kebaikan dan dosa-dosa kami.

Ya al-Hakam wal-‘Adl. Ya Allah, ya Rahman ya Rahiim.
Tidak ada lagi tempat bagi kami yang paling akhir setelah tawakkal kepada-Mu ya Rabbi. Curahkanlah rahmat-Mu kepada bangsa dan negeri ini, curahkanlah kasih sayang-Mu kepada pemimpin-pemimpin negeri ini, curahkanlah rahmat-Mu kepada penegak hukum di negeri ini.

Berikanlah kepada kami pemimpin yang takut kepada-Mu dan sayang kepada kami ya Allah. Datangkan kepada kami aparat-aparat penegak hukum yang membawa keadilan-Mu. Mampukan mereka untuk menegakkan keadilan ya Allah dan hancurkanlah musuh-musuh-Mu. Musuh-musuh orang beriman, musuh-musuh orang yang membenci orang beriman, musuh-musuh orang yang membenci Islam.

Ya Allah, kami datang pada hari ini bersujud di hadapan-Mu untuk mengoreksi diri kami sendiri, mengevaluasi diri kami sendiri. Jika kedzaliman yang kami terima mungkin terlalu banyak kedzaliman yang selama ini kami lakukan. Tapi ampunkan dosa-dosa kami ya Allah, turunkanlah yang terbaik untuk bangsa ini ya Allah. Datangkanlah kepada kami kekuatan dan keadilan.
Rabbana taqabbal minna innaka antassami’ul alim. *mihajir

Sebarkan Kebaikan!