News

MUI Serukan Qunut Nazilah untuk Palestina

JAKARTA (AQLNEWS)-  Rabu (6/12), Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan mempersiapkan pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) ke kota tersebut.

Menanggapi hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyeru kepada seluruh umat Islam agar Qunut Nazilah untuk Palestina. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustad Zaitun Rasmin di AQL Islamic Center, Selasa (12/12).

Qunut Nazilah disyariatkan ketika terjadi musibah besar, dan boleh dilakukan pada semua shalat wajib yang lima. Di antara banyak hadits tentang Qunut Nazilah, diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata: “Sungguh aku bersungguh-sungguh dalam mencontoh shalat Rasulullah SAW”. Dan pernah Abu Hurairah RA berdoa Qunut pada raka’at terakhir shalat Zhuhur dan shalat Isya serta shalat Shubuh setelah membaca Sami’allahu liman hamidah kemudian ia berdoa untuk kebaikan kaum mu’minin dan keburukan kaum kafir. [HR. Bukhari-Muslim]

Ibnu Taimiyah berkata: “Dianjurkan berdoa Qunut saat terjadi musibah. Pendapat ini adalah pendapat fuqaha ahli hadits dan didasari oleh riwayat-riwayat dari Khulafa Ur Rasyidin” [Majmu’ Fatawa 108/23]

Jika benar harus Qunut Nazilah, artinya bagi umat Islam, masalah Palestina adalah sebuah ancaman musibah akibat adanya keputusan sepihak dari Persiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Dengan Qunut Nazilah dan partisipasi umat Islam, semoga permasalahan Palestina khususnya Al Quds (Yerussalem) bisa kembali ke tangan umat Islam, sebagai pemilik sah tanah suci itu. Allahumma Aamiin

 

Sebarkan Kebaikan!

Tags
Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close